
Setelah urusan laporan selesai, Affan memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Dia menjadi tak mood bekerja. Dia hanya tinggal menunggu kabar dari tim kepolisian, terkait kasus yang dia laporkan. Adi akan menutup berita ini, sesuai keinginan Affan.
"Kasihan Jihan. Ternyata, Affan lebih breng*sek dari aku. Mana dia lagi hamil. Jika dia bercerai dari Affan, aku akan mendekati dia lagi. Aku siap menjadi ayah dari kedua anak kamu darinya," ucap Wildan.
Wildan sempat terkejut, saat melihat berita viral di ponselnya. Skandal pengacara muda, anak pengacara kondang dengan artis seksi Adelia. Awaknya, Wildan tak percaya kalau Affan selingkuh. Namun, lama kelamaan dia berpikir. Dia saja akhirnya tergoda juga dengan Melisa. Bisa saja hal itu terjadi, Affan tergoda dengan wanita yang berpenampilan seksi. Secara Jihan memakai jilbab. Meskipun, jika dibuka tetap terlihat seksi.
Mimpi Wildan terlalu tinggi. Affan tidak mungkin membiarkan Jihan kembali kepada Wildan, dan menjadikan Wildan sebagai ayah untuk kedua anaknya. Semua ini hanya sebuah kesalahpahaman. Pihak kepolisian akan memanggil pihak infotainment, dan surat kabar yang sudah menerbitkan dan menayangkan berita Affan. Agar mereka tahu, siapa yang memberikan laporan palsu. Wartawan mana yang menguak berita ini, yang akhirnya menjadi viral.
Affan baru saja sampai di rumah. Dia langsung menuju kamarnya, untuk mencari keberadaan sang istri. Alangkah terkejutnya dia, saat menemukan sang istri yang sedang menangis.
"Kamu kenapa, Sayang? Apa yang membuat kamu seperti ini?" Affan bertanya.
Dia langsung menghampiri istrinya. Affan terkejut, kala Jihan menghempaskan tangannya. Menolak Affan memeluknya.
"Lepaskan aku, Mas! Aku tak sudi kamu sentuh!"
Mata Affan membulat sempurna. Dia terkejut melihat perubahan sikap sang istri yang secara tiba-tiba. Padahal tadi sebelum berangkat, istrinya baik-baik saja. Affan curiga, kalau sang istri marah karena melihat berita viral yang membuat heboh.
"Kamu selingkuh 'Kan Mas, sama wanita itu? Kamu bohongi aku. Makanya, sebelum berita itu tercuat ke publik. Kamu bicara lebih dulu kepada aku. Agar aku percaya sama kamu. Benar 'kan? Tega kamu Mas sama aku," cerocos Jihan kepada sang suami. Jihan masih saja menangis. Membuat Affan gak tega melihatnya.
"Astaghfirullahalazim. Kamu percaya sama berita bohong itu? Jika iya, kamu salah besar. Aku akan membuktikan, kalau aku gak salah. Kamu itu salah paham, Yang! Dia memang berniat menghancurkan rumah tangga aku. Aku sudah laporkan kasus ini ke polisi, agar segera di urus. Aku sudah laporkan dia dengan tuduhan pencemaran nama baik, dengan memberikan berita bohong. Hal yang aku takutkan, akhirnya terjadi juga. Kamu masih saja salah paham. Aku mohon, jangan menangis! Aku gak tahan, melihat kamu menangis seperti itu. Rasanya sakit sekali hatiku melihatnya," sahut Affan.
"Kamu dengar baik-baik penjelasan dari aku! Apa yang diberita itu, salah. Tak seperti kejadian yang sebenarnya. Wanita si*alan itu, memutarbalikkan fakta. Seolah-olah aku sama dia memiliki hubungan spesial, dan saat itu kami bertengkar karena aku cemburu dia berhubungan dengan laki-laki lain. Aku bertekad akan menghancurkan karirnya, jika sampai dia berhasil menghancurkan rumah tangga kita. Demi Allah, aku tak pernah selingkuh. Ini hanya kesalahpahaman saja," Affan menjelaskan kembali kepada istrinya.
