Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Mugiwara Pirates Kembali



Suatu Pulau Reruntuhan Kerajaan Shikkearu


(Pulau Kuraigana)


"Zoro, apa kau yakin pergi sendirian?" tanya gadis berambut pink yang sedang melayang di udara bertanya kepada seorang lelaki yang sedang memakai jubah hijau untuk menutupi otot-otot kekarnya walau pun masih kelihatan jelas.


"Tentu saja, kau pikir aku anak kecil," jawab Zoro dengan cuek.


"Haaaaaah, pokoknya aku akan tetap mengantarmu. Bisa-bisa kau tidak bertemu lagi dengan teman-temanmu jika kau berangkat sendiri," ucap gadis itu sambil menghela nafas untuk membuatnya betah berdebat dengan lelaki didepannya ini.


"Kenapa kau ingin sekali menemaniku Perona? Apa jangan-jangan kamu punya maksud lain? Kau mengkhawatirkan ku?" tanya Zoro dengan malas dan ucapan lelaki itu mampu membuat pipi gadis itu berubah menjadi merah.


"Ka..kau ini terlalu pede dasar buta arah," ejek Perona sambil memalingkan wajahnya.


“Ya sudah sana kamu pergi sendiri!”


"Kurang ajar, kau niat membantuku tidak sih?" tanya Zoro dengan kesal.


"Huh, bukannya kau sendiri yang tidak mauku bantu," jawab Perona yang masih cemburu dan tentu saja masih ada rona merah di pipinya.


"Ya sudah kalo gak mau diantar," ucap Zoro yang melangkah keluar dari kastil kediaman Dracula Mihawk sang rival sekaligus gurunya selama 2 tahun ini.


"Ehh... Zoro tunggu aku, kau benar-benar mau tersesat ya?!" teriak Perona sambil mengejar Zoro tentu saja dengan kekuatan buah iblisnya yang membuat dirinya bisa terbang.


...----------------...


Di Pulau Boin. Pulau bunga mekar dilautan.


"Usopp san, apakah kau sudah akan pergi?" tanya Kumbang raksasa yang bisa berbicara itu.


"Tentu saja, terima kasih atas ajaranmu." jawab Usopp kepada kumbang itu.


Itu memang sudah tugasku Usopp-san.


Di Pulau  Weatheria yang berlokasi di langit.


"Minna, Arigato nee," ucap gadis berambut panjang bergelombang berwarna oranye itu sambil melambaikan tangannya kepada penduduk pulau langit yang mayoritas sudah kakek-kakek.


"Hati hati Nami, jaga dirimu," ucap mereka semua serentak sambil menangis tersedu sedu.


Di Pulau Momorio (Kerajaan  Kamabakka)


Akhirnya setelah sekian lama aku akan keluar dari neraka ini batin seorang lelaki berambut pirang sambil tersenyum bangga.


"Nami-swan, Robin chuann, aku sangat merindukan kalian," ucap lelaki itu sambil berlari badai memasuki kapal dengan mata yang sudah berbentuk love.


"Hoho kasian sekali Sanji-kun, dia pasti tertekan karena akan berpisah dengan kita," ucap seorang okama berambut hijau dan di angguk i dengan teman-temannya yang sesama okama.


"DIAM LAH KALIAN SEMUA!" bentak lelaki itu yang ada di atas kapal.


Di Pulau Salju (Kerajaan Masa Depan Barjimoa)


"Aww tentu saja, aku sangat menunggu moment ini. Supeer!" jawab lelaki itu sambil berpose aneh.


Tunggu aku teman-teman, batin Robot manusia itu.


Di Kerajaan Torino (perpustakaan besar berisi macam-macam penelitian tanaman)


"Chopper-san hati-hati," ujar para penduduk pulau tersebut kepada rusa berhidung biru.


"Tentu saja, terima kasih telah memberiku banyak ilmu," sahut Chopper sambil menganggukkan kepala dengan mengemaskan sambil tersenyum.


"Sama-sama Chopper-san, dan jika berkenan biarkan burung itu membawamu kepada teman-temanmu," ucap para penduduk.


"Hehehehe benarkah? Arigato," ujar Chopper sambil menaiki burung tersebut.


Kembali lagi ke Robin...


"Robin-san, biar kami antar ya," bujuk Koala kepada Robin yang sudah berada di ujung pintu markas besar Revolusi Army.


"Tidak perlu Koala, biar aku saja sendiri yang ke sana," elak Robin sambil tersenyum.


"Huhaa Robin-san, aku pasti akan sangat merindukanmu," ucap Koala sambil memeluk Robin dengan buliran air mata membasahi pipinya.


"Tidak perlu cemas Koala, nanti kita pasti akan bertemu kembali," ucap Robin menenangkan Koala dengan mengusap usap punggungnya.


"Janji ya Robin-san," rengek Koala.


"Iya aku janji," ujar Robin sambil tersenyum.


"Robin, sepertinya kau ketinggalan sesuatu," ucap seekor manusia ikan sambil memberikan tas ransel berwarna ungu tersebut


"Ara, Arigato Hack," sahut Robin sambil memakai ransel tersebut.


"Nee.. Robin, aku tadi merasa ransel mu tadi agak--"


"Tidak ada yang perlu di pertanyakan, Hack?!" elak Robin sambil tersenyum manis.


"Oh iya, dan juga minta tolong jaga dia ya," ucap Robin.


"Tentu saja Robin, kami pasti akan menjaganya," ucap Koala dengan tegas.


"Kalo begitu, sampai jumpa Minna," ucap Robin sambil melangkah pergi dari tempat persembunyian dan berlindungnya selama 2 tahun.


Di Hutan tidak jauh dari Pulau Amazon Lily


"Luffy-san sebentar lagi kita akan pergi ke Sabody," ucap seorang wanita dengan rambut berwarna pirang kepada Luffy yang sedang memakai topi jeraminya.


"Tentu saja, ayo kita kesana!" tegas lelaki itu dengan lantang ketika sudah memaki topi kebanggaannya yaitu topi berbentuk jerami.


...'Mugiwara pirates akan kembali !'...