
"Zoro udah ih, hahaha!" Zoro bangun dan semakin menyerang Robin, mereka tertawa bersama di dalam selimut. Setelah 25 menit mereka menyudahi permainan tersebut dan berbaring bersama.
"Kamu mau langsung ke kapal?" Tanya Zoro dengan deru napas yang naik turun.
Robin menggelengkan kepala, "Kumohon sebentar lagi ya, aku masih ingin manja denganmu suami muda ku." Wajah Zoro tidak bisa dikatakan benar-benar memerah sempurna.
"Robin... kau mau melakukan... itu lagi?" Tanya Zoro dengan wajah memerah dan ia memalingkan wajah ke arah yang berbeda agar Robin tidak melihatnya namun sayang Robin telah melihat terlebih dahulu.
"Mau." Jawab Robin dengan rona kemerah merahan di pipinya.
...πππ...
Ketika langit telah berubah menjadi kemerah merahan, Zoro dan Robin pulang sambil bergandeng tangan menuju ke arah kapal. Mereka benar-benar seperti remaja ingusan yang baru mengenal cinta.
"Wah, akhirnya aku berhasil melihat kamu kembali tersenyum seperti itu lagi Robin," ucap Nami yang telah menunggu mereka di atas kapal sambil tersenyum.
"Nee.... Robin kau tidak akan melamun tidak jelas lagi kan?" Tanya Luffy disamping Nami kekasihnya.
"Apa ketara?" Tanya Robin dan Luffy serta Nami menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Kalian seperti anjing yang sudah terlatih saja," komentar Zoro ketika mereka telah sampai di kapal.
"AKU INIΒ BUKAN ANJING SIALAN! AKU NEKO *KUCING!" bentak Nami tidak rela jika dirinya dianggap seekor anjing.
"YA AKU JUGA, AKU INI MONYET BUKAN ANJING!" sahut Luffy.
"Zoro benar-benar bodoh sampai tidak bisa membedakan anjing dengan monyet dan kucing," timpal Franky.
"Ya mungkin karena kebodohan Zoro sudah sangat mendarah daging, aku benar-benar kasihan kepadamu Zoro," lanjut Usopp.
"EHH ZORO AKU HARUS MENELITI MU AGAR KAU TIDAK MEMBUAT ROBIN HARUS EKSTRA MENJAGAMU!" teriak Chopper, "Aku juga takut nanti kau tidak bisa membedakan Robin dengan hewan-hewan seperti anjing, kucing dan monyet."
"Enak saja Robin lebih pantas denganku," balas Law.
"DIAM KALIAN SEMUA DASAR SIALAN!" Bentak Zoro dengan wajah yang sudah kemerah-merahan.
...ππ°π...
Perjalanan kru Mugiwara pun berlanjut, sebelum mereka sampai di Dressrosa meeka mendapatkan masalah oleh seorang pengendali bajak laut hewan yang berhasil membawa Ceaser atau badut itu pergi.
Setelah berhasil membebaskan dan membawa kembali Ceaser mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Dressrosa.
Setelah mengganti pakaian dengan kemeja, Robin bergegas ke atas menara pengawas untuk memanggil Zoro. "Sayang, ayo sarapan."
Zoro segera berhenti dan berjalan ke arah Robin seraya berbisik "Aku tidak suka melihatmu dekat dengan bocah mesum itu."
Robin tertawa kecil "Dia hanya seorang anak kecil, Zoro."
"Tapi feeling ku berkata lain."
Setelah makan dengan Zoro yang ikut minum teh seperti Robin, dan setelah mengakhiri obrolan mereka menuju keluar kembali.
Robin sedang berada di menara pengawas melihat sekitar dan membiarkan angin laut bermain-main dengan rambutnya.
Penglihatan Robin menangkap banyaknya bunga matahari dan sebuah kastil yang megah berdiri. "Semuanya aku melihat pulau!"
Seluruh orang mulai melihat ke arah pulau bebatuan di depan mereka.
"YOSHA KITA TELAH SAMPAI DI DRESSROSA SHISHISHSI!"