Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Kekhawatiran kepada Calon Bayi (2)


"Oi Luffy, kau ingin membuatku mendengar cerita Robin chuan setengah-setengah?" Tanya Sanji dengan garis emosi di dahinya.


"Sanji kun, aku akan merasa kelaparan dan kehausan selama Robin bercerita, begitu pula dengan Robin. Kau tidak kasihan dengan Robin yang sedang mengandung?" Tanya Nami dengan lembu membujuk Sanji dan tentu Sanji langsung seketika berubah.


"Tentu saja Nami swaaaannn, aku tidak mungkin membiarkan Robin chuaann beserta anaknya kelaparan," ujar Sanji dengan tornado langsung bergerak menuju dapur untuk membuat cemilan selama Robin bercerita.


"Haaaaah, dasar mesum," ejek Nami sambil menghela napas panjang.


"Moe, kenapa kau hanya tertawa?" Tanya Nami kepada Luffy.


"Robin, ayo ceritakan segera," ucap Zoro yang sangat tidak sabaran. Robin menganggukkan kepala dan mulai menceritakan semuanya.


Semuanya terhanyut dalam cerita Robin, mereka sampai emosi dan tentu Zoro juga emosi mendengar Robin MEMINTA dokter tatoan itu untuk menjadi ayah dari putranya. Tetapi ia tidak terlalu marah karena mengerti maksud dari permintaan istrinya tersebut.


...🍰🍙🍰...


Tidak terasa sudah 7 bulan 2 minggu Robin mengandung bayi. Robin mengandung 2 janin dan belum diketahui jenis kelaminnya.


"Robin hati-hati," ujar Nami membimbing Robin ke kamar mandi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak ingin Zoro lihat.


"Makasih ya Nami, aku benar-benar merepotkan dirimu," ujar Robin. Semakin lama perutnya semakin besar karena ada 2 janin didalamnya. Dan tentu ketakutan Zoro sangat besar, terlebih sekarang atau malam ini Robin akan masuk kandungan yang ke 7 bulan.


Walaupun kandungan Robin masih 7 bulan, tetapi dirinya seperti sudah mengandung 9 bulan.


Setelah membuang hajat, ia keluar tetapi karena lantainya licin Robin hampir terjatuh tetapi Nami berhasil mencegahnya, Nami berhasil menahan Robin agar tidak jatuh ke lantai.


"Terima kasih Nami," ujar Robin yang memucat dan Nami menjadi takut.


"Robin kakimu mengeluarkan air bening," ucap Nami mulai takut tetapi Robin menenangkan Nami.


"Tenang, gapapa kok," ucap Robin sambil tersenyum dan meminta Nami untuk merahasiakan kejadian ini kepada siapapun tak terkecuali.


Kreett


Pintu tempat itu terbuka, Robin melihat ke dalam dengan memasukkan kepalanya terlebih dahulu, tetapi tidak ada tanda-tanda rusa biru itu.


"Sepertinya Chopper dan yang lainnya belum kembali," gumam Robin masuk dan berbaring di kasur untuk menghilangkan nyeri di perutnya.


"Mama berharap kalian berdua baik-baik saja," ujar Robin sambil mengelus-elus perutnya.


Yang hanya ada di kapal Nami, Robin, Jinbei dan Usopp saja. Carrot ingin ikut berpetualang bersama mereka tetapi karena dirinya masih ada kewajiban yang harus diselesaikan terlebih dahulu, bisa dibilang Carrot baru menjadi calon anggota kru Mugiwara selanjutnya.


Akhirnya mereka pun pulang, dengan suara yang sangat melengking Luffy sebagai pertanda kehadiran mereka. Robin pun segera ikut melihat ke depan menyambut mereka.


"SANJI KAPAN WAKTUNYA MAKAN SIANG?!" teriak Luffy ketika menginjak rumput Sunny.


"Sabarlah, aku baru saja sampai!" Balas Sanji dan segera menuju ke dapur tetapi tentu menyapa Nami dan Robin terlebih dahulu.


Muka Robin pucat tetapi Robin berhasil menutupi dengan lipstik untuk membuat warna di bibir putihnya.


Semuanya pun berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama. Mereka menyantap makanan yang telah disediakan tetapi Nami takut dengan kondisi dari Robin.


"Nami, kenapa kau hanya mengaduk aduk makanan?" Tanya Luffy bingung.


"Oh itu bumbunya tidak tercampur rata haha," jawab Nami dengan senyuman.


"Eh? Air apa ini?" Tanya Zoro melihat air dan air itu berasal dari Robin.


"KYAAA ROBIN AKAN MELAHIRKAN!"


"NANI?!"