Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Hal Sepele (2)


Law mengendong Zayn dan berjalan menuju ke arah mereka semuanya.


"Papa kenapa lama sekali? Zayn, kan kangen," rengek Zayn dan Law hanya mencium pipinya saja.


"Kenapa salah satu supernova ada disini?" tanya Sanji sambil menyilangkan tangan di dada besar milik Nami.


"Kau ini seperti perempuan saja, bagaimana dengan ibu mu. Dia baik kan?" tanya Law kepada Zayn.


"Baik, bahkan mama sudah ketemu papa." ucap Zayn menunjuk ke arah Zoro. "Yeay Zayn punya 2 papa,"


Robin hanya bisa tersenyum melihat aksi anak lelakinya dan dia merasa tangan kanan di tarik dan di bawa menjauh dari teman-temannya.


"Kenapa Zayn memanggil supernova itu sebutan papa?" tanya Zoro sambil terus memegang pergelangan tangan Robin di luar dan muka indah Robin langsung terhampar dengan dingin salju.


"Emm... kalau aku jelaskan kau pasti salah paham," jawab Robin dan membuat Zoro menaikkan sebelas alisnya.


"Apa kau merahasiakan sesuatu dari suamimu sendiri, hmm?" tanya Zoro mendorong Robin ke dinding besi dan memperkikis jarak.


"Sudah kubilang nanti kau akan marah," ucap Robin tanpa melihat mata Zoro bahkan dia bisa mendengar suara napas suaminya ini.


"Okay, terserah kau saja." ucap Zoro dan kembali masuk lagi dan meninggalkan Robin di luar.


Aku tidak mungkin kan bilang jika aku yang meminta Law untuk berpura-pura menjadi ayahnya. batin Robin sambil menghela napas dan kembali masuk untuk bergabung bersama teman-temannya.


...📚👒🍙...


“Torao, aku bisa meminta pertolonganmu?” tanya Robin di kasur setelah melahirkan anak laki-laki Zoro.


“Kamu masih belum sembuh Nico-ya, tapi apa permintaanmu?” tanya Law mengecek kesehatan Robin pasca melahirkan karena pengguna buah iblis biasanya akan meninggal setelah melahirkan.


“Untuk sementara selama aku berlatih, jadilah Papa buat putra Zoro.” Law bingung.


“Kenapa aku harus menjadi papa dari anakmu dan Zoro-ya?”


"Oi Robin kenapa kamu dari tadi melamun terus?" tanya Nami dan Robin seketika tersadar dari lamunannya.


"Eh Iy-a, maaf aku tadi banyak pikiran," jawab Robin sambil tersenyum tipis sedangkan Zoro terus melihat tingkah yang aneh dari istrinya dari matanya.


"Tumben sekali," ujar Usopp.


"Ada apa Haci?" tanya Nami kepada Haci yang berhenti berlari.


"Aku masih ada urusan, kalian duluan saja," ujar Haci dan mereka pun turun dari tubuh Haci.


"Kalau begitu aku sangat berterima kasih, aku harus segera mencari anakku," ucap Kinemon dan berlari untuk mencari anaknya.


"Kinemon-san, tunggu aku Yohoho," ujar Brook memanggil Kinemon yang sedang berlari di depannya dan menyusulnya.


"Robin, ayo kita juga harus membantu yang lain," ajak Nami dan Robin pun menganggukkan kepala.


"Nee.. Zoro kenapa kau terus tersenyum?" tanya Usopp sambil berbisik.


"Entahlah aku hanya lucu saja melihat kekuatan wanita peniru itu," jawab Zoro dengan berbisik mengingat kejadian ketika dirinya di hadang oleh Tashigi.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua Robin mendengar percakapan tetapi dia terus berlari bersama Nami.


Huft, aku atau kau yang egois?. Batin Robin.


"Oi kalian kenapa diam saja, apa kalian mau cepat-cepat mati ?" tanya Nami sambil setengah berteriak.


"Tentu saja tidak," jawab Usopp dan Zoro bersamaan dan segera menghampiri mereka.


Nami melihat ke arah Zoro dan juga Robin bersamaan dengan perasaan cukup aneh melihat kedinginan di antara mereka berdua.