
“Oi Zoro kau yakin membawa Zayn kemari?” tanya Brook melihat Zayn diatas kepala Zoro yang sedang berendam di air panas.
“Memang kenapa? Robin dan yang lain tidak akan mendapatkan informasi jika Zayn berada disana,” jawab Zoro dan mulai memandikan Zayn di air.
“Kau kenapa Zayn?”tanya Zoro karena Zayn tidak mau mengenai air.
“Yohoho, mungkin airnya terlalu panas, aku bahkan tidak sanggup untuk tertawa yo..ho..ho.”
“Sepertinya bukan karena airnya.”
Nami dan yang lain dikejar oleh para angkatan laut ketika identitasnya terbongkar.
“Nami, kau mendapatkan informasi, kan?” tanya Robin dan Nami mengangguk cepat.
“Tentu saja, dan kita harus bilang kepada yang lainnya!”
Usopp berhenti dan melancarkan serangan, “Hisatsu midori boshi, star!”
“Bagus dengan begini kita bisa kabur!”
“Cepat kejar mereka!”
Hampir 1 jam dan mereka bertemu dengan kelompok Luffy dan yang lain.
“Sepertinya mereka membawa banyak sekali musuh!” ucap Zoro melihat ke arah depan. Pakaian mugiwara sangat bagus, mereka benar-benar didandani oleh Brook.
“Kita harus bertarung!” ujar Sanji.
“Yohoho kita disini saja ya Zayn yang tampan!”
Luffy dengan wajah murung baju ke depan melewati Zoro dan Sanji. “Luffy jangan sampai membuat mereka terbunuh loh, kita harus mendapatkan informasi dari mereka!”
“Syukurlah Luffy, untung kami bisa menemukanmu,” ucap Usopp yang berlari menggendong Nami.
“Semoga berhasil,” ucap Robin.
Tidak berlama-lama Luffy langsung membuat para marine kewalahan.
“Ini haoshoku no haki,” ucap wakil admiral.
“Oi dimana Z?” tanya Luffy.
“Dia berada di pulau ini... didekat gunung berapi.”
Tak berlama-lama Trio monster SHP langsung berangkat disusul dengan Usopp.
“Kami akan menunggu kalian di stasiun!” teriak Usopp.
“Minna, mari kita pergi!” komando Nami dan yang lain menganggukkan kepala.
...👒🍰🍙...
#Pertarungannya silakan menyaksikan di One Piece Movie Z.
Sudah hampir 1 minggu setelah peperangan melawan Neo angkatan laut, dan tubuh Nami, Chopper , Robin dan Brook kembali ke usianya.
Sekarang mereka sedang menepi di sebuah pulau yang sangat indah untuk mereka berlibur sebentar setelah pertarungan yang hebat.
Mereka pun turun dan pergi dengan teman-temannya masing-masing.
“Luffy! Ayo ikut aku!” teriak Nami dan langsung menyeret Luffy pergi.
“Nami-san, kenapa bukan aku saja yang kau tarik!” teriak Sanji histeris.
“Tidak kenapa Robin dan Zoro harus menjaga kapal!” teriak Franky.
“Ayo Chopper!” ajak Usopp.
Luffy yang di seret dengan Nami untuk menemaninya berbelanja, Usopp yang bersama dengan Chopper pergi menuju ke pusat perpustakaan di kota itu. Sanji, Brook dan Franky pergi entah ke mana setelah melihat sebuah kerumunan wanita cantik. Zoro sekeluarga yang hari ini mendapatkan jadwal untuk menjaga kapal.
"Nee.., kita berasa pacaran ya." ucap Zoro sambil membelai rambut hitam Robin selembut sutra sedangkan Robin sedang memberi asi kepada Zayn.
"Papa gak anggap aku?" tanya Robin menirukan gaya anak kecil dan memainkan tangan mungil Zayn yang masih menyusui.
"Gak." jawab Zoro dan Robin mencubit perut kotak-kotak Zoro yang terlihat jelas karena dia memang hanya menggunakan pakaian biasanya yaitu jas hijau dengan penghangat perut dan juga dengan sepatu botnya dan juga celana panjangnya.
