Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
Pertarungan dengan Z


Nami melihat arloji di tangan kirinya, anak jarum di dalam log pose itu berputar tidak tahu arah tujuan.


Apa mungkin daya magnetnya hilang? tapi itu sangat mustahil batin Nami.


"Emmm... ini benar-benar membuatku tidak nyaman," ucap Chopper karena sedari tadi kulitnya merasa tidak enak.


Zoro sedang membersihkan pedangnya sedangkan Zayn ada di pangkuan ayahnya. Dia tadi menangis karena haus, tetapi Zoro tidak menghiraukannya.


Lagi pula nanti akan diam sendiri batin Zoro dan itu pun benar.


Brook sedang duduk di lantai rerumputan di samping Chopper. Robin ada di samping Chopper yang terus mengaruk garuk kulitnya.


Sedangkan Franky, Usopp dan Nami sedang berdiskusi tentang butiran hitam yang turun dari langit dekat dengan kepala Sunny Go.


"Nee.. sepertinya debu itu membuat kulitmu gatal." ucap Robin sambil mengambil secangkir teh yang di bawakan oleh Sanji, "Bagaimana kalau kita mandi bersama?"


"Mandi." pekik Sanji sambil membentuk matanya love.


"Bersama." lanjut Brook.


"Mungkin sepertinya bisa, lagi pula sekerang memangnya jadwalku mandi." jawab Chopper dan Robin tersenyum.


"Chopper-san boleh, kan, aku ikut mandi bersamamu?" tanya Brook.


"Tidak mau." jawab Robin sambil memalingkan wajahnya dan membuat Brook sedangkan Sanji dan Chopper hanya bisa menenangkan Brook.


"Mama." rengek Zayn sambil mengucek matanya.


Zoro yang melihat itu langsung menaruh pedangnya dan mengendong putra semata wayangnya, Zayn.


"Kau mau ke mana Zoro?" tanya Robin melihat Zoro yang membawa Zayn ke atas menara.


"Zayn mau tidur." jawab Zoro dan melanjutkan kembali perjalanannya, Robin pun segera menyusul Zoro.


"Nee... Nami, apa kau sudah tahu sesuatu?" tanya Franky, Nami menggeleng.


"Entah lah, tetapi jarum ini terus berputar seperti anak yang mencari induknya." jawab Nami sambil melihat benda di pergelangan tangan kirinya.


"Begitu ya." ujar Franky sambil menggaruk pipinya yang masih belum terlalu mengerti.


"Jangan meragukan kepintaran Nami-san, dia tahu apa yang terbaik untuk kita semua. " ucap Sanji dan memberikan secangkir teh kepada Nami.


"Terima kasih," ucap Nami sambil tersenyum.


"Tapi yang terpenting, ada satu orang di kapal ini tidak boleh akan hal itu." bisik Usopp di samping Nami.


"Kau benar, keselamatan kalian semuanya adalah tanggung jawabku, sebagai navigator." sahut Nami dan meminum teh bersama dengan Usopp tetapi harus di sembur karena Luffy melihat jam yang ada di tangan Nami.


Para awak kapal tidak bisa menghentikan aksi kaptennya yang ingin mencari petualangan yang lebih menantang.


"Mama," rengek Zayn di gendong oleh Zoro dan Robin pun mengambil Zayn dari tangan Zoro.


Huh, mereka semakin mesra saja, batin Franky merasa kesal. Ketika tidak sengaja melihat Zoro mencium pipi Robin ketika memberikan Zayn.


Mereka pun mulai mendekati pulau itu tetapi harus berhenti karena melihat sosok lelaki berumur 40-50-an berambut ungu sedang mengapung di air. Dan mereka berinisiatif untuk menyelamatkannya.


...📚👒🍙...


"Apakah kau yakin akan merawat orang itu?" tanya Brook kepada Chopper.


Tadi mereka tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki berotot dengan sebelah tangan terbuat dari besi.


"Ini terbuat dari batu laut," ucap Robin menyentuh besi di tangan lelaki berambut ungu dengan jari telunjuknya.


"Tapi aku tidak mungkin meninggalkan dia sendiri, aku harus merawatnya." tekad Chopper.


"Kalau begitu, kau juga harus siap berhati-hati Chopper. Kita tidak tahu apakah orang ini musuh atau teman." elak Zoro sambil mengendong Zayn dengan tangan kirinya.


Chopper terlihat murung mendengar perkataan dari Zoro.


"Sudah lah lakukan saja," Chopper menoleh ke arah Luffy.


"Lagi pula jika ada sesuatu, kita pasti bisa mencegahnya. Shihihi." jawab Luffy dan itu membuat Chopper menjadi senang, segera ia mengucapkan terima kasih kepada Luffy.


"Terserah kalian saja," pasrah Nami.


Tetapi tetap saja perasaanku tidak enak, batin Nami.