
"Vin!" Axel berlari mendekat saat melihat kedatangan Vin-vin.
"Xel? ngapain di depan kelas aku?"
"Aku tungguin kamu... kangen. Kenapa sih Papi kamu pakai acara antar ke sekolah, biasanya juga aku kan!" Axel merebahkan kepalanya di bahu Vin-vin dengan manja, buru-buru Vin-vin berjalan masuk ke dalam kelas, berusaha menghindar.
Vin-vin merasa, dia harus mulai menjaga jarak dengan Axel demi menjaga perasaan Pak Ivan.
Menjaga perasaan? emangnya mereka ada hubungan apa? Pak Ivan kan belum menerima pernyataan cinta Vin-vin?
Vin-vin langsung terkikik sendiri menyadari kebodohannya.
"Emuutt..." Vin-vin berlari mendekati sahabatnya yang sedang sibuk di meja nya.
"Hey, sombong banget sih? lagi apa?" tanyanya lagi sambil duduk di sebelah Mutiara.
"Ck! aku lupa tugas sosiologi! ini lagi menyalin tugasnya si Ani. Mana jam pelajaran pertama lagi!!! aahhh jangan ganggu..."
Vin-vin hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.
"Tugas itu di kerjain di rumah."
"Iya lah Bu guru!" ketusnya sambil tetap fokus ke buku yang di conteknya.
Vin-vin tersenyum mendengar ucapan Mutiara karena dia langsung membayangkan dia menjadi kekasih Pak Ivan, maka otomatis dia akan di beri julukan Bu Guru. (kata siapa???)
"Hari ini, kelasmu ada pelajaran olah raga kan?" tanya Axel sambil duduk di kursi yang ada di depan Vin-vin.
Vin-vin mengangguk dengan semangat. Memang hari ini adalah hari yang di nantikan olehnya, karena dia akan bersama dengan Pak Ivan selama 2 jam. Membayangkannya saja sudah membuat Vin-vin bahagia.
"Kamu mau ikut Olah raga? jangan sampai kamu kena bola kaya kemarin loh." Axel mencoba mengingatkan.
"Siap bos! aku akan hati-hati." Vin-vin mengangkat tangannya dengan sikap hormat bendera.
"Aku balik kelas dulu, istirahat nanti kita ke kantin bareng ya." Axel bangun dari duduknya, "Oya, pulang nanti kamu bareng aku kan?"
"Hmm.. kayanya Papi yang jemput deh."
"Huft... pagi nggak bisa jemput, pulang nggak bisa anter... sedih akutuh!" Axel menghela napas, dia tampak sangat kecewa karena tak bisa bersama dengan Vin-vin.
"Besok deh, nanti aku bilang Papi supaya besok nggak anter aku sekolah."
"Bener ya, janji!"
Vin-vin tersenyum sambil mengacungkan dua jarinya dan itu sudah cukup membuat Axel bersemangat. Dia pun pergi dengan senyum mengembang menghias bibirnya.
'Teeeeet....'
"Pas! selesai!" teriak Mutiara girang sambil mengangkat kedua tangannya di atas.
"Dasar Eemuut!!!"
...*...
"Kita pemanasan dulu sebelum mulai," titah Pak Ivan saat jam pelajarannya sudah mulai.
Semua murid kelas XI IPS 4 sudah berkumpul di lapangan voli untuk memulai pelajaran olah raga hari ini. Semua murid tampak bersemangat karena mendapatkan guru baru yang masih muda dan tampak ramah, karena guru olah raga sebelumnya adalah Pak Joko yang terkenal sangat galak, dan saat marah-marah semua ludahnya muncrat bak air mancur.
Jam olah raga bukan favorit murid-murid karena harus bertemu dengan Pak Joko. Sekarang karena bertambahnya usia, Pak Joko harus pensiun dan di gantikan Pak Ivan yang sangat tampan. Dan tentu saja membuat semua murid bersuka cita terutama para murid perempuan.
Saat sedang memberikan pengarahan untuk pemanasan sebelum memulai berolah raga, berulang kali mata Pak Ivan dan Vin-vin beradu. Membuat Vin-vin senyum-senyum persis orang gila karena terlalu bahagia.
Tapi walaupun begitu, Pak Ivan tetap terlihat tampan dan sangat menggoda.
"Fokus Vincia! jangan sampai kepalamu kena bola lagi karena melamun!" ucap Pak Ivan diikuti tