
Benar saja apa yang di ucapkan oleh bik Yatri tadi, Amor bersama Radyta sudah sampai di rumah Mahesa itu.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah Mahesa itu dengan panik nya, bagaimana tidak panik karena Mahesa lah putra mereka satu-satunya dan anak semata wayang mereka.
"Astagfirullah alhazim papa, gimana ini putra kita baik-baik saja kan?"
"Papa juga tidak tau ma...!"
Mereka berdua mencari Mahesa dan Husna, suara amor dan Radyta memenuhi rumah Mahesa itu.
Amor berteriak memanggil semua orang yang ada di rumah ini.
"Semuanya kalian dimana...!" teriak amor, mungkin bagi kalian amor itu sangat absurd, jika menyangkut tentang putranya ia pasti tidak akan tinggal diam.
Radyta melenceng ke belakang untuk mencari mang Udin atau siapa lah yang ada di rumah ini.
"Din... udin... apa kalian sudah membawa Mahesa ke rumah sakit?"
Mang Udin tergopoh-gopoh mengahmpiri tuan besar nya itu, "maaf tuan apa tuan memanggil diri saya?" tanya mang Udin
"Iya, Mahesa apa sudah kalian bawa?" tanya Radyta
Mang Udin mengaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum kecil, "anu tuan... tuan muda tidak apa-apa, dia hanya memberikan sup-- superes..." ujar mang Udin tidak pandai menyebutkan kata surprise
"Iya memberikan superes gitu ke nyonya muda!" lanjut mang Udin
"Surprise maksud kamu?" ujar Radyta
"Ya itulah tuan!" ujar mang Udin
Radyta menghela napas lega, ia pikir Mahesa benar-benar ada apa-apa dengan nya, ternyata hanya surprise saja.
Radyta kembali ke dalam rumah ia menemui istri nya yang lagi panik dan cemas itu.
"Sudahlah ma, kamu jangan panik gitu, anak kamu tidak ada apa-apa dia hanya memberikan surprise kepada Husna!" beritahu Radyta
Amor menganga lebar, ia pikir putra semata wayangnya itu benar terjadi sesuatu padanya, ternyata hanya pura-pura semata saja.
"Apa?" tampik amor mengertakan gigi nya
"Kelakuan anak kamu!" ujar Radyta sudah memulai menutup telinga nya, Radyta tau apa yang akan di lakukan oleh amor istri nya itu.
"Mahesa Radyta....!" teriak amor dengan satu tarikan napas
Telinga Mahesa langsung berdiri mendengar teriakkan mama nya itu, Husna sempat kaget dengan suara mertuanya itu.
"Finish me!"
"Sorry honey, I can't help you!" ujar Husna menggeleng-nggelengkan kepalanya
"Sayang... end my life!" keluh Mahesa
"Mana aku tau, kan kamu sendiri yang cari masalah!" cibir Husna sambil memunggungi Mahesa
"Tapi kan aku hanya bercanda!" kilah Mahesa
"Tanggung sendiri akibat nya mas!"
Mahesa mengaruk-garuk kepalanya, rasanya kepalanya itu ingin meledak karena sebentar lagi ibunda tercinta nya akan mencecarnya habis-habisan.
Mahesa menemui mama dan papa nya itu, ia menuruni anak tangga dengan langkah kaki gontai menuju ke ruang tengah.
"Bismillah, bismillah, bismillah... ya Allah... lindungi lah hamba!" ucap Mahesa
Mahesa ketakutan mengahadapi mama nya itu.
"Anak mama yang paling tampan, kesini dulu sayang!" panggil amor dengan suara lembut
Mahesa menarik napas lega, ia berjalan santai menuju ke tempat mama dan papa nya itu.
"Kamu pikir kami berdua tidak sport jantung gara-gara sandiwara kamu itu!" cecar amor menjewer telinga Mahesa sampai telinga Mahesa memerah
"Aaakh... ampun ma...!" pekik Mahesa
"Itu akibat dari sandiwara kamu itu, kamu pikir mama sama papa tidak cemas dengan kamu, mama pikir kamu benar-benar sakit atau apalah itu!" tampik amor
"Iya ampun ma, aku cuma memberi surprise sama istriku saja, eh malah begini jadinya, bik Yatri yang salah ma!" kelit Mahesa
"Bik Yatri jangan kamu bawa-bawa juga, beruntung bik Yatri memberitahu mama, kelakuan kamu ini bikin mama sama papa cemas!"
"Iya maaf ma maaf!"
Amor melepaskan jeweran telinga Mahesa itu, ia duduk di dekat Radyta.
"Huh, untung tidak mama potong telinga kamu itu!"
"Jangan ma, nanti kadar ketampanan hesa jadi berkurang!" sungut Mahesa
"Kakek... nenek...!" pekik Ansel mengejar kakek dan nenek nya.
"Mas Mahesa bikin Husna jantungan ma!" beritahu Husna melihat ke arah Mahesa yang sedang cemberut.
"Nanti kalau dia ulangi lagi bakalan mama potong telinga nya itu!" imbuh amor
Amor membawa Aksa ke dalam gendongan nya, bayi berusia 2 bulan itu belum bisa ngapa-ngapain, ia hanya bisa tiduran saja, berbeda sekali dengan abang nya yang sudah bisa berbicara dan banyak hal yang bisa ia lakukan.