"Tadi ibu telepon aku. Dia melihat berita tentang kamu, dan bahkan kamu dan aku menjadi perbincangan ibu-ibu julid di kampung. Wajar saja kata mereka, kamu selingkuh dengan wanita itu. Dia lebih seksi dari aku, dan dia lebih menarik dari aku. Ibu sangat marah. Dia menyuruh aku pulang ke kampung, jika memang benar kamu selingkuh. Dia menyuruh aku pisah, dan tak memperbolehkan kamu bertemu dengan Anak-anak ini nanti kalau mereka lahir," jelas Jihan.
"Aku tak akan membiarkan ini terjadi. Aku akan buktikan kepada kalian, kalau semua ini bohong. Aku akan menyeret dia, untuk klarifikasi di depan publik, agar kamu dan ibu kamu mendengar sendiri yang sebenarnya. Ok, kalau kamu sekarang belum percaya gak apa-apa. Aku akan memaksa. Tapi, aku punya satu permintaan sama kamu. Aku ingin kamu berhenti menangis! Melihat kamu seperti itu, hati aku sakit banget. Sudah ya, jangan menangis lagi! Aku tak pernah mengkhianati kamu. Aku cinta sama kamu. Ini hanya ujian dalam rumah tangga kita. Secepatnya, semuanya akan terbukti kalau aku gak salah. Tolong, jangan berpikir macam-macam dulu! Aku tak akan membiarkan kamu pergi dari hidupku," ucap Affan.
Kondisi emosi Jihan sudah mulai reda. Dia hanya diam saat Affan mengusap wajahnya, dengan penuh cinta. Kemudian memeluknya begitu erat.
"Ya Allah, aku mohon padamu! Tolong tunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada suamiku! Semoga benar, semua ini hanya kesalahpahaman saja! Aku mencintainya," ucap Jihan dalam hati.
Polisi sudah mulai bertindak. Mereka tahu siapa Affan. Sehingga mereka harus bekerja dengan cepat, mengurus kasusnya. Adelia diminta memenuhi panggilan, atas kasus pencemaran nama baik. Tim media yang sudah meliput pun harus memberikan keterangan sebagai saksi. Wartawan yang memberikan laporan, kini ikut menjadi tersangka. Karena meliput berita, tanpa dia tahu kebenarannya. Mereka lalai melanggar kode etik sebagai wartawan yang harus memberikan informasi secara akurat dan terpercaya.
Jika Adel tak datang memenuhi panggilan, pihak kepolisian akan menjemput Adel secara paksa. Hingga akhirnya Adel dengan didampingi kuasa hukumnya, mendatangi pihak kepolisian tempat dia harus melakukan klarifikasi tentang kasus gugatan Affan.
Kini Adel menjadi sorotan para wartawan, dan berita ini menjadi trending topik. Papanya Affan pun akan turun tangan, jika sampai kasus ini tak bisa selesai dengan cepat. Karir Adel akan menjadi taruhannya.
Jika sudah seperti ini, Adel harus siap menanggungnya. Bukan hanya karirnya, dia juga akan terancam masuk penjara. Karena dia sudah berani mengusik kehidupan Affan. Dia pikir, Affan akan menemui dia atau menghubunginya, dan meminta dia menutup kasus itu. Tapi dia salah, kasus ini justru semakin meluas karena Affan justru mengambil tindakan tegas.
Adel tak berani memandang, sejak datang dia tampak menundukkan kepalanya. Matanya juga terlibat berkaca-kaca. Dia menyesali perbuatannya. Dia ingin meminta maaf kepada Affan. Dia begitu takut, kalau sampai dia dipenjara. Karirnya akan hancur. Dia juga sudah tak bisa mendapatkan uang dari suaminya yang pengusaha tambang.
"Kamu lihat itu, terlihat sekali kalau dia ketakutan dan menyesali perbuatannya. Kita tinggal tunggu klarifikasi dari dia di depan umum. Aku ingin semua orang tau, kalau berita yang dia ungkap itu adalah bohong," ucap Affan kepada sang istri. Pandangan Jihan kini mengarah ke berita di TV. Affan salut sama tim kepolisian yang menangani kasus dia, karena bekerja dengan cepat.