
Husna masih menangis karena Mahesa kembali mengulangi yang selama ini tak pernah Mahesa lakukan padanya, saat ini Mahesa sedang ke kamar mandi ia sedang membersihkan tubuhnya itu, Mahesa kembali ke kamar nya itu ia langsung saja tidur dan membawa Husna ke pelukan nya, tidak ada rasa bersalah sedikitpun yang ia miliki terhadap Husna.
"Lepas!" sergah Husna dengan suara serak akibat menangis seraya menepis tangan Mahesa itu.
"Tidur saja, besok kamu akan mengasuh putra saya!" tutur Mahesa dengan suara biasa saja, tidak ada penyesalan sedikit pun itu darinya.
"Kamu egois hiks... lepaskan aku mas!" tangis Husna
Mahesa tidak menghiraukan apa lagi menggubrisi ucapan Husna itu ia hanya mempererat pelukannya terhadap Husna itu, Husna menangis di pelukan Mahesa itu.
"Jangan menangis lagi, anggap saja ini kewajiban seorang istri terhadap suaminya!" ujar Mahesa mengusap rambut Husna itu seraya mencium wangi dari rambut Husna itu.
"Tapi kenapa kamu memaksa ku hiks... apa salahnya kamu meminta nya dengan baik-baik hiks... kamu egois mas, kamu tidak pernah memikirkan perasaan ku!"
Mahesa menghela napas ia membenamkan wajahnya itu di ceruk leher Husna, "tidur, saya merasa ngantuk!" tutur Mahesa
Husna berkali-kali melepaskan pelukan Mahesa itu tapi tidak di lepas oleh Mahesa, sampai pada akhirnya Husna pasrah dan tertidur juga dalam pelukan hangat suaminya itu.
"Owek... owek... owek..."
"Owek... owek... owek..."
Tangis Ansel, di pagi hari ini sudah menganggu orang tua nya saja, bayi itu merasa haus, Mahesa terbangun karena mendengar tangisan putra nya itu, ia pergi ke kamar putra nya itu sementara itu Husna masih tidur dengan nyenyak nya, tidak bisa di bayangkan bagaimana lelahnya Husna kerena menangis sangat lama akibat Mahesa tadi malam.
Mahesa membawa putra nya itu ke kamarnya ia mengendong Ansel yang sedang menangis itu, Husna masih tidur ia tidak terusik dengan tangisan Ansel itu.
"Owek... owek... owek..."
"Sebentar, ayah bangunin bunda dulu!" Mahesa menggoyang-goyangkan tubuh Husna itu.
"Uus bangun, Ansel haus ini!" tutur Mahesa
Husna menggeliatkan tubuhnya ia sedikit mendengar suara bayi menangis itu, Husna mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.
"Husna!"
"Bangun, Ansel pengen nyusu tuh!" ujar Mahesa
Husna terjaga ia duduk dari tidurnya itu lalu ia menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang itu, Mahesa meletakkan bayi itu di pangkuan Husna.
"Aduh... kasihan anak bunda ya...!"
Mahesa pergi ke kamar mandi ia ingin mandi terlebih dahulu, beruntung pagi ini ia tidak ke rumah sakit karena ia mendapatkan sif siang hari ini. Mahesa memberikan kebebasan bagi Husna untuk menyusui putra nya itu.
Mahesa baru selesai mandi ia melihat Husna yang masih menyusui putra nya itu, Mahesa pergi ke ruang ganti pakaian.
"Sudah ya, ayah kamu sudah selesai mandi!"
"Emang kenapa?" tanya Mahesa yang mengahmpiri Husna
Husna diam menatap wajah Mahesa itu.
Mahesa menoel-noel pipi putranya itu seraya mencium pipi Ansel saat putra nya itu masih menyusu.
"Apa sih mas!" sungut Husna karena Mahesa terlalu dekat dengan nya.
"Apa apanya?" Mahesa balik bertanya
"Minggir mas!" ujar Husna menanggung malu sampai ke ubun-ubun.
"Apa sih kamu ini, saya hanya mencium Ansel, apa tidak boleh?" kilah Mahesa dengan senyum usil.
"Iih... apa sih kamu ini, minggir sana!" kata Husna seraya mendorong bahu Mahesa
Mahesa sedikit menjauh dari Husna, "kamu tidak kerja?" tanya Husna
"Masuk siang!" jawab Mahesa
...
