Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Pertemuan


"Mama ada api." tunjuk Zayn ke arah samping kanan dan kiri yang di penuhi oleh api.


"Zayn jangan nakal," ucap Zoro memperingati Zayn agar tidak terlalu banyak bergerak.


"Papa gak asik," ketus Zayn.


"Aku sedikit bingung ama Zayn," ujar Usopp melihat ke belakang.


"Memang.. kenapa Usopp?" tanya Robin.


"Nee.. Robin, Zayn itu umurnya berapa?" tanya Usopp.


"Sebentar lagi dia akan 1 tahun," jawab Robin "Memangnya kenapa?"


"Dan dia sudah bisa berbicara ? Wow benar-benar hebat." ucap Usopp sambil bertepuk tangan "Aku masih ragu kalau dia anak Zoro."


"Oi oi, aku ini bapaknya. Lihatlah anak ini saja mirip denganku." ujar Zoro sambil menunjuk Zayn.


"Nee.. sudahlah, kenapa dari tadi kalian berdua bertengkar?" tanya Luffy yang memakan bekalnya.


"Kau ini masih sempat-sempatnya makan." ujar Usopp sambil memukul pelan kepala Luffy.


"Mama." ujar Zayn mau melihat bekal.


"Zayn kamu belum boleh makan ini, gigi kamu masih sedikit sayang." elak Robin sambil mengelus rambut hijau milik Zayn dan Zayn cemberut.


"Kalian juga makan!" bentak Usopp melihat Zoro dan Robin memakan bekalnya.


"Memangnya kau tidak mau makan?" tanya Zoro yang memakan bekalnya.


"Papa," rengek Zayn.


"Gak boleh." jawaban dari sang ayah membuat Zayn menggembungkan pipinya.


"Nee...Zayn," Zayn melihat ke arah Usopp.


"Kenapa kau sama sekali tidak mau memakai sehelai pakaian selain popok?" tanya Usopp.


"Ge-rah," jawab Zayn sambil duduk di pangkuan ayahnya.


"Bahkan kamu sama sekali tidak memakai celana," ucap Usopp.


"Nanti Zayn pakai."


"Terserah dirimu saja," ujar Usopp "Tapi lebih baik kita kembali saja."


"Memangnya kenapa?" tanya Zoro.


"Oi oi aku ini punya penyakit-"


"Sudah tahu." potong mereka bertiga sambil tersenyum.


"Nee... aku benar-benar ketakutan sekarang," ujar Usopp sambil merinding sendiri memasuki pulau.


...📚👒🍙...


"Ano nee, Nami-san." Nami melihat ke arah Brook.


"Apakah mereka akan baik-baik saja?" tanya Brook.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Lagi pula aku tidak yakin jalan yang aku buat akan sampai di sana." jawab Nami dan mengikat rambut panjang berwarna oranye itu.


"Bagaimana jika mereka jatuh Nami? " tanya Chopper yang masih syok mendengar pernyataan dari Nami.


"Biarkan saja."


"Haha, kau ini benar-benar kejam ya." ucap Franky melihat sikap Nami seperti Robin.


"Sudahlah lagi pula mereka akan baik-baik saja, jika tidak ada yang membuat mereka tertarik nanti akan kembali sendiri kok. " terang Nami.


"Bagaimana jika aku membuatkan makanan yang dingin?" tawar Sanji.


"Aku mau! " teriak Chopper.


"Aku juga! " lanjut Brook.


...☕👒🍙...


Zoro yang lain pun tiba di pulau panas tersebut dan mereka pun mulai masuk ke dalam tetapi sayangnya terkunci.


"Lihatlah, di sini sudah jelas kau daerah ini di larang. Lebih baik kita keluar saja. " bujuk Usopp.


Splasshhh


Zoro memotong pintu besi menjadi dua dengan pedangnya.


"Shihihi sekarang ada jalan. " ucap Luffy dan mulai masuk ke dalam sedangkan Usopp masih syok.


"Zoro kenapa kau malah memotong pintu itu sih!" bentak Usopp tidak terima dengan sikap Zoro.


"Robin, ayo kita masuk, " ajak Zoro dan mengacuhkan Usopp.


Terpaksa aku harus mengikuti mereka. Batin Usopp dan berlari menyusul mereka yang sudah berada di dalam.


Suasana di dalam sangatlah panas, dan membuat mereka terkesan terbakar.


"Mama, panas. " rengek Zayn di dalam pelukan Robin yang tengah memakai baju yang tipis sedangkan bajunya yang biru telah ia kaitkan di pinggangnya. Sedangkan Zoro dan Luffy bertelanjang dada, semakin mereka masuk maka semakin panas.


"Zayn, kamu malah buat ibumu semakin panas." Komentar Zoro.


"Tapi Zayn gak kuat."


"Bukannya itu membuat dirinya semakin panas?" tanya Usopp yang sangat tersiksa dengan cuaca ekstrem ini.


Robin mengeluarkan Zayn dan menggendongnya. "Seis fluers!"


Dengan bantuan tangan ia membuat kincir angin dengan tangan, agar tubuh Zayn tidak merasakan terpanggang.


"Enaknya," komentar Luffy yang mengeluarkan lidah karena kepanasan.


"Tubuh Zayn berbeda Luffy, jika terkena cuaca yang sangat ekstrem dia bisa benar-benar terpanggang."


"Itu mengerikan sekali!" komentar Usopp dan Luffy bersamaan.


Mereka berjalan kembali dan tidak lama ada sesuatu hal yang membuat mereka harus berpencar. Robin, Zayn dan Usopp bersembunyi sedangkan Zoro dan Luffy bertarung.


"Aku merasakan auramu!" Zoro terkejut melihat pernyataan dari naga merah itu.


"Oi Luffy! Naga ini bisa berbicara!" teriak Zoro dan berusaha melindungi keluarganya dari amukan naga.


"ZORO! KENAPA KAMU TIDAK MELINDUNGI KU JUGA!" bentak Usopp.


"ZORO USOPP! BANTU AKU!" Usopp segera membantu begitu juga Zoro setelah mendengar perintah kapten.


Usopp mengeluarkan jurusnya sedangkan Zoro menebas kepala hewan itu.


Usopp dan Robin yang melihat itu tertegun.


"Bagus Zoro!" teriak Usopp dan Robin tersenyum.


"Mill fluers!" Tangan raksasa Robin menangkap tubuh Zoro dan Luffy.


"Mari kita lanjutkan perjalanan!" mereka kembali melanjutkan perjalanan, Usopp melihat ke belakang dan melihat sosok aneh wanita berbulu disalah satu bangunan.


"SETAN!" TERIAK USOPP KETAKUTAN.


"KAKI!" TERIAK LUFFY DENGAN KAGUM MELIHAT KAKI SAMURAI.