
Zayn berada di dalam baju hangat yang di kenakan oleh ibunya.
"Zayn, kau jangan tidur ya," ujar Robin sambil membelai rambut anaknya yang tadi menguap.
"Hoam, iya." jawab Zayn memperdalam ke arah dada ibunya untuk mencari kehangatan.
"Oi oi Franky apa yang kau lakukan kepada Nami ku?" tanya Luffy yang panik melihat ke arah Franky yang ingin memukul Nami karena sedang melihat dadanya.
Pletak
Usopp dan Luffy membuka mulut melihat aksi dari Franky yang memukul Nami, sedangkan Zoro memeluk tubuh Robin dari belakang yang duduk di pangkuannya untuk menjaga istrinya dan juga anaknya tetap mendapatkan kehangatan.
...📚👒🍙...
Setelah masuknya Zoro, Nami, Sanji, Usopp dan Kinemon ke dalam pabrik. Para angkatan laut juga telah menutup pintu sebelum gas beracun berwarna ungu membuat mereka semua menjadi batu.
"Kalian ini benar-benar ingin membuat kita semua mati," bentak angkatan laut.
"Hah? Aku tidak dengar." ucap Zoro cuek.
"Omaee!"
"Nee... apa kita benar-benar akan selamat disini?" tanya Usopp.
"Tentu saja tidak! Lagi pula kita harus segera pergi dari pulau ini, yohoho." jawab Brook.
"Luffy," ujar Robin.
"Iya Robin." jawab Luffy.
"Apa kau melihat Zayn?" tanya Robin dengan mata yang dingin dan Luffy hanya menggeleng kepala.
Anak itu kemana ya? batin Robin.
"Robin aku ingin menyampaikan sesuatu," ujar Luffy mendekat ke arah Robin.
"Yosh! Ayo kita pergi," teriak Sanji di dalam tubuh Nami.
"Tunggu dulu," bentak Nami di dalam tubuh Sanji "LAW."
Law yang berada di atas melihat ke arah Nami dan juga Sanji "Cepat kembalikan kami seperti semula,"
"Apa maksudmu Sanji-kun?!" bentak Nami.
"Tidak Nami-san, aku hanya," elak Sanji.
"Room," ucap Law sambil berdecak dan mengembalikan jiwa Nami ke dalam tubuhnya begitu juga dengan jiwa Sanji.
"Begitu ya, baiklah." ucap Robin.
"Arigato," ucap Luffy dan mulai sedikit melakukan pemanasan "Aku akan menghajar Caesar,"
Zoro yang melihat Luffy "Luffy,"
Luffy memberhentikan larinya dan melihat kearah Zoro "Ingatlah kita sekarang berada di dunia baru, aku tidak mau seperti kejadian waktu itu. Jadi..., berhentilah bermain-main."
Luffy tersenyum dan menganggukkan kepala "Yosh, gomu-gomu no.. Ufo, " ucap Luffy dan membuat kakinya berputar sehingga dirinya bisa terbang.
"Kita juga harus menangkap Mugiwara no Ichimi," teriak para angkatan laut dan mengepung Zoro dan teman-teman yang ada di bawa.
"Cih apa kita harus sedikit bermain?" tanya Sanji.
"Sepertinya begitu." jawab Zoro sambil memegang pedangnya yang berada di kanan.
"Oi, jangan buang-buang waktu disini," ujar Law dan Smoker dan juga Tashigi melihat kearahnya.
"Pintu akan ditutup lagi pula ada lubang dan membuat gas itu akan masuk ke dalam sini." ujar Law sambil berjalan menjauh dari arah mereka.
"Kalian semua." bentak Smoker ke arah G-5 yang berada di bawah.
"Jangan buang-buang waktu di sini, kita harus keluar dari ruangan ini sebelum pintu di tutup." lanjut Smoker.
"Jadi ayo bergerak sebelum kita menjadi batu di sini." ujar Tashigi.
"Begitu ya, kalau begitu. Ayo G-5 kita pergi dari sini." mereka semua mengepalkan tangannya ke atas.
"Kita juga harus pergi dari sini," ujar Usopp dan mereka mulai berlari.
"Zoro kau jangan sampai tersesat," seru Nami memperingatkan Zoro.
"Berisik," bentak Zoro.