
Siang itu amor dan Radyta datang ke mansion Mahesa mereka berdua membawa seorang wanita cantik ke mansion ini. Mereka berdua ingin bertemu dengan Mahesa tapi sampai siang ini Mahesa belum juga pulang.
"Tan, emang Mahesa masih kerja ya di rumah sakit saat ia bekerja dulu?" tanya Claudia
Ya, mereka berdua membawa Claudia di kediaman Mahesa ini, mereka berencana ingin mendekatkan Claudia dengan Mahesa terlebih lagi Mahesa memang sangat membutuhkan seorang istri untuk mengasuh putra nya itu, sewaktu-waktu Ansel tidak menyusu dengan Husna lagi maka Husna akan berhenti bekerja di sini dan Husna akan balik ke kampung lagi, pikir orang tua Mahesa itu.
"Iya, Mahesa sangat di butuhkan oleh pihak rumah sakit itu!"
"Lah, emang tu anak nggak pernah pindah dari sana apa? apa dia memang tetap mau di sana?" ujar Claudia mengingat Mahesa itu teman lamanya dulu. Sewaktu ia berangkat ke Australia, Mahesa memang sudah bekerja di rumah sakit saat ia bekerja sekarang.
"Ah, bisa di bilang seperti itulah!" jawab amor
"Emang Mahesa tidak mau membantu bisnis om Radyta apa?" tanya Claudia
"Tidak, memang Mahesa berprofesi sebagai dokter, dia mana mau pindah ke bidang bisnis bidang dan bakatnya memang di kedokteran!" jawab Radyta
Dari kejauhan Husna memperhatikan mereka bertiga yang ngobrol secara akrab itu, seharusnya diri nya yang ngobrol akrab dengan mertuanya itu bukan wanita itu, tapi apalah daya Husna ia hanya di anggap sebagai pengasuh putranya saja tidak lebih dari itu.
Husna menitikkan air matanya ia merasa sedih sekali dengan kenyataan ini, terlebih lagi status nya saat ini tidak tau antara menjadi menantu kelurga ini atau bahkan tidak.
Husna kembali ke kamar putra nya itu selama ini ia bisa mengadu pada putra kecilnya itu tidak tau harus ke siapa lagi ia mengadu kesedihan nya itu.
"Hiks... bunda tidak tau harus sampai kapan di sini nak, bunda sangat sedih sekali saat ini hiks... kenapa kehidupan bunda tidak pernah bahagia sedikit pun, datang kebahagiaan itu hanya sebentar saja menghampiri bunda nak!" isak Husna
Cklekk
Pintu kamar itu di buka oleh amor, Husna buru-buru menghapus air matanya itu.
"Eh nyonya!" sapa Husna
"Saya mau membawa cucu saya ke bawah, saya mau memperkenalkan nya dengan Claudia, kamu di sini saja, oh iya apakah susu dalam dot bayi sudah kamu sediakan?" tutur amor membawa cucunya itu ke gendongan nya.
"Sudah nyonya!"
Husna mengambilkan asi yang sudah ia perah itu, lalu amor membawa cucunya itu ke tempat mereka tadi.
"Apa ini anaknya Mahesa tan, om?" tanya Claudia
"Ya!"
"Lah, kapan Mahesa menikahnya kenapa aku tidak mengetahui nya?" tanya Claudia sedikit terkejut dengan kabar pernikahan teman lamanya ini.
Terlebih lagi selama ini Mahesa tidak suka dengan wanita, bukanya dia tidak normal tapi dia sendiri yang membatasi dirinya dengan wanita lain.
"Lalu istrinya kemana tan?" tanya Claudia
Amor tersenyum kecil dan mulai menceritakan kepada Claudia jika Mahesa selama ini hanya menikah siri, terlebih lagi ia tidak tau menahu tentang istri sirinya itu.
"Tega sekali!" lirih Claudia
"Apa istrinya tidak mencari Mahesa tan? apa lagi bayi ini sangat butuh dengan ibunya, kasihan sekali kamu kecil!" ujar Claudia menoel-noel pipi Ansel
"Tante juga tidak tau!"
Husna hanya bisa memperhatikan mereka dari kejauhan ia, mana mungkin ia bisa masuk ke kelurga besar Radyta yang sangat terpandang ini, terlebih lagi Mahesa tidak menganggap dirinya, Mahesa hanya menganggap dirinya hanya sebagai pengasuh saja.
...
Karena Mahesa tidak kunjung pulang akhirnya amor dan Radyta berpamitan pulang, rencana mereka untuk menjodohkan Mahesa dengan Claudia jadi tertunda dulu karena Mahesa tak dapat pulang saat ini.
Husna merasa dirinya tidak di gunakan lagi di sini, karena nanti posisinya akan di gantikan oleh wanita yang bernama Claudia tadi.
"Apa aku harus pergi dan meninggalkan anak ku lagi?"
Sore harinya Husna sedang di dapur ia sedang membersihkan area dapur itu, art yang lain sudah kembali ke mansion belakang rumah ini, setiap Mahesa akan pulang pasti art yang lain akan bergegas untuk pindah ke mansion belakang.
Peraturan itu di buat oleh Mahesa saat pertama kali Husna menginjakan kakinya di rumah ini, Mahesa tidak mau jika semua orang tau bagaimana hubungan Mahesa sebenarnya dengan Husna.
