Pernikahan Siri Seorang Dokter

Pernikahan Siri Seorang Dokter
part 34. Melebihi Manis Buah Semangka


Siang harinya Husna minta di belikan strawberry tapi yang membelikan strawberry itu harus Mahesa sendiri, kalau tidak di belikan maka Husna akan marah dan tidak mau bicara bahkan dia mogok makan siang, Mahesa sampai pusing sendiri menghadapi kelakuan ibu hamil yang satu ini.


"Makan dulu lah!" ujar Mahesa menyuruh Husna untuk makan tapi Husna malah cemberut pada Mahesa.


"Nanti saya belikan strawberry nya tapi kamu harus makan, agar anak saya yang kamu kandung sehat-sehat saja!" ujar Mahesa mengambilkan Husna sepiring nasi


Husna tidak mau memakan nasi yang Mahesa ambilkan itu malahan dia memunggungi Mahesa saking cemberutnya, Mahesa berulang kali menghela napas nya karena pusing dengan kemauan Husna.


"Makan dulu yuk!" ujar Mahesa membawa nasi itu ke hadapan Husna langsung, semakin Mahesa memaksanya semakin Husna tidak mau.


Husna memutar tubuhnya untuk memunggungi Mahesa saat Mahesa sudah di depannya tadi, Mahesa menghela napas karena kecemberutan Husna sangat melebihi akhir-akhir ini.


"Saya akan belikan buah strawberry nya tapi kamu harus makan dulu!" ujar Mahesa sekali lagi membujuk Husna.


"Kapan?" tanya Husna akhirnya buka suara walau ucapan nya itu berkesan jutek dan tidak ramah seperti biasanya.


"Nanti, habis kamu makan!" ujar Mahesa


"Maunya sekarang!" ujar Husna merajuk kembali sambil memonyongkan bibirnya.


"Nanti aja kalau sekarang panas!" ujar Mahesa ada benarnya karena cuaca diluar sangat panas.


"Kan bisa pakai mobil!" ujar Husna


Mahesa menghela napas lalu ia duduk di kursi meja makan itu berdekatan dengan Husna, Mahesa menyuapi Husna nasi yang ia ambilkan tadi.


"Makan dulu!" ujar Mahesa


"Nggak!" ujar Husna


"Makan!"


"Nggak!"


"Husna!"


"Nggak mau!"


"Uus!"


"Jangan paksa aku!"


"Husna sayang!" ujar Mahesa sangat manis tanpa beban dan sangat lancar dan fasih saat berucap kata 'sayang'.


Husna tersedak air ludahnya sendiri saat Mahesa berucap sangat manis pada Husna, baru sekali Husna mendengar kata 'sayang' yang di ucapkan oleh Mahesa padanya.


"Apa tadi mas?" ujar Husna ingin mendengarkan sekali lagi kata 'sayang' itu, Mahesa tidak menjawab malahan dia menyuapi Husna dengan santainya, ekspresi wajahnya seperti biasa saja.


"Makan!" ujar Mahesa karena Husna belum kunjung juga menerima suapan dari Mahesa itu.


"Bukan itu!" ujar Husna


"Makan Husna, jangan pikirkan yang lain!" ujar Mahesa


Husna memanyunkan bibirnya tapi ia tetap menerima suapan dari Mahesa itu, Husna menghabiskan makan siangnya dengan lahap karena Mahesa yang menyuapinya.


"Kayak gini dari tadi kek, ini nggak nyusahin orang saja!" gerutu Mahesa saat ia memberikan Husna segelas air minum.


"Ikhlas nggak sih?" ujar Husna


"Antara nggak sama iya!" jawab Mahesa


Sesuai dengan apa yang Mahesa ucapkan tadi setelah Husna makan ia akan membelikan buah yang di minta oleh Husna, Mahesa mengendari mobil nya ke pasar buah untuk membeli buah strawberry, kali ini Mahesa memborong buah strawberry dan semangka itu agar Husna tidak menyusahkan dia lagi.


"Terus, sekarang siapa yang habisi buah sebanyak ini?" ujar Husna menunjuk beberapa kantong plastik itu.


"Kamu!" jawab Mahesa sangat kesal dengan permintaan Husna ini.


"Mana bisa!" ujar Husna


"Jangan mulai buat saya emosi Uus!" ujar Mahesa sangat jengkel dengan Husna.


