
Tidak terasa Robin sudah mengandung selama 4 bulan, kapal Sunny berlayar menuju pulau-pulau berikutnya. Jika ada Pulau mereka akan bersinggah sebentar dan kemudian mereka berlayar kembali. Tentu Chopper masih membutuhkan pengetahuan seputar kehamilan, ia membeli buku-buku serta bertanya kepada para dokter dan Chopper akan terus belajar setiap harinya. Demi Robin dan buah hatinya.
Robin menjemur dirinya dengan menggunakan pakai ungu gelap berbahan kain sutra lembut dan tidak longgar.
"Robin chuan, ini susu khusus untuk dirimu serta bayimu!" Teriak Sanji dengan sangat dewasa meletakkan dimeja kecil dekat Robin.
"Terima kasih Sanji," ujar Robin sambil tersenyum lembut, karena gerah, Robin mengikat rambutnya.
"Bolehkah aku bantu Robin chan?" Tanya Sanji melihat Robin kesusahan dan Robin menganggukkan kepala. Kecantikan dari Robin berkali-kali lipat karena dirinya disinari oleh cahaya yang sangat indah.
"ROBIN CHUAN KAU MEMBUNUHKU!" teriak Sanji dengan mata berbentuk hati.
"LUFFY! KALO TARUH BARANG JANGAN SEMBARANGAN! BAGAIMANA JIKA ROBIN LEWAT DAN TERJATUH HAH?!" Teriakan Zoro membuat Sanji dan Robin melihat aksi mereka dibawah. Robin tersenyum sambil menutup buku seputar kehamilan miliknya.
Sudah menjadi kebiasaan di Sunny setiap hari semenjak Robin mengandung, Zoro akan berubah menjadi sangat pemarah (jika Robin hamil) kepada trio yang selau membuat kapal Sunny berantakan, karena Zoro tidak ingin Ibu dan calon bayinya terjadi kejadian yang tidak ia inginkan.
"Moe, Zoro. Robin tidak selemah itu kok," bujuk Luffy dengan cemberut. "Dia tidak akan terpleset!"
"CEPAT BERSIHKAN!" perintah Zoro dan dengan perasaan berat hati Luffy melaksanakan perintah dari anak buah yang sebentar lagi menjadi ayah untuk ke dua kalinya.
"Nee Zoro, terlihat seperti sosok seorang ayah yang sedang memarahi anak lelakinya yang bandel," komentar Chopper yang datang dan duduk disamping Robin sambil membaca buku panduan kehamilan.
"Dia benar-benar menjadi lebih pemarah," ujar Sanji sambil masuk ke dalam dapur kembali. Robin hanya tersenyum dan meminum susu khusus untuk dirinya tersebut.
"Moe, dibandingkan ayah dan anak. Ke dua pria itu lebih terlihat seperti anjing dan monyet," elak Nami dan mendirikan tenda untuk menjemur dirinya seperti Robin yang sedang menjemur diri dengan sinar matahari yang cukup hangat.
"Chopper, kamu sedang membaca buku kehamilan lagi?" Tanya Nami dan Chopper menganggukkan kepala dan memberitahu sampul buku tersebut.
"Dan aku mendapatkan sebuah kabar yang sangat buruk Nami," ucap Chopper dan membuat Nami semakin penasaran, dan Robin kembali membaca buku sambil mengelus perut yang sudah mulai kelihatan tonjolan.
"Katanya banyak wanita hamil yang meninggal ketika melahirkan tetapi resiko bagi pengguna buah iblis yang melahirkan lebih sangat beresiko!" Seketika atmosfer di Kapal Sunny berubah drastis.
"OI CHOPPER APA ITU BENAR?"
"JANGAN BERCANDA ATAU AKU AKAN MEMASAK MU SEKARANG!"
"KAU JANGAN MENGATAKAN SESUATU YANG MENGERIKAN CHOPEEERRRR!"
"Nee, apa itu sebuah makanan?"
"AWW INI BENAR-BENAR SEBUAH MASALAH!"
"Tenanglah Chopper, aku pasti akan baik-baik saja," ujar Robin sambil mengelus bulu kepala Chopper. Chopper yang tadi takut menjadi semakin tenang.
Semua orang berkumpul disana dan tentu sangat membuat Nami menjadi kesal.
"KALIAN INI! PERGI! AKU DAN ROBIN TIDAK BISA BERNAFAS!" bentak Nami tetapi karena mereka semua masih tetap disana.
"Oi Robin, apa itu benar?" Tanya Zoro dan Robin hanya terdiam.
Semua orang menunggu jawaban Robin. Robin terdiam sebentar dan ia berkata iya dengan kecil. Agar semua disana tidak disemprot oleh Nami, mereka menggotong Nami dan Robin beserta tempat jemurnya.
"APA YANG KALIAN PERBUAT?!" Nami marah dan menjadi ketakutan tetapi semuanya menaruh mereka didekat tiang dan semua berduduk didepan.
"Kalian benar-benar membuatku kaget!" Bentak Nami.
"Shishishi, Gomennasai tapi tadi seru, kan?" Tanya Luffy.
Nami memukul Luffy, "itu tadi tidak lucu sama sekali!"
"Apa sakit?" Bisik Zoro menaruh badan Robin perlahan dan Robin menggeleng.
"Tidak kok, makasih," balas Robin sambil berbisik.
"ROBIN CERITAKAN KEPADA KAMI!" teriak Luffy dan semua menganggukkan kepala.
"Baiklah, aku mulai dari mana dulu ya," pikir Robin.
"Dari pernikahan kalian saja," usul Usopp.
"Oi itu terlalu jauh, ceritakan saja pengalamanmu mengandung dan melahirkan anak pertama Robin," usul Franky dan di anggukkan dengan yang lainnya.
"Baiklah, aku akan menceritakannya!" Semuanya bergembira mendengar hal itu.
"SANJI BUATKAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERBAIK!" perintah Luffy dengan sangat bersemangat, Nami yang tahu keginan temannya menjadi tidak marah lagi kepada temannya.