Oh My Teacher

Oh My Teacher
kawanan baru.


"Rissa..." gumam Vin-vin, dia terkejut dan tak menyangka bakal bertemu Rissa di sini.


"Bagaimana mungkin, anak bau kencur begini diijinkan memasak di sini! bukankah ini restoran terkenal dan harganya juga nggak murah! tapi kalau tahu makanan yang gue makan di masak oleh anak kecil ini, gue nggak bakalan mau makan!


Restoran ini harus di periksa kelayakannya! pasti makanannya nggak higienis dan kotor karena yang masak masih anak di bawah umur!" cerocos Rissa. Dia sengaja berteriak dengan lantang agar seluruh tamu yang ada di dalam restoran mendengar, ya itulah tujuannya ingin menjatuhkan Vin-vin.


Rissa menganggap ini adalah kesempatan emas baginya untuk menyerang Vin-vin, menjatuhkan mentalnya agar dia tahu diri dan menjauhi Ivan. Karena Ivan adalah miliknya.


"Hey! jaga you punya mulut ya! jangan bicara sembarangan! Vin-vin ini..." ucapan Selly di hentikan oleh Vin-vin. Dia tidak mau terjadi keributan di restoran Papanya, bisa-bisa nama baik Papanya tercoreng hanya karena wanita minus attitude ini.


"Tolong, beritahu aku, makanan mana yang menurut kamu nggak enak," ucap Vin-vin dengan tenang.


Vin-vin teringat nasihat Papanya, bahwa tamu adalah Raja. Mereka mengeluarkan uang untuk menikmati masakan kita. Jika merea komplain atas rasa masakan yang kita buat kita tidak boleh marah. Hadapi dengan tenang.


Saat ini, Vin-vin sedang berusah melakukannya, walaupun hatinya terasa mendidih hanya dengan melihat wajah Rissa.


Vin-vin berjalan menuju meja yang tadi di duduki Rissa untuk makan, di belakangnya, Selly dan Kyky terus mengikuti. Mereka berdua harus terus berada di sisi Vin-vin untuk melindunginya jika terjadi hal buruk nantinya.


Saat sampai di meja Rissa, Vin-vin berhenti dan terdiam saat melihat piring yang tadinya tersaji makanan buatannya sudah kosong. Tidak ada makanan tersisa di atasnya, hanya ada saos barbeqiu tertinggal di piring dan itu pun tinggal sedikit.


Vin-vin mendengus dan sempat melirik ke arah Rissa yang tampak salah tingkah.


"Katanya nggak enak, tapi bersih sekali piringnya!" ucap Kyky dengan lantag. Dia pun sengaja melakukan itu agar para pengunjung restoran mendengar. Kyky sangat tak terima dengan komplain dari tamunya yang nampak sekali di buat-buat hanya untuk menjatuhkan nama baik tempat kerjanya ini.


Dan sepertinya rencana Kyky berhasil, beberapa pelanggan tersenyum di kulum sambil menggelengkan kepala.


"Kenapa memangnya! gue bayar loh makanan ini! terserah gue kan mau gue makan sampai habis atau mau gue buang! gue bayar! mahal!" elak Rissa mencoba membela dirinya sendiri.


"Ya kalau you habisin kan berarti you doyan, kenapa bilang makanan ini nggak enak," gumam Selly.


Vin-vin menggelengkan kepalanya sambil menatap Selly, mengisyaratkan agar dia diam dan tak memancing emosi Rissa.


Vin-vin melangkah pelan mendekati meja dan mencolek sedikit saos barbeqiu yang masih tertinggal.


Piring ini begitu bersih, bahkan sayuran pendamping steik nya pun habis tak bersisa, tak ada sebiji jagung atau kacang polong pun di sana, sangat licin.


Sebenarnya Vin-vin ingin tersenyum namun takut Rissa merasa di ejek dan makin mengamuk.


Vin-vin menjilat telunjukknya yang ada saos barbeqiu dan menganggukkan kepalanya.


"Rasanya sudah sempurna, ini memang rasa spesial yang hanya bisa di temukan di restoran kami. Tidak kurang garam sama sekali, sudah standart restoran kami. Karena selera tiap orang berbeda, kami memang sengaja memasak dengan rasa yang pas, namun jika ada yang suka asin bisa menambahkan sendiri garam sesuai selera," ucap Vin-vin sambil mengembangkan senyum, mencoba tetap ramah.


"Ahhh! banyak omong! jangan shok menggurui Lo! anak kecil macam Lo, tau apa tentang rasa yang enak!" Rissa makin marah dan kembali berteriak. Suaranya benar-benar melengking dan mengekakkan telinga.


