
Pagi harinya Husna sudah bersiap pergi ke makam kedua orang tuanya, makan ayah dan ibunya tidak jauh dari sini mereka hanya menghabiskan waktu 15 menit perjalanan saja.
Husna sudah menyiapkan bunga untuk orang tuanya itu, senyum manis selalu terukir di bibir mungil Husna itu, diam-diam Mahesa memperhatikan Husna, ia juga ikut tersenyum melihat senyum manis Husna itu.
"Senyumnya benar-benar tidak bisa saya jelaskan, sangat manis!" batin Mahesa
Selesai Husna menyiapkan kembang yang akan di taburkan di makan kedua orang tuanya, kini Husna mau mengganti pakaian nya karena ia belum sempat mengganti pakaian nya tadi.
Husna kaget saat Mahesa berdiri di sebalik dinding dimana Mahesa mengintip aktivitas Husna tadi, Mahesa kalang kabut saat kepergok oleh Husna, jika di pastikan Husna tidak tau jika Mahesa ada di sana dari tadi.
"Mas, bikin kaget Uus aja!" ujar Husna mengusap dadanya karena kaget
"Hmm!"
Hanya 'hmm' saja yang keluar dari mulut Mahesa itu, Husna memperhatikan Mahesa dari atas sampai bawah, Mahesa sangat tampan dan lebih muda lagi memakai baju kemeja hitam dan celana jeans hitam itu, Mahesa tampak gagah dengan itu semua.
Mahesa menaikan sebelah alisnya karena Husna menatap nya sebegitu nya, "kenapa tatap saya seperti itu?" ujar Mahesa merasa risih
"Tidak!" ujar Husna seraya tersenyum tipis
Husna pergi dari situ, "kamu ganteng banget!" ujar Husna berbalik hanya mengatakan itu pada suami dingin nya itu, dengan refleks Mahesa mengukir senyum di bibir nya itu, sayang sekali Husna tidak melihat Mahesa yang lagi tersenyum itu.
Husna sedang memilih baju gamis yang tersusun rapi di dalam lemarinya itu, ia sedikit kebingungan baju apa yang akan ia gunakan ke makam orang tua nya itu.
"Merah mana cocok!"
"Apa lagi hijau, mana cocok!"
"Yah... baju putih aku malah aku cuci!"
"Pink aja kali ya!"
"Ah, mana cocok warna pink pergi ke makam!"
Husna masih memilih baju yang akan ia kenakan, dari tadi Mahesa menunggu Husna di sofa ruang tengah tapi Husna tidak keluar-keluar juga.
"Ganti baju apa harus lama ya?"
Mahesa menghela napas lalu ia menghampiri Husna ke kamar, pintu kamar tidak di kunci oleh nya sehingga Mahesa dapat masuk.
"Teledor banget dia, kalau orang lain masuk dan melihat dia ganti baju bagaimana!" gerutu Mahesa lalu ia masuk ke dalam kamar, Mahesa melihat Husna berdiri di lemari pakaian itu sambil memilih baju.
Mahesa menggeleng-nggelengkan kepalanya, bukanya Husna ganti baju malah pilih-pilih baju pikir Mahesa.
"Dari tadi saya tunggu kamu malah belum selesai!" ujar Mahesa membuat Husna memberhentikan memilih bajunya.
Husna nyengir memperlihatkan gigi putih nya itu, "baju apa yang cocok untuk aku mas?" tanya Husna melihatkan pada Mahesa baju gamis berwarna hitam dan navy, Mahesa berpikir sejenak lalu menunjuk baju berwarna hitam, Mahesa sengaja memilih baju warna hitam karena dia juga memakai baju warna hitam.
"Iya ya, ini aja deh!" ujar Husna meletakkan baju warna navy itu ke lemari, Husna menatap Mahesa yang masih setia duduk tepi ranjang itu.
"Apa?" ujar Mahesa
"Keluar dulu, aku mau ganti baju!" ujar Husna
"Ganti aja!" ujar Mahesa seraya memainkan handphone nya, ia tidak melihat Husna malahan Mahesa sibuk dengan telepon genggam nya itu.
Husna menghela napas lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya, Mahesa sangat keras kepala di suruh keluar malah tidak mau, terpaksa Husna mengganti pakaian di kamar mandi.
Husna sudah selesai mengganti pakaian nya ia menghampiri Mahesa yang masih setia duduk di tepi ranjang itu, "mas, ayo kita ke makam ayah dan ibu ku!" ujar Husna, Mahesa melihat Husna, ia sedikit terpesona dengan kecantikan istri sirinya ini.
