Pernikahan Siri Seorang Dokter

Pernikahan Siri Seorang Dokter
part 49. Pencarian Hari Ke 2


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam lebih akhirnya Husna sampai juga di kota Jakarta ini, hal yang paling utama yang dilakukan Husna yaitu mencari masjid untuk persinggahan nya sementara, karena ia tidak tau harus di mana singgah, mesjid inilah tempat yang paling tempat untuk ia singgahi.


Husna duduk berdiam diri di masjid itu seraya membaca zikir, ia sangat ingin bertemu dengan anaknya segera, begitulah perjuangan Husna untuk bertemu kembali dengan anaknya itu.


"Ya Allah... ampunilah dosa hamba dan dosa-dosa yang pernah hamba lakukan dulu, ya Allah... tunjukkan lah kepada hamba keberadaan anak hamba yang di bawa oleh mas Mahesa, tunjukkan lah jalan bagi hamba agar hamba bisa segera bertemu dengan anak hamba, kepada Engkau lah hamba meminta petunjuk dan pertolongan!"


Selesai Husna berdo'a kini ia memulai mencari alamat tempat Mahesa bekerja, panas terik Husna tempuh demi ia bisa bertemu dengan anaknya itu.


Husna naik ojek untuk sampai ke alamat tujuan nya itu, tadi dia sudah bertanya kepada orang-orang yang ada di sekitar sini, Husna di suruh naik ojek karena perjalanan nya cukup jauh untuk mencapai alamat rumah sakit itu.


"Apa bapak tau dimana rumah sakit ini pak?" tanya Husna memberikan alamat itu kepada tukang ojek itu.


"Wah... ini cukup jauh dari sini mbak, saya bisa mengantar mbak ke tempat itu!" ujar tukang ojek itu.


Senyum manis merekah di kedua sudut bibir Husna itu, akhirnya sebentar lagi ia akan bertemu dengan anaknya itu.


Ojek itu membawa Husna ke alamat yang ia beritahukan tadi, sekitar setengah jam waktu yang di tempuh akhirnya Husna sampai di rumah sakit dimana Mahesa bekerja, Husna menatap rumah sakit itu dari seberang jalan, ia tersenyum karena ia sampai di alamat ini.


"Alhamdulillah hirobbil alamin... akhirnya aku sampai di sini!"


Husna memilih berdiri dan menunggu Mahesa di seberang jalan ini, ia tidak mau gegabah dan pada akhirnya Mahesa akan pergi dari sini, jalan yang di ambil Husna yaitu menunggu semua pekerjaan rumah sakit ini untuk pulang.


Husna duduk di depan warung yang ada di dekat rumah sakit ini, matanya tidak pernah teralihkan dari rumah sakit itu, ia tidak mau ketinggalan jejak Mahesa nantinya jika ia lengah sedikit.


Satu persatu pekerja rumah sakit itu pulang dan ada pula pekerja rumah sakit itu yang baru tiba, mereka akan bergantian sif makanya Husna harus sangat jeli, sudah lama ia memperhatikan pekerja rumah sakit yang lalu lalang itu, tidak ada tanda-tanda Mahesa pulang maupun tiba di rumah sakit ini.


"Ya Allah... pertemukan Husna dengan mas Mahesa!" Husna terus memperhatikan rumah sakit itu.


Sudah terlalu lama ia duduk di depan warung itu tapi tidak ada mobil Mahesa yang keluar ataupun masuk ke rumah sakit itu, hari sudah hampir gelap, suara orang mengaji pun sudah terdengar dari masjid terdekat ini menandakan jika hari sudah mulai magrib.


Husna memutuskan untuk mencari kontrakan untuk ia beristirahat malam ini, besok ia akan ke sini lagi untuk mencari Mahesa, Husna mencari kontrakan di dekat rumah sakit ini agar besok ia bisa mengintai Mahesa kembali.


Husna mendapatkan kontrakan di dekat rumah sakit ini, ia sangat bersyukur malam ini ia bisa beristirahat apa lagi ia merasakan sangat sakit di bagian dadanya karena anaknya tidak menyusu dengan nya, makanya dia merasa sakit.


