Shocked N Secret (Setiap Hari)

Shocked N Secret (Setiap Hari)
ZAYN DALAM BAHAYA (2)


Sedangkan di tempat lain...


"Robin!" pekik Nami ketika melihat  Monet menusuk Robin dari arah belakang.


"Aku baik-baik saja, Nami." ucap Robin tetapi dia masih merasakan sakit di bagian bahunya.


Ketika Monet ingin menyerang lagi, Zoro dengan sigap menahan.


Zoro, batin Robin melihat Zoro di depannya.


"Kalian berdua pergilah, biar aku saja yang urus wanita salju ini." ucap Zoro.


Robin, Nami dan Chopper pun mulai mengejar anak-anak yang tengah mengejar Mona.


"Kita harus segera menghentikan mereka." ujar Chopper yang di bantu oleh Nami karena Chopper masih sangat tidak berdaya.


Semoga saja Zayn baik-baik saja. Batin Robin dan terus berlari.


...🍙☕👒...


Detik, menit dan jam pun telah berlalu. Seluruh anak buah Ceaser telah di taklukan termasuk dengan Ceaser sendiri, tetapi sayangnya Ceaser terpental jauh akibat kekuatan Luffy.


"Anak-anak, ayo lebih giat lagi berlari. Kalian tidak mau mati di sini bukan?" tanya Nami.


"Kami sudah tidak kuat lagi," jawab mereka berhenti berlari.


"Semangat lah," ujar Robin menyemangati anak-anak itu.


"Hei lihatlah disana, bukankah itu kapten-chan?" tanya seorang Marine melihat ke arah depan.


Mereka pun melihat ke arah ke depan dan menemukan Tashigi yang sedang di gendong oleh Zoro dari depan.


"Kurang ajar kau Marimo!" bentak Sanji dari arah depan.


Nani? Kenapa Zoro mengendong Tashigi?. Batin Nami bertanya dan ia pun segera melihat ke arah Robin yang hanya terdiam saja.


"Zoro putar arah," teriak Nami dan langsung di laksanakan dengan Zoro.


"Ayo kalian berlari lagi." ujar Nami dan mereka mulai berlari tetapi Robin hanya terdiam.


Zayn dalam bahaya. Batin Robin.


...👒☕🍙...


"Lepaskan aku!" bentak Zayn berada di genggaman Monet. Zayn berusaha keluar tetapi tetap tidak bisa. Ia tidak mengerti kenapa hewan berbulu ini menginginkan dirinya.


“Padahal aku hanya ingin ke Papa saja,” gumam Zayn yang melihat ayahnya pergi sambil mengendong seorang wanita yang ia tahu itu bukan mama. Sebelum ia memanggil dirinya sudah dibekap oleh wanita burung ini.


"Hihihi, aku baru sadar jika kamu sangat mirip dengan Roronoa Zoro. Apakah jangan-jangan kau adalah anaknya?" tanya Monet dan semakin membuat Zayn menjadi kesakitan.


"Huaaa, mama tolong!" jerit Zayn bersusah payah keluar tetapi tidak bisa.


Dingin. Batin Zayn yang tidak kuat menahan kedinginan salju yang di buat oleh Monet.


"Nee.. Tidurlah adik manis, dan aku berjanji kau akan bertemu dengan ibumu." suara dari Monet itu membuat Zayn makin lama menjadi tertidur pulas di tengah badai salju yang di buatnya.


"Kau akan mati," ucap Monet dan langsung membuat sebuah gundukan salju kecil yang di dalamnya ada Zayn.


Babay Zoro kecil. Batin Monet dan meninggalkan Zayn di sebuah ruangan yang masih jauh dari gas beracun itu.


“Mama,” lirih Zayn dan matanya mulai mengantuk , dia menahan dingin sambil berdoa seseorang akan menolongnya.


“Zayn kamu tidak usah ikut!” Zayn menangis mengingat perkataan ayahnya.


“Maafkan Zayn papa, tidak mendengar perkataan papa.”


...🍙👒☕...


"Oi Law, kenapa kita harus membawa alat ini?" tanya Smoker yang sedang menarik sebuah kereta yang cukup besar.


"Hanya dengan alat ini kita bisa keluar dari sini." jawab Law.


"Lebih baik jangan banyak tanya, sudah bawa saja benda ini dengan cepat!" ketus Law.


"Tanpa kau bilang sekali pun, aku juga tahu!"


Apa aku melupakan sesuatu? Batin Law.