"Vin-vin selalu masak di sini dan tidak pernah ada yang komplain! rasa masakannya memang enak karena dia di ajari langsung oleh Chef Kevin," ucap Kyky mencoba membela Vin-vin.


"Hahaha... jangan buat gue tertawa! mana mungkin anak kecil begini bisa kenal dengan artis dan di ajari masak! kalian pasti membohongi tamu-tamu di sini! kalian bilang restoran ini milik Chef artis itu tapi ternyata yang memasak di dapur adalah anak kecil yang bahkan lulus sekolahpun belum."


"Eh! you orang mana sih?! nggak kenal you sama Vin-vin!" kesal Selly.


"Selama ini dia tinggal di luar negri Sel," bisik Vin-vin.


"Pokoknya gue mau duit gue balik! gue makan di sini karena gue dengar Chef artis itu yang memasak! gue nggak terima karena gue di bohongi di sini." Rissa masih terlihat marah.


"Mohon maaf, kamu dengar dari siapa? apa dari karyawan di sini? atau dari siapa?" tanya Vin-vin lagi.


"Bukan urusan Lo, gue denger dari siapa! yang penting sekarang itu, kalian harus bertanggung jawab karena sudah membohongi customer!"


"Tentu saja itu urusan aku! karena kamu dengar kabar entah dari mana tapi kamu meminta pertanggung jawaban ke kita, kan konyol," Vin-vin hampir meninggikan suaranya.


"Nah! bener kan!" Rissa menatap tamu-tamu lain yang masih duduk di tempatnya masing-masing.


"Kita semua di bohongi! ternyata selama ini bukan Chef Kevin yang memasak di sini! mereka menjual nama artis demi mendapatkan keuntungan! restoran ini harus gue laporin ke polisi!" Rissa mengambil ponselnya dari dalam tas mungil yang di tentengnya.


"Tolong jaga sikap kamu Rissa!" bentak Vin-vin, dia sudah tak tahan lagi dengan kegilaan Rissa yang membuatnya kesal dan sakit kepala.


"Berani sekali Lo sebut nama gue! heh! bocah bau kencur! Lo harus di ajari sopan santun rupanya!" Rissa mengangkat tangannya hendak menampar pipi Vin-vin.


Namun dengan cepat, sebuah tangan kekar menahannya. Tangan itu mencengkram lengan Rissa dengan sangat kencang hingga membuat Rissa merintih kesakitan.


"Ini restoran memang milik Saya, tapi bukan berarti Saya selalu memasak di sini! Saya punya sepuluh restoran dan kafe, tidak mungkin Saya bisa membelah diri dan memasak di semua restoran itu kan!"


"Papah..." Vin-vin mendesah lega saat melihat Papahnya datang tepat waktu dan menolongnya.


Chef Kevin menarik napas panjang agar emosinya berkurang, lalu dia menghempaskan lengan Rissa yang dari tadi dicengkramnya.


"Tolong lebih di pahami! pemilik bukan berarti harus memasak di sini, tapi Saya jamin semua chef yang memasak di restoran Saya sudah Saya latih dengan sangat baik. Namun jika menurut kamu makanan yang di sajikan di restoran ini tidak sesuai dengan selera mu, Saya harap kamu tidak pernah muncul lagi di sini!"


"Da.. dasar berengs*k! gue nggak akan pernah menginjakkan kaki gue di sini untuk selamanya!" Teriak Rissa.


"Dihh... ngomong aja pengen makan gratis, segala pakai bilang makanan nggak enak!" kesal Selly.


"Kamu nggak apa-apa sayang?" Kevin menarik Vin-vin dan memeluknya, sungguh dia sangat kesal saat tadi memasuki restoran dan melihat anak gadisnya sedang di caci maki oleh orang yang tidak dia kenal. Untunglah dia datang tepat waktu.


"Nggak papa kok Pah," jawab Vin-vin sambil tersenyum.


***


"Berengs*k! seumur hidup gue nggak bakalan masuk ke restoran ini! sombong banget itu artis! artis nggak terkenal aja belagu banget!" Rissa terus ngedumel karena merasa kesal dan malu. Dia tak terima dengan perlakuan Chef Kevin padanya.


"Gue bakal balas kejadian hari ini! lihat saja kalian!"


"Mau gue bantu?"


Rissa menoleh saat mendengar sebuah suara menyahuti ucapannya.


Saat dia menoleh dia melihat seorang lelaki berkaca mata dengan bingkai warna hitam dan tebal sedang tersenyum kepadanya.


"Siapa Lo?