Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Viral


Berita yang terjadi antara Affan dan Adel di Bali, kini sudah mencuat ke media, dan menjadi perbincangan. Viral anak dari pengacara kondang dengan seorang artis seksi di Bali. Berita itu, sudah sampai ke telinga sang papa. Tentu saja sang papa sang marah awalnya kepada Affan. Hingga sampai terjadi itu. Terlebih berita itu justru tak sebenarnya. Adel merekayasa.


Affan tampak mengepalkan tangannya. Dia akan menuntut Adel ke jalur hukum, siap untuk bertarung. Terlebih dia memiliki saksi-saksi, yang tahu kejadian sebenarnya. Affan akan melaporkan Adel dalam kasus pencemaran nama baik, memberikan berita kebohongan. Sepertinya dia lupa, sedang berhadapan dengan siapa.


Affan bisa menghancurkan kariernya dalam sekejap. Dia tak terima berita itu mengatasnamakan skandal dirinya dengan Adel. Adel menyebutkan dalam beritanya, kalau Affan marah karena mengetahui hubungan dia dengan seorang laki-laki.


"Syukurlah, kalau berita itu tak benar. Papa sekarang bisa tenang. Papa pikir kamu memang bermain gila sama wanita itu. Papa gak tega, sama Jihan. Apalagi Jihan saat ini sedang hamil anak kamu. Terus, Jihan sudah tahu yang sebenarnya? Jangan sampai permasalahan kamu dengan wanita itu, membuat Jihan kepikiran, dan bisa mempengaruhi kondisi kehamilannya," ucap sang papa kepada Affan.


Mendengar berita itu, sang papa sampai mendatangi kantor sang anak, untuk mendapatkan klarifikasi yang sebenarnya. Kedua orang tua Affan menyayangi Jihan, meskipun Jihan hanyalah seorang janda. Mereka tak melihat status Jihan, terlebih Affan menjelaskan alasan mengapa Jihan bercerai dari mantan suaminya dulu.


"Tolong Papa jelaskan kepada mama ya! Jangan sampai mama nantinya salah paham kepadaku," pinta Affan kepada sang papa.


Setelah mendapatkan penjelasan dari anaknya. Sang papa pamit pulang. Dia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, dia ingin segera menjelaskan kepada sang istri tentang apa yang terjadi pada anaknya. Agar tak terjadi kesalahpahaman.


Ibunya Jihan pun sudah melihat berita itu di televisi, dan dia merasa panas karena para tetangga membicarakan berita viral tentang menantunya.


"Kasihan ya Jihan, dua kali menikah. Dua kali diselingkuhi. Nasibnya malang banget sih," ucap seorang tetangga.


"Menjadi menantu dan istri yang kaya raya, ya harus siap diselingkuhi. Apalagi, wanita itu artis sexy. Ya pasti tergoda. Laki-laki sekarang, lihat body aduhay mana ada yang gak tergoda," sahut tetangga lain yang julid.


"Awas aja kamu Affan, kalau memang benar kamu selingkuh. Akan aku bawa paksa Jihan ke sini. Aku juga tak akan membiarkan kamu melihat Anak-anak kamu, biar tahu rasa kamu," ucap Ibunya Jihan.


Ibunya Jihan langsung menghubungi Jihan, untuk menanyakan berita viral yang kini menjadi perbincangan. Mendengar ponselnya berbunyi, Jihan langsung mengambil ponselnya.


"Assalamualaikum," Jihan mengucap salam, saat pertama kali menerima panggilan telepon dari sang ibu.


"Waalaikumsalam. Jihan, kamu sudah tahu berita viral terbaru gak?" sang ibu langsung saja membuka omongan.


"Tentang apa ya, Bu? Soalnya, aku memang jarang menonton berita di TV. Aku lebih sering nonton drama Korea. Memangnya kenapa sih, Bu? Kok sepertinya penting banget," sahut Jihan.


"Mas Affan tak seperti itu, Bu! Itu fitnah. Mas Affan sudah sempat cerita semuanya sama aku. Dia tak mungkin bohongin aku," jelas Jihan.


