Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Sebuah Permohonan (2)


"Hmmm, Robin kenapa ya?" Tanya Nami melihat Robin yang melangkah menuju ke dalam pulau dengan cepat dan selalu menghindar dari Zoro.


"Kenapa Nami? Bukannya Robin lebih baik dia begitu dari pada sering melamun tidak jelas, kan?" Tanya Luffy sambil mengunyah daging. Ya Luffy dan Nami tengah makan disalah satu restoran di pulau dan melihat gerak gerik yang tak wajar dari Robin.


"Ihh kau ini benar-benar bodoh!" Bentak Nami sambil memukul meja dan membuat Luffy memilih untuk diam dan kembali memakan dagingnya.


"Semoga hubungan diantara Zoro dan Robin baik-baik saja," ucap Nami pelan sambil meminum jus apel.


Robin menuju ke arah bar kecil dengan tujuan untuk menyegarkan suasana hatinya. Ketika Robin baru masuk semua mata pelanggan menuju kearahnya dengan tatapan beragam macam.


"Bartender, aku minta minuman yang sangat kuat," pesan Robin setelah tiba didepan seorang peracik minuman.


"Apa kau yakin nona?" Tanya bartender seakan meremehkan Robin.


"Tentu, jangan lupa tempat minumannya paling besar," lanjut Robin dan semua orang bersiul dan tertawa melihat ketangguhan dari Robin.


Butuh waktu hingga bartender menyiapkan minuman Robin, setelah minuman itu ada didepan Robin segera ia minum dan menghabiskan seketika. Hal itu membuat seluruh orang berteriak sangat menggelegar melihat aksi Robin.


"Wow Nona kau kuat juga," Robin tersenyum walau tanda-tanda mabuk belum ada tetapi kepala Robin telah berputar-putar ria.


"AKU MINTA TAMBAH!" Teriak Robin dan semuanya semakin semangat mendukung Robin. Robin bukanlah peminum seperti Zoro dan Nami namun ia cukup hebat juga.


"HENTIKAN ROBIN!"Robin menoleh ke belakang dan mendapati Zoro yang telah masuk ke dalam bar.


"Untuk apa kau sini dasar bajingan, pergi sana sama para pelacur. Dirimu terlalu rendah untuk mendapatkan diriku yang sangat berharga." Ucapan Robin membuat seluruh para pemabuk dan pelacur di sana tertawa. Entah mereka menertawakan Zoro atau Robin tidak ada yang tahu. 


"Lihatlah, kau bahkan mengangkat diriku seperti kacamata angkatan laut itu. Kau ini menyukainya ya?" Oh Robin sudah mulai mabuk efek minuman itu benar-benar membuat dirinya ngomong apa saja yang ia rasakan.


Segera Zoro menaruh Robin untuk duduk di atas kepalanya dan berjalan pergi tetapi ia dicegat.


"Kau harus membayar TUAN!" Zoro melihat ke belakang dengan wajah tidak ramah.


Tidak butuh lama Zoro untuk keluar dari tempat itu, terlihat dari pintu kayu bar yang buka tutup itu keadaan didalam bar yang sangat tragis.


Zoro memesan kamar di penginapan terdekat dan menaruh Robin diatas kasur.


"Apa sebegitu matanya kau sampai jadi seperti ini?" Tanya Zoro hendak pergi membeli minum tetapi ditahan dengan Robin.


"Kamu mau kemana? Mau hik ketemu sama gadis angkatan laut itu hik ya?" Tanya Robin mencegah Zoro untuk pergi.


"Robin kau sudah mabuk ini, aku hanya ingin membeli minuman untukmu," jawab Zoro tetapi Robin menggeleng dan segera memeluk perut Zoro.


"Gak boleh hik, aku tidak akan membuatmu hik bertemu dengannya. Karena kau ini hik hanya milik aku, Roronoa Robin seorang!" Robin semakin liar dan membuat Zoro menindih tubuhnya.


"Aku sudah kehilangan anakku Zayn, aku tidak ingin juga kehilangan ayahnya yaitu kamu Zoro." Permohonan dari Robin membuat Zoro tersentuh dan terbawa suasana.


Tidak lama mereka telah berbaring bersebelahan dan memeluk satu sama lain, Zoro melihat wajah istrinya dengan amat senang. Robin membuka mata dan mereka saling menatap satu sama lain, sebelum Zoro berbicara Robin telah mengeluarkan cairan dari mulutnya.


"ROBIN! KENAPA KAMU MUNTAH DI WAJAHKU?!"