Mahesa baru saja pulang bekerja ia sangat lelah sekali, kini ia pergi ke dapur untuk mengambil minum, saat kakinya mau memasuki area dapur itu ia melihat Husna yang lagi beberes di dapur itu.
Mahesa menghela napas karena ia tidak suka melihat pakaian Husna itu, seragam art itu sangat tidak cocok untuk Husna, walaupun Husna sudah berusaha menutupi auratnya tapi lekuk tubuh nya itu masih terlihat juga.
"Kenapa susah sekali di bilangin sih!" gerutu Mahesa
Mahesa melangkahkan kakinya ia membuka jas dokter nya itu lalu ia memakaikan langsung kepada Husna sontak saja Husna kaget dengan apa yang Mahesa lakukan itu.
Husna menatap jas dokter yang di pakaikan oleh Mahesa pada tubuh nya ini, Husna mencium aroma parfum Mahesa yang lengket pada jas dokter nya ini, bau parfum nya itu sedikit memberikan ketenangan bagi Husna.
"Mas, kapan pulang?" tanya Husna pada akhirnya
Ia menyalami punggung tangan Mahesa itu, jantung Mahesa terpompa sangat kencang dari biasanya saat Husna mencium punggung tangan nya itu.
"Barusan!" jawab Mahesa
"Jangan ulangi lagi memakai baju seperti ini saya tidak suka!" ucap Mahesa sedikit meninggikan suaranya.
"Tapi mas, kamu sudah tau alasan nya kenapa aku memakai seragam ini, aku takut jika mereka curiga pada ku mas!" tutur Husna menundukkan kepalanya.
"Sudah, intinya saya tidak suka, besok jangan kamu memakai baju ini lagi, buang saja baju ini, atau kamu ingin mau menggoda saya?" selidik Mahesa menaik-turunkan alisnya.
Husna langsung menggeleng-nggelengkan kepalanya, "tidak, aku tidak menggoda mu, besok aku tidak akan memakai baju ini lagi!" ujar Husna ketakutan dengan ancaman Mahesa itu.
"Bagus, jadilah istri penurut!" ujar Mahesa lalu ia pergi ke arah kulkas dan mengambil air dingin, Mahesa meneguk habis air dalam botol itu, tatapan nya tidak pernah lepas dari Husna.
"Mandi, lalu ganti baju mu!" titah Mahesa
"Pekerjaan Uus belum selesai mas!" tutur Husna melihat pekerjaan nya belum selesai
"Biar bik Yatri saja yang melanjutkan nya, kamu pergilah ke kamar!"
Husna menuruti perintah Mahesa itu, barulah Mahesa mengikuti Husna dari belakang, Husna masih mengenakan jas dokter milik Mahesa tadi.
Mahesa menuruti Husna masuk ke kamar putra nya itu, "mas mau apa?" tanya Husna saat Husna masuk ke kamarnya itu.
"Saya mau melihat putra saya!" jawab Mahesa
"T-tapi aku...!" Husna tidak melanjutkan ucapannya bahwasanya ia ingin mandi, masa Mahesa mau ikut juga ke kamar itu, ya walaupun kamar mandi ada di kamar putra nya itu, ia kan juga risih jika Mahesa ada di kamar itu.
"Jangan bilang kamu mau melarang saya!" tutur Mahesa
"Tidak begitu maksud ku!" kilah Husna
"Lalu?"
"Hmm... nanti saja ya kamu bertemu dengan Ansel setelah aku selesai mandi!" beritahu Husna sedikit takut mengatakan itu.
"Apa urusannya? dengan kamu mandi dan saya ingin bertemu anak saya?" tanya Mahesa
"Ah, sudah lah terserah kamu saja!" kesal Husna, percuma berbicara dengan Mahesa yang ada mereka akan bertengkar lagi.
Husna masuk ke kamar mandi itu ia terpaksa membawa baju gantinya ke dalam kamar mandi itu, tidak mungkin ia mengganti pakaian nya di depan Mahesa.
Husna selesai mandi ia sudah kelihatan segar habis mandi terlebih lagi rambut nya yang tergerai itu. Mahesa menelan ludah nya karena kecantikan istrinya itu sangat sempurna di matanya.
Husna menyisir rambut panjang nya itu setelah itu ia memoleskan sedikit bedak di wajah putih nya itu dan tidak lupa juga ia memberi lipstik di bibir nya itu, seakan Mahesa terpesona dengan apa yang ia lihat.
Lalu Husna mengikat rambut nya itu dan ia mulai memasang ciput dan memasang jilbab segi empat itu untuk menutupi kepala nya, sangat sempurna kecantikan nya itu setelah memakai jilbab nya itu.
"Very beautiful!" lirih Mahesa
Husna mendekati Mahesa ia ingin mengambil putranya itu untuk ia susui. Mata Mahesa tidak lepas dari wajah Husna itu.
"Kenapa begitu cantik? batin Mahesa
"Sini, anak bunda mau menyusu dulu!" ujar Husna dan barulah Mahesa sadar.
"Kamu mandi saja terlebih dahulu, nanti ke sini lagi!" ujar Husna
Mahesa masih memperhatikan Husna itu, "ah, iya!" tutur Mahesa.
...
Bersambung...
Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.
Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