Karena Ansel sudah tidur jadinya Husna memiliki waktu senggang ia hanya bersantai duduk di sofa kamar putra nya ini, Mahesa juga melarang Husna untuk ke dapur karena tugasnya hanya mengasuh Ansel tidak harus bersih-bersih rumah dan memasak juga.
Mahesa menghampiri Husna ke kamar putra nya itu.
"Husna!" panggil nya
Husna menoleh ke pintu penghubung itu, "iya, ada apa?" tanya Husna
"Ansel sudah tidur?"
"Menurut kamu gimana? jelas-jelas anaknya sudah tidur, masih saja bertanya!" sindir Husna
"Ke sini sebentar!" ujar Mahesa
Husna tidak bergerak ia masih duduk di sofa itu, sementara Mahesa sudah balik ke kamar nya. Mahesa menghela napas karena Husna tak mengikuti nya.
"Husna...!" Mahesa sedikit berteriak
Karena Husna takut ketahuan dengan pembantu yang lain ia langsung berlari ke kamar Mahesa untuk memberi Mahesa pelajaran.
"Kamu apa sih mas, nanti art yang lain tau gimana?" protes Husna mencubit perut Mahesa itu.
Mahesa mengerutkan keningnya karena Husna sudah mulai berani padanya.
"Kan kamu yang bilang jika pernikahan ini tidak boleh yang tahu di rumah ini, tapi mulut kamu itu sendiri yang mau mengumumkan bahwa kita ini sudah kenal dekat!" protes Husna
"Baiklah, saya minta maaf!" ucap Mahesa
"Siapkan baju kerja saya!" ujar Mahesa
"Lho, kenapa harus aku? tugas ku hanya mengasuh Ansel saja!" ujar Husna
"Tidak hanya itu saja, untuk hari ini saya akan memberikan tugas tambahan untuk kamu, kamu harus menyiapkan segala kebutuhan saya!" tutur Mahesa
Mahesa menyuruh Husna untuk melakukan tugasnya seperti tugas seorang istri, Mahesa juga tidak salah jika pekerjaan ini ia berikan kepada Husna kerena Husna itu memang istri nya, walaupun istri siri tapi kewajiban dan tugasnya tetap sama.
Husna mengerutkan keningnya karena sikap Mahesa sedikit berubah, "tidak, aku tidak mau, tugas ku hanya mengasuh Ansel saja!" tolak Husna
"Saya tidak suka penolakan!" bantah Mahesa
"Tapi aku di sini hanya bekerja sebagai pengasuh Ansel, aku tidak memiliki wewenang untuk menyiapkan segala kebutuhan kamu!" Husna terus menolak keinginan Mahesa itu.
"Kamu istri saya, seharusnya kamu melayani semua kebutuhan saya!" ujar Mahesa
"Cepat siapkan baju kerja saya!" titah Mahesa
Dengan malasnya Husna melangkah ke ruang ganti pakaian Mahesa itu, ia mengambil jas khusus dokter itu dan ia juga mengambilkan baju kemeja warna biru langit itu.
Husna membawa baju itu lalu ia memberikan pada Mahesa.
"Ini bajunya sudah aku siapkan!"
Mahesa tersenyum tipis ia mengambil baju yang di siapkan oleh Husna itu.
"Tunggu di sini dulu! ujar Mahesa
Husna terpaksa menunggu Mahesa, Mahesa selesai memakai baju kerja nya itu.
"Aku sudah boleh pergi?" tanya Husna
"Kemana?"
Husna mengertakan gigi nya karena kesal dengan Mahesa ini, "kenapa sih kamu selalu bikin aku kesal!" bentak Husna
"Sudah cukup mas, aku capek seperti ini terus, aku ingin bahagia juga!" ujar Husna lalu ia meninggalkan Mahesa.
Mahesa terdiam ia merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat kepada Husna, ia juga sering membuat Husna sakit hati.
...
Malam harinya Husna sudah tidur lebih dulu, ia tidak menunggu Mahesa pulang toh Mahesa pulangnya sangat lama.
Mahesa pulang pada pukul 00.00 wib ia merasa sangat lelah, hal paling utama saat ia pulang yaitu melihat putra nya dulu, Mahesa melihat putra nya itu sudah tidur.
Lalu mata Mahesa tertuju pada Husna, ia tersenyum lalu ia juga ikut tidur di samping Husna itu, sebelum ia tidur ia membuka jas beserta baju nya itu, Mahesa akan terasa nyaman tidur jika ia tidak mengunakan atasan.