Di dalam mobil Mahesa tidak fokus menyetir mobilnya karena di samping nya ada bidadari yang sangat cantik, baju gamis berwarna hitam yang di pakai oleh Husna itu menambah kecantikan Husna, apa lagi kulit putih bersih Husna itu tambah putih jika di padukan dengan baju berwarna hitam yang ia kenakan.
"Mas, mobilnya kenapa jalannya pelan gini sih?, kita kan lama sampai nya kalau jalan mobil kamu kayak siput gini!" ujar Husna ada yang aneh pada suaminya ini.
"Ah, iya, sengaja agar anak yang ada di dalam perut kamu tidak kenapa-napa!" jawab Mahesa
Husna mengerutkan keningnya, apa hubungannya? jalan di sini padahal beraspal apa lagi jalanya juga mulus tanpa ada lobang atau jalan berbatu, "apa hubungannya mas?" tanya Husna tidak mengerti
"Sudah lah!" ujar Mahesa lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, Husna mengaruk-garuk kepalanya saja.
Sampai mereka di makam orang tua Husna itu, kini Husna sedang berjongkok di tengah-tengah makam yang saling berdampingan itu.
"Assalamualaikum ayah, ibu!" ujar Husna dengan senyum sedih
"Maaf ya Uus baru ke sini lagi, kemarin-kemarin itu Uus tidak sempat ke sini, tapi Uus janji setelah ini Uus akan sering berziarah ke makam kalian!" ujar Husna mencabut rumput liar yang tumbuh pada makam orang tua nya, Husna melihat di sekeliling makam itu ada banyak makam di sana, apa lagi makam yang lain-lain itu sudah bersih, mungkin para keluarga dari almarhum dan almarhumah sudah ke sini untuk berziarah apa lagi bulan suci Ramadhan sudah hampir tiba.
Mahesa memayungi Husna yang lagi duduk di samping makam ayah dan ibu nya itu, Mahesa menghela napas karena ia merasa capek berdiri terus.
"Mas, kalau capek duduk di sini saja!" ujar Husna melihat suaminya itu.
"Masih lama nggak?" tanya Mahesa
"Kenapa?" Husna balik bertanya
"Ibu hamil tidak boleh berlama-lama di makam!" ujar Mahesa
Husna menghela napas memang benar jika ibu hamil tidak boleh berlama-lama di makam, kata orang tidak baik sih, author juga tidak tau alasannya karena apa.
"Ayah, ibu, Husna kangen sama kalian, Husna sangat merindukan kalian berdua, Husna kangen kumpul bareng kalian lagi, tapi mau bagaimana lagi kita sudah berbeda alam, semoga kalian berdua di tempatkan di sisi Allah SWT yang paling mulia yaitu di surganya Allah!"
Mahesa menyeka keringat yang mengalir di pipinya, sesekali ia menghela napas sementara Husna masih berbicara dengan makam orang tua nya itu, Mahesa ikut berjongkok di samping Husna.
"Oh iya, Husna sampai lupa bilang sama kalian, di samping Husna ini adalah suaminya Husna, ayah ibu, sekarang Husna sudah bersuami dan Husna juga sedang mengandung cucu kalian!" ujar Husna memegang tangan Mahesa untuk memperkenalkan Mahesa dengan ayah dan ibu nya itu, Mahesa tersenyum tipis sambil membuka kaca mata hitam yang dari tadi ia gunakan.
Husna berdo'a di makam kedua orang tuanya itu, Mahesa juga ikut mendo'akan kedua orang tua Husna yang telah tiada itu.
"Husna tidak bisa berlama-lama di sini ayah, ibu, tapi Husna janji sama kalian kalau Husna akan sering-sering ke sini!" Husna menaburkan kembang itu pada makam kedua orang tuanya, setelah itu Mahesa membantu Husna berdiri.
"Makasih mas, kamu sudah mau menemani Husna ke makam ayah dan ibu, Husna juga senang telah memperkenalkan kamu pada ayah dan ibu!" ujar Husna tersenyum bahagia.
Mahesa mengangguk kecil seraya tersenyum tipis, "sekarang kamu mau kemana?" tanya Mahesa tidak seperti biasanya Mahesa bertanya pada Husna.
"Pulang aja mas, nanti kan kamu ke Jakarta!" ujar Husna
Mahesa mengangguk kecil mereka berdua menuju mobil, saat mereka masuk ke mobil seseorang memanggil Husna.
"Uus!"
...
Bersambung...
**Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir Dan Batinπππ
Author sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan tahun 1444 Hijriah/ 2023 Masehi**