Sedangkan Robin menggunakan pakaian berwarna hijau yang dia beli waktu di Fishman Island, Zayn menggunakan baju berwarna pink dengan di tengahnya ada bunga matahari pemberian dari Nami dan juga celana jens pemberian dari Luffy.
"Dari tadi kerjanya hanya minum asi sama tidur." ledek Zoro dan menusuk mulut Zayn yang sedang asyik meminum asi.
"Kamu itu sudah umur satu tahun Zayn." lanjut Zoro sambil mengendong Zayn dan mengangkatnya ke atas sambil melepaskannya dan menangkapnya dengan cepat dan juga melempar Zayn ke atas kembali dan tentu perbuatan itu membuat Robin menjadi marah besar.
"Zoro!" bentak Robin dengan aksi suaminya yang telah 2 tahun menikahinya kepada anaknya yang masih berumur 1 tahun.
Zoro meletakkan anaknya di lantai dan menyuruhnya berdiri tapi anaknya tak kunjung bisa.
"Jangan terlalu memanjakannya Robin, dia tidak akan tumbuh menjadi lelaki dewasa jika terus seperti ini." ujar Zoro sambil membantu anaknya berdiri tapi jatuh lagi dan jatuh lagi.
Apa yang di bilang Zoro benar juga, sepertinya aku memang terlalu memanjakannya, batin Robin dan melihat Zoro sedang memberi pendidikan kepada putra pertama mereka.
"Maafkan aku Zoro." ujar Robin sambil mencium pipi kiri Zoro.
"Jangan memanggil nama lagi, sayang." ucap Zoro dan membuat Robin bingung.
"Kenapa?"
"Aku takutnya Zayn malah ikut, umur-umur segini biasa anak akan mengikuti apa pun di bicarakan di sekitarnya." jawab Zoro dan membuat Robin tersenyum bangga.
"Kau sudah banyak perubahan sayang." ujar Robin sambil memeluk lengan kiri Zoro "Kamu semakin dewasa dan juga tegas."
"Sikapku memang seperti ini sayang, aku hanya tidak ingin menampakkan selain dengan istri dan keluargaku sendiri." ujar Zoro sambil mencium puncak kepala Robin.
Cup
"Bahkan dengan teman-teman kita?"
"Aku hanya ingin dikenal sebagai Zoro si buta arah dan bodoh dengan mereka. Karena aku memang lebih nyaman."
"Aku hanya bisa menurutimu sayang." ujar Robin berpelukan dengan Zoro.
Zayn yang terus berjalan karena dia mulai bisa tetapi ketika dirinya terpeleset dengan cepat tangan Robin tumbuh dan menolong buah hatinya.
Zayn marah kepada tangan-tangan palsu mamanya karena mengganggu belajar jalannya. Dia pun berjalan dan terjatuh lagi dan dibantu oleh tangan Robin tapi malah marah.
"Biarkan Robin, dia itu gak suka di bantu." ujar Zoro sambil melihat anaknya yang terus belajar jalan secara otodidak.
"Nee.. gimana kalo kita bikin adik buat Zayn?" tanya Zoro dengan senyum penuh arti dan semakin merapatkan tubuhnya dengan Robin.
"Zayn masih kecil." elak Robin dengan kepala bersandar di bahu Zoro.
"Oh, ayolah Robin. Sejak kau hamil aku tidak lagi menyentuhmu." pinta Zoro.
"Tapi, siapa yang akan menjaga kapal, ketika lagi melakukan itu?" tanya Robin dan terus melihat Zayn yang semakin lancar berjalan.
"Tenang lah Robin, kita masih di kapal." ucap Zoro "Jadi gimana mau kan?" Robin mengangguk dengan malu-malu dan Zoro membawa Robin ala bridal style ke atas menara penjaga milik Zoro dan membiarkan Zayn sendirian dengan tangan-tangan dan mata replika milik Robin.