
"Oi aku melihat pulau, " teriak Franky dari luar dapur.
Mereka pun keluar dari dapur dan langsung melihat sebuah pulau yang penuh dengan lautan api yang sangat panas.
"Huaaa, pulau apa itu? " tanya Luffy.
"Apa mungkin samurai itu ada di sana?" tanya Robin.
"Mungkin saja benar, " jawab Nami dan membuka jaketnya karena udara sangat panas.
"Demo-nee, dia aneh sekali bukannya pulau ini panas." ujar Usopp sambil menunjuk api yang menyala-nyala di beberapa meter dari kapal mereka.
"Lihat bahkan ikan-ikan pada mati." ucap Chopper sambil melihat ke arah ikan-ikan yang mati.
"Pulau itu sangat mengerikan." ujar Usopp dan Chopper sambil berpelukan.
"Tapi aku ingin ke sana, jika kalian tidak mau ya sudah." elak Luffy.
"Tunggu Luffy kau tidak boleh pergi sendirian." cegah Nami dan memeluk Luffy dari belakang.
"Fufufu."
"Kalau begitu lebih baik kita pilih saja." ujar Sanji.
"Kau benar." sahut Nami "Lagi pula kita tidak mungkin membiarkan Luffy ke sana sendirian."
Nami mengeluarkan beberapa kertas dan meminta mereka semua untuk menarik satu. Jika ada tanda merekalah yang akan ikut.
"Walaupun di pilih pun, aku tetap akan ikut." ujar Zoro dan memilih kertas di samping tangan Robin.
"Zoro, jika aku terpilih. Kau mau mengganti ya." ujar Chopper dengan mata yang berkaca-kaca.
"Yosh, aku akan mempertaruhkan nyawa aku di sini." ujar Usopp sambil menarik kertas dengan cepat.
Usopp syok ketika melihat kertas yang memiliki tanda berwarna merah.
"Yosh, jadi yang akan ikut adalah..." Sanji melihat ke arah teman-teman setelah dirinya melihat kertas yang di tariknya tidak memiliki tanda.
"Kami yang akan ikut." ujar Zoro mengangkat kertasnya yang memiliki tanda di ujungnya.
"Aku tidak sabar." sahut Robin karena dirinya juga mendapatkan kertas memiliki tanda.
"Wow, kau beruntung sekali." ejek Sanji sambil menahan tawa.
"Apa yang beruntung?" tanya Usopp dengan marah "Tolong tukaran dengan aku."
...📚👒🍙...
"Ini bekalnya jangan lupa dimakan." ujar Sanji memberikan bekal kepada Luffy.
“Kamu harus hati-hati Luffy,” lanjut Nami.
Luffy mengangguk "Shihihi., Arigato. Iya Nami aku akan menjaga mereka."
Nami kesal, “Dirimu juga!”
"Mama, Zayn ikut," ujar Zayn di gendongan mamanya.
"Kamu di sini saja, di sana sangat berbahaya." ujar Zoro sambil mengusili anaknya yang tidak mau turun dari gendongan Robin.
"Gak mau, Zayn mau ikut." rengek Zayn sambil memasuk ke dalam baju Robin dan bersembunyi di dada Robin.
"Ya ampun anak ini." ketus Zoro melihat tingkah laku anaknya.
"Sudahlah, bawa saja Zayn. Dari pada membuat kita semakin lama di sini." bujuk Luffy dan Zoro hanya bisa pasrah.
Nami memutar Climat-nya "Milk Road."
Nami membuat jalan dengan kemampuan yang dia latih dari Wheateria, untuk membuat sebuah jalan supaya teman-teman bisa sampai di pulau panas tersebut.
"Nami kau hebat." puji Luffy dan Nami menanggapinya dengan kekeh.
"Itu seperti awan yang ada di pulau Skypie." ujar Chopper dengan takjub.
"Yosh, para penjelajah Mugiwara berangkat." teriak Luffy dan berlari menuju ke Going Merry versi kecil.
"Zayn nanti gak boleh nakal ya." ucap Robin kepada Zayn yang ada di dadanya.
"Sini biar ku gendong." ujar Zoro dan membawa Zayn ke dalam pelukannya.
"Entah kenapa aku merasa akan ada hal yang mengerikan akan terjadi." gumam Usopp.