"Tapi Uus tidak buat mas marah kok, kan ini permintaan dedek bayi, Uus hanya menjalankan perintah dedek bayi saja!" ujar Husna berbicara bak anak kecil yang menundukkan kepalanya saking takut untuk menatap wajah Mahesa yang sudah kelihatan berapi-api.


Mahesa menghela napas ia antara ingin tertawa dan juga marah dengan kelakuan Husna ini, bisa saja Mahesa tertawa terbahak-bahak dengan tingkah lucu Husna itu tapi ia tidak memperlihatkan tawanya itu kepada Husna karena ia gengsi.


"Adek, jangan minta sesuatu lagi pada ayah ya, bunda takut di marahi sama ayah kamu!" gumam Husna masih dapat di dengar oleh Mahesa.


"Saya tidak marah tapi kesal saja dengan permintaan anak saya itu, tidak di turuti takut ngeces nanti nya, di turuti malah ngelunjak!" ujar Mahesa menghela napas.


"Iya, ini anak kamu yang minta bukan aku, aku sebagai bunda yang baik untuk anak ini maka nya aku menjalankan perintah nya!" ujar Husna masih menundukkan kepalanya.


Mahesa menghela napas lalu ia membukakan semangka itu untuk Husna, tadi Husna sudah memakan buah strawberry nya terlebih dahulu, "makan semangka ini dulu!" ujar Mahesa memberikan sepotong buah semangka itu kepada Husna.


Husna memakan buah semangka itu dengan belepotan air semangka itu, Mahesa membantu menghapus air semangka itu di mulut Husna yang belepotan.


"Makasih mas!" ujar Husna dengan senyum manis nya


Mahesa mengangguk kecil seraya memperhatikan senyum manis Husna itu, sudah sering ia memperhatikan senyum manis Husna itu.


"Senyum nya sangat manis sekali, tidak bisa saya pungkiri jika senyumnya itu sangat manis melebihi manisnya buah semangka ini!" batin Mahesa


Husna dapat melihat senyum tipis dari bibir suaminya itu, ia sangat senang melihat Mahesa seperti ini ketimbang Mahesa yang dingin dan angkuh.


"Andai aku bisa melihat senyum manis kamu ini setiap hari mungkin aku akan bahagia selamanya!" batin Husna


"Mas!" panggil Husna, Mahesa terkejut dari lamunan nya ia menarik napas dalam-dalam.


"Apa?" tanya Mahesa


"Sebentar lagi puasa, apa kamu akan di sini selama puasa ini?" tanya Husna


"Tidak tau, mungkin seperti hari biasanya, saya jarang pulang!" ujar Mahesa


"Berarti selama puasa besok, aku akan menghabiskan waktu ku berdua saja dengan anak yang aku kandung ini!" ujar Husna


"Saya akan sering-sering kemari, kamu tidak usah khawatir!" ujar Mahesa


Husna menghela napas berat, tidak bisa di percaya jika Mahesa akan meninggalkan Husna kembali apa lagi saat puasa tiba, mungkin Husna tidak akan pernah merasakan makan sahur bersama suaminya itu.


Hari ini Mahesa benar-benar menghabiskan waktunya bersama dengan Husna apa lagi Mahesa selalu di repot kan oleh Husna, Mahesa melakukan ini semua dengan senang hati karena Husna sedang mengandung anak nya.


Mahesa memberikan sepotong semangka lagi kepada Husna karena Husna memintanya lagi, seperti itulah Husna ia tidak pernah bosan memakan buah-buahan itu, ia bahkan menikmati makan buahnya itu.


"Sangat manis!" ujar Husna saat mengigit buah semangka itu.


"Semanis senyum mu!" gumam Mahesa.


"Apa mas?" ujar Husna karena Husna tidak mendengar jelas gumaman Mahesa itu, "tidak ada, kamu lanjut makan saja!" ujar Mahesa meninggalkan Husna di meja makan itu, Mahesa mengusap dadanya untung saja Husna tidak mendengar jelas gumaman nya itu.


...


Bersambung...


Berhubung bulan puasa sudah hampir tiba, author mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga puasa kita tahun ini di beri kelancaran oleh Allah SWT, dan Allah selalu melindungi kita semua, Aamiin...🙏🙏🙏