Mahesa melempar baju nya itu ke sofa dan ia langsung menyelusup masuk ke selimut Husna itu, tidak lupa pula ia juga memeluk Husna. Akhir-akhir ini sikap Mahesa sangat berubah, ia lebih sering menganggu Husna.
...
Pagi ini amor sudah datang saja ke mansion putranya itu, ia sudah kangen dengan cucunya sudah beberapa hari ini ia tak berkunjung ke sini.
Para pembantu di mansion Mahesa ini sudah sibuk saja di dapur, mereka tidak tau jika nyonya besar nya itu datang sepagi ini, apa lagi bik Yatri yang juga sangat sibuk berkutat di dapur.
Amor melangkahkan kakinya menuju kamar cucunya itu, saat amor membuka handle pintu itu, namun pintu itu terkunci.
"Tumben Husna mengunci pintu?"
Tok tok tok
Amor mengetuk pintu kamar itu, tapi tak ada sahutan dari Husna.
"Husna kamu sudah bangun?" sahut amor
Husna sedikit kaget dengan ketukan pintu itu, apa lagi saat ia juga menemukan Mahesa yang berada di samping nya.
"Mas bangun, mama kamu datang!" ujar Husna menguncang tubuh Mahesa itu, tapi Mahesa tidak bangun juga.
Tok tok tok
"Husna, buka pintu nya! apa kamu masih tidur?
Husna kalang kabut karena Mahesa tidur di sini juga, bisa gawat urusan nya jika amor tau putra nya itu tidur di sini dan rahasia yang mereka sembunyikan juga bisa terbongkar.
"Husna!" panggil amor
Husna menguncang tubuh Mahesa itu, sampai-sampai ia juga mencubit lengan kekar suaminya itu.
"Mas bangun, mama kamu ke sini!" ujar Husna
Mahesa menggeliatkan tubuhnya tidurnya terusik karena Husna menguncang tubuh nya apa lagi Husna juga mencubit tangan nya.
"Bangun, mama kamu ke sini, buruan kamu pindah!" ujar Husna
Mata Mahesa langsung menyalang dengan sempurna, ia buru-buru mengambil jas dan sepatunya itu, Mahesa langsung terberit-berit lari ke pintu penghubung itu, ia langsung ke kamarnya.
Husna merapikan pakaian nya lalu ia menggunakan jilbab instan miliknya itu.
"Husna, kamu kenapa lama sih?" amor mengetuk-ngetuk pintu itu.
"Iya nyonya!" sahut Husna lalu ia buru-buru membuka pintu kamar itu
"Maaf nyonya, saya ketiduran!" ujar Husna lalu amor masuk ke kamar cucunya itu, kebetulan juga cucunya itu sudah bangun.
"Eh, cucu nenek sudah bangun!" amor mengendong cucunya itu, sementara itu Husna bernapas lega beruntung saja amor tidak mengetahui jika Mahesa tidur dengan nya tadi malam.
Bayi itu menangis karena merasa haus, amor mengembalikan Ansel kepada Husna.
"Owek... owek... owek..."
"Haus ya anak bun... anak bubu!" ujar Husna hampir keceplosan memanggil dirinya bunda di depan amor.
Amor duduk di kasur kecil tempat Husna tidur itu, ia tidak sengaja melihat handphone milik Mahesa tergeletak di atas nakas.
"Ini bukannya milik Mahesa?" ujar amor mengangkat telepon itu, Husna langsung cemas dengan kecerobohan Mahesa itu, bisa-bisa nya ia melupakan handphone nya itu.
"Ah iya, nyonya, mungkin handphone tuan ketinggalan di sini, tadi malam ia ke sini bermain dengan Ansel!" bohong Husna takut jika amor tidak percaya dengan ucapan nya itu.
Apa lagi baju Mahesa juga ada di sofa tempat Husna duduki itu, beruntung Husna yang melihat baju Mahesa itu jadinya ia menyembunyikan baju Mahesa itu di belakang nya.
"Mas Mahesa kenapa bisa ceroboh gini sih, hampir saja ketahuan, sedikit lagi pasti sudah terbongkar, dasar ceroboh!" batin Husna
...
Bersambung...
**Baca ya!!!
Silahkan mampir di cerita author yang baru yang berjudul (istri bercadar tak dianggap) sambil nunggu up cerita ini kalian boleh mampir ke cerita yang itu, di jamin seru**...
Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.
Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