
Para awak kapal Mugiwara no Ichimi telah tiba di pesisir Pulau Dressrosa. Law memberikan peta gambar pulau tersebut dan mulai membagi tim untuk menjalankan rencana untuk menghancurkan Doflamingo dari dalam dan luar secara bersamaan.
"Kenapa pula kau harus setim dengan Robin?" Tanya Zoro dengan sangat tidak suka karena Robin setim dengan Law walaupun disana ada Usopp tetapi rasa cemburu telah membakar hatinya duluan.
"Aku membutuhkan kekuatan dan kepintaran Robin mengerti, jangan cemburu seperti itu lagi!" Jawab Law dengan ketus dan tentu membuat Zoro mulai terpancing.
"Apa kau bilang?!" Robin mengusap-usap lengan Zoro untuk membuatnya menjadi tenang.
"Tenang Zoro, untuk saat ini redakan dulu emosimu ya," bujuk Robin dan Zoro hanya berdecak yang masih tidak suka dengan hal tersebut.
"Sudahlah Zoro ber dewasalah sedikit, malu kepada Luffy disana," ujar Usopp menunjuk ke arah Luffy yang malah cemberut sambil memeluk Nami.
"Nami, kenapa kita harus terpisah lagi sih? Bagaimana jika kau nanti kenapa-kenapa?" Tanya Luffy yang menjadi manja sambil menaruh dagunya di bahu kanan Nami.
"EHH KAU BAHKAN LEBIH PARAH DARI ZORO!" bentak Usopp dan Chopper secara bersamaan.
"Aww super keromantisan diantara kapten dan wakil kapten membuat semuanya iri dengan kalian!" Teriak Franky sambil meminum cola nya
"Yohoho, aku benar-benar iri dengan kalian berdua, Luffy san Zoro san." Lanjut Brook sambil tertawa sedangkan Sanji berdiam diri dipojokkan batu melihat nasib kesendiriannya.
"Aku lebih baik mati saja," ucap Sanji yang sangat depresi.
"SANJI JANGAN MENGATAKAN HAL SEPERTI ITU!" teriak Chopper yang menjadi panik.
Dahi Law telah berdenyut karena dirinya beraliansi dengan sekelompok orang yang bodoh dan aneh "Bisakah kita langsung segera melakukannya?"
Teriak, kan Luffy membuat semangat para kru membara dan mereka mengikuti Luffy mengepalkan tangan ke udara dan berteriak 'Osh'.
"Nanti kita bertemu lagi ya, fufu." Ujar Robin menuju kapal untuk berganti pakaian dan Zoro hanya menghela napas dan mulai ikut ke dalam rombongan Luffy.
"Aku akan menjagamu!" Ujar Zoro kecil dan mulai berangkat dengan para rombongan.
...🍰🍙🍰...
Hati Robin mulai menerima kepergian dari Zayn putra pertama dan kesayangannya. Karena ketika Zayn lahir itu merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan.
Kita kembali kepada 2 tahun yang lalu...
Robin menyadari dirinya hamil setelah dibawa oleh para pasukan menyelamatkan dirinya. Selama 9 bulan itu Robin merawat anaknya dengan sangat gembira serta hati yang sangat takut.
Hati yang gembira karena dirinya untuk pertama kali seumur hidup merasakan kehidupan yang lain didalam hidupnya. Ia sangat bersyukur dan ia mengerti kenapa ibunya sangat menyaingi dirinya.
Selain perasaan gembira itu ada juga perasaan takut yang sangat dalam. Dirinya takut bayi kecilnya ini akan menjadi incaran para pemerintah, ia takut bayi ini tidak dapat ia selamatkan, ia takut teman-temannya tidak akan menerima dirinya lagi serta ketakutan terhadap Zoro yang tidak akan mengakui anaknya juga dirinya.
Terlebih lagi, ia telah membaca suatu artikel mengenai banyaknya kematian para pengguna buah iblis yang meninggal setelah melahirkan seorang anak. Tentu itu menambah ketakutan dari Robin tetapi Koala selalu mendukung apapun tindakan darinya.
Ketika hari kelahiran perdananya, Robin sangat ketakutan dan yang melakukan persalinan adalah para dokter perempuan revolusi.