Besok Husna berencana menyumbangkan asi nya itu ke rumah sakit, agar asi nya ini tidak terbuang dengan percuma.


"Ya Allah... pertemukan lah aku dengan mereka besok, aamiin...!"


...


Besok harinya Husna sudah datang kembali ke rumah sakit itu, kali ini ia masuk ke rumah sakit itu ia ingin menyumbangkan asi nya itu kepada yang membutuhkan, sekalian juga Husna mau mencari suaminya itu.


"Sus, apa di sini menerima sumbangan asi? tanya Husna ke salah satu perawat yang bernama Santi itu.


Perawat itu tersenyum, "kami menerima asi dari siapa pun itu bu, karena rumah sakit ini juga membutuhkan asi!" ujar Santi dengan ramah nya.


Husna tersenyum lalu perawat yang bernama Santi itu membawa Husna ke salah satu ruangan untuk memompa ASI itu, setelah menyumbangkan asi itu akhirnya Husna merasa tidak sakit lagi, kini Husna sedang mengelilingi koridor rumah sakit yang sangat besar itu.


Dari kejauhan Mahesa melihat seseorang yang mirip dengan Husna, ia menatap wanita yang sedang menundukkan kepalanya itu.


"Husna!" lirih Mahesa


Mahesa menggeleng-nggelengkan kepalanya lalu ia masuk ke dalam ruangan nya itu.


Husna kembali mengangkat kepalanya kini ia pergi keluar dari rumah sakit itu, ia duduk di warung yang waktu itu, Husna merasa lapar karena jam makan siang sudah datang.


Husna memilih untuk mengisi perutnya terlebih dahulu, ia tidak ingin sakit jika ia sakit maka langkah nya bisa terhalang untuk tidak jadi bertemu dengan Mahesa.


"Aku harus kuat aku harus bertemu dengan anak ku!"


Selesai ia makan siang kini ia duduk kembali di warung itu, sebenarnya ia sangat lelah menunggu di sini tapi ini demi anaknya apa pun akan ia lakukan demi bisa bertemu dengan anaknya.


Hari ini merupakan hari tidak keberuntungan bagi Husna karena hari ini ia juga tak melihat tanda-tanda mobil Mahesa berada di sini, hari sudah makin sore Husna memutuskan untuk besok kembali lagi ke sini.


"Bismillah... semoga besok aku bisa bertemu dengan mas Mahesa!"


Husna merebahkan tubuhnya di kasur kecil tempat kontrakan nya itu, hari ini merupakan hari yang sangat lelah untuknya, tapi Husna tidak pantang menyerah untuk menemukan anaknya itu.


Husna berdo'a dalam hatinya agar ia cepat bertemu dengan anaknya itu, sudah lama mereka tidak bertemu, berapa rindunya Husna dengan bayi yang ia kandung selama sembilan bulan itu.


"Bunda akan menjemput kamu nak, kita akan berkumpul seperti dulu lagi, tunggu bunda ya sayang!"


...


Di mansion Mahesa ia sedang menggendong putranya itu, jika di perhatikan wajah putra nya itu mirip sekali dengan wajahnya, hanya saja hidung, matanya sangat mirip dengan ibunya, Mahesa jadi terbayang dengan wanita tadi siang yang ia lihat.


"Husna!" lirih Mahesa


Tadi ia sempat melihat wanita yang mirip dengan Husna, dari cara ia duduk dan menundukkan kepalanya sangat mirip dengan Husna, apa lagi baju gamis syar'i yang di gunakan wanita itu sangat mirip dengan Husna.


"Ayah janji akan menjaga kamu nak, ayah sangat menyayangi kamu!"


...


Bersambung...


Komentar, like, berserta vote nya ya!!!


Jangan jadi pembaca gelap saja.


jangan lupa mampir di cerita baru author yang tak kalah menariknya dari cerita ini, dengan judul (istri bercadar tak dianggap) mampir ya readers.