"Kamu sama suami jangan terlalu percaya! Ingat gak kejadian dulu. Apalagi, suami kamu kaya raya, memiliki profesi yang bagus, ganteng pula. Pasti banyak wanita yang tergila-gila sama dia di luar sana. Masalahnya, wanita itu artis seksi. Bisa saja suami kamu tergoda, benar ada hubungan sama wanita itu," ucap sang ibu.


Mendengar ucapan sang ibu, kepercayaan Jihan kepada suaminya mulai goyah. Benar juga apa yang dikatakan ibunya, kalau suaminya telah berbohong kepadanya. Agar dia tak marah kepada suaminya. Apalagi, wanita itu seorang arti seksi. Bisa saja suaminya sebenarnya diam-diam menjalin hubungan dengan wanita itu.


"Nanti akan coba bicarakan dulu sama Mas Affan ya bu, semoga saja berita itu bohong. Mas Affan tak selingkuh," ucap Jihan.


Rasanya begitu berat dia mengatakan, kalau suaminya selingkuh. Hatinya terasa sakit mendengarnya. Namun, dia masih berharap. Kalau berita itu salah, dan suaminya yang benar.


"Ya sudah, ibu tunggu kabarnya secepatnya! Kalau memang benar, suami kamu selingkuh. Sudah tinggalkan saja dia, meskipun dia orang kaya. Untuk apa terus menjalani hubungan sama suami yang gak setia. Yang ada kamu makan hati. Kalau perlu, jangan pernah memperbolehkan dia bertemu Anak-anaknya. Biar dia tahu rasa, kehilangan Anak-anaknya," ucap Ibu Jihan kepada sang anak, dan Jihan mengiyakan ucapan sang ibu.


Kalau memang itu benar terjadi, Jihan pun tak akan mau sama suaminya lagi. Lebih baik dia menjadi janda untuk kedua kalinya, daripada harus menahan sakit hati atas pengkhianatan suaminya.


"Gimana sih kamu Di, kerjanya? Ini berita sudah mencuat ke media, dan parahnya itu cewek breng*sek banget. Buat cerita palsu. Saya mau buat laporan ke polisi. Temani saya yuk!" ajak Affan.


Affan masih terlihat tenang meskipun hatinya merasa panas. Dia tak tahu kalau sang istri sudah terpancing dan menjadi gusar karena salah paham padanya. Dia kini sudah dalam perjalanan menuju kantor polisi. Dia ingin Adel segera dipanggil. Affan gak akan mencabut gugatannya, sampai Adel melakukan klarifikasi yang sebenarnya. Berita ini menjatuhkan reputasinya. Terlebih, Adel sempat meminta Affan mengurus kasus perceraiannya.


"Ada aja ya cobaan hidup? Jadi ribet, segala harus urus beginian. Kalau dia bukan cewek, kemarin udah saya tampol dia. Untung aja saya masih sadar. Lagi pula, kemarin kondisi saya tak memungkinkan. Semoga saja istri saya tak sampai terpengaruh sama berita itu," ungkap Affan.


Affan baru sampai di kantor polisi. Dia ditemani sang asisten. Tanpa menunda-nunda lagi, dia langsung melaporkan Adel. Di tempat lain, dia sedang menunggu telepon dari Affan. Karena Affan sudah blokir nomor teleponnya. Dia sengaja menceritakan itu ke media, agar Affan menghubungi dia. Tapi sayangnya, dia salah.


Daripada Affan harus menghubungi Adel, dia lebih memilih langsung melaporkan Adel ke polisi. Dia sudah tak ingin berhubungan dengan Adel. Affan ingin menyerahkan kasus ini ke tim kepolisian.


"Lo jual, gue beli! Lo niat menghancurkan gue, gue juga bisa menghancurkan lo! Biar karir lo meredup. Publik bisa tahu semurah apakah lo. Gue gak terima! Untungnya, istri gue kemarin mengerti. Kalau sampai kemarin gue kehilangan istri gue. Gue bakalan tambah dendam sama lo," ucap Affan dalam hati. Dia sudah membuat laporan polisi.