
Tuk tuk tuk
*Irama musik
"Minna kalian sudah siap?" tanya Usopp dengan menggunakan speaker dari den-den mushi.
Usopp menggenakan kaos berwarna ungu sedangkan di sampingnya ada Brook yang memainkan biola besar untuk memeriahkan acara tersebut.
"Yeay." jawab Luffy dan Chopper dengan sorakan kegembiraan.
"Selamat datang di acara." ujar Usopp mengantungkan perkataannya "Mugiwara Fashion Show."
"Ok, tanpa berlama-lama aku akan memperkenalkan diriku." ucap Usopp "Seorang lelaki pemberani di sini dengan julukan Sogeking dan memiliki buronan bernilai 30 juta berry."
"Ok selanjutnya, di samping saya ada seorang kakek berumur 90-an, penyuka musik bernilai 33 juta berry bernama Brook." ujar Usopp memperkenalkan Brook yang sedang bermain alat musiknya dan diiringi tepuk tangan yang cukup meriah.
"Ok akan ku lanjutkan kepada wanita cantik kita semuanya di dalam kapal ini, dan mampu menyihir pera lelaki. Seorang wanita yang memiliki buronan bernilai 16 juta berry." ucap Usopp dengan bergaya "Sang navigator... Nami."
Nami keluar dengan memakai kaos berwarna biru yang memperlihatkan perutnya, dengan rok kotak-kotak berwarna hijau dan biru. Dia melangkah dari lantai atas ke bawah dengan gaya layaknya seorang model profesional.
"Akan Ku buat peta dunia." ujar Nami menyebutkan mimpinya.
"Nami-swan." pekik Sanji dengan mata love dan tarian badai.
"Bolehkah kau memperlihatkan celana dalammu?" tanya Brook.
"Tidak akan." jawab Nami dengan ketus.
"Ok akan ku lanjutkan, dengan seorang wanita yang cukup dingin, bahkan sekarang dia sudah menjadi ibu loh. Sudah sejak umur 8 tahun dirinya di beri buronan oleh pemerintah, sekarang buronannya adalah 80 juta berry." ucap Usopp sambil memainkan sebuah buku.
"Sang arkeolog... Nico Robin." ujar Usopp.
"RORONOA ROBIN." teriak Zoro sedangkan Zayn yang polos sama sekali tidak memakai baju kecuali popok pun sedang berjemur di samping ayahnya.
"Hehe, maksudku Roronoa Robin." ucap Usopp memperbaiki perkataannya. Sosok Robin keluar dengan menggunakan celana jens panjang dengan pakaian baju yang memperlihatkan perutnya dan buah dadanya yang berwarna coklat dengan manik-manik yang menghiasinya.
"Akan Ku bongkar misteri yang ada di dunia." ujar Robin sambil memunculkan beberapa tangannya seperti kincir angin.
"Dasar kalian ini, apa tidak ada permainan yang lebih baik?" tanya Zoro sambil melihat istrinya yang sedang Fashion.
"Mama." pekik Zayn kegirangan dan berlari pelan menuju panggung tentu saja ada tangan Robin yang sigap menolong sang anak jika terjatuh nanti.
"Ok selanjutnya adalah anaknya yang tentu saja mengejutkan kita semua. Perkawinan dari--" ucap Usopp berhenti.
"Kau kira aku dan Robin hewan!" bentak Zoro.
"Eh maksudku, anak dari sang ayah yang buta arah dengan sang ibu yang Jenius. Bernama Roronoa Zayn." ujar Usopp memperkenalkan Zayn dan tentu saja Zoro sedang mengendalikan emosinya.
"Zayn sayang, ayo ucap-in sesuatu." bujuk Robin ke Zayn yang berada di gendongannya.
"Hoammm." Zayn hanya menguap dan menidurkan wajahnya di dada sang mama dan semua orang di sana hanya bisa tertawa.
"Dasar tukang tidur." komentar Usopp "Memang benar-benar mewarisi seluruh ketampanan ayahnya."
"Salah Usopp, harusnya mewarisi kebodohannya." elak Sanji memanaskan Zoro.
"Apa yang kau ucapkan, dasar budak cinta?!"
"Apa maksudmu, Marimo!"
"Alis keriting!"
"Bola hijau!"
"Mesum!"
"Buta arah!"
"Ok.... dari pada nanti terjadi keributan, lebih baik kita lanjutkan saja." ucap Usopp yang berada di atas panggung melihat ke arah Sanji dan Zoro yang sedang berkelahi.
"Yohoho aku sangat tidak sabar." sahut Brook antusias.