Husna menghampiri suaminya itu yang lagi cemberut saja, ia hanya bercanda saja tapi malah dapat amukan dari mama nya.
"Kenapa?"
"Sulk!"
"Iya, kenapa ngambek? kamu kayak anak kita aja suka ngambek!" ujar Husna
Mahesa melirik Husna ia langsung menyenderkan kepalanya di bahu Husna itu.
...
Malam harinya Mahesa tidak dapat tidur dengan nyenyak karena ada mama dan papa nya nginap di rumah nya ini.
Mahesa merasa terganggu oleh kehadiran mama papa nya itu, ia merasa ada orang yang memata-matai nya saat ini. Mahesa terus gelisah saat tidur.
"Kenapa sih mas?" tanya Husna
"Hah? tidak kenapa-napa!"
"Terus kenapa gelisah gitu? kamu demam?" tanya Husna
"Tidak, aku tidak kenapa-napa!" ujar Mahesa
Ansel tidur di tengah-tengah mereka berdua, Mahesa menghadap ke arah Husna ia menatap wajah Husna dan ia juga menatap wajah putra pertama nya itu.
Husna menempelkan tangannya di kening Mahesa, Husna merasa suhu tubuh Mahesa sangat panas, pantas dari tadi Mahesa sangat gelisah.
"Kamu demam mas!" ujar Husna lalu ia duduk dari tidur nya.
Mahesa tidak menjawab ia hanya diam saja, tubuhnya terasa lemas saja saat ini.
Husna mengambil kompresan untuk Mahesa, kali ini Husna yang merawat dokter Mahesa itu, biasanya Mahesa yang merawat pasien nya.
"Cepat sembuh ya sayang!" tutur Husna mencium pipi Mahesa, Mahesa tersenyum kecil lalu ia menutup matanya.
...
Mahesa sudah sehat seperti sedia kala nya bahkan pagi ini ia sudah masuk bekerja lagi, Husna menyiapkan baju dan alat-alat dokter yang sering Mahesa bawa.
Pagi itu Husna sedikit kerepotan mengurus kedua putranya yang sama-sama bangun, Ansel yang terus merengek karena badannya sedikit panas, sementara Aksa merengek ingin meminta susu dengan bunda nya itu.
Mahesa sedang memasang baju nya, setelah selesai ia memakai baju nya ia membantu Husna mengurus putra mereka itu.
Mahesa memeriksa Ansel ia menidurkan Ansel di tempat tidur.
"Apa yang anak ayah rasakan saat ini?"
"Akit pala sel ay-yah!"
"Lalu?"
Ansel geleng-geleng kepala, bocah itu merasakan tidak enak dengan tubuhnya itu, mungkin itu efek dari panas badan nya itu, Mahesa memberikan obat untuk putra nya itu.
"Cepat sembuh ya sayang, anak ayah yang paling ayah sayang!" Mahesa mengecup pipi Ansel penuh kasih sayang
Husna duduk di samping Ansel yang lagi tiduran itu, "putra bunda cepat sembuh ya nak, anak paling pintar bunda cepat sembuh ya!" Husna juga ikut mencium pipi putra nya itu.
Mereka berdua merawat anak-anak mereka itu penuh dengan kasih sayang, mereka saling bahu-membahu mengurus anak mereka itu.
Mahesa sangat bersyukur memiliki keluarga kecil seperti mereka ini, ia merasa bahagia telah menemukan kebahagiaan nya itu dengan istri siri nya dulu yang sekarang sudah ia sah kan di mata agama dan negara, mereka juga sudah memiliki keturunan yang sangat pintar dan baik juga.
"Sayang, aku bahagia telah menemukan kebahagiaan itu dari kamu, terima kasih ya sayang kamu sudah mau menerima aku apa adanya, walaupun aku sering menyakiti hati kamu waktu itu, aku berjanji pada diri ku untuk membahagiakan kalian!" tutur Mahesa
Husna tersenyum, "aku juga bahagia hidup dengan kamu mas, kamu suami yang paling baik untuk aku dan ayah paling hebat untuk anak-anak kita, semoga keluarga kecil kita ini bahagia selalu tanpa ada gangguan!" ujar Husna
Mahesa menatap Husna penuh kasih sayang dan cinta, Husna merupakan separuh dari hidup Mahesa, ia pikir pernikahan siri mereka itu tidak akan ada lanjutannya lagi setelah ia membawa Ansel dari Husna waktu itu, tapi dengan kegigihan Husna untuk mencari Ansel akhirnya Mahesa mengizinkan Husna untuk tinggal bersama dengan nya lagi, dan pada akhirnya Mahesa mau mengakui Husna sebagai istrinya di depan orang tua nya dan di depan banyak orang. Itu merupakan bukti cinta Mahesa untuk Husna.
Dan pada akhirnya mereka hidup bahagia selamanya...
...
Tamat
Terima kasih sudah dukung karya receh aku ini, terima kasih juga sudah mengikuti cerita ku ini, aku senang akhirnya bisa menyelesaikan cerita ini juga.
Author buat karya baru yang berjudul (ibu mertua, aku tidak mandul) silahkan mampir ya dan dukungan nya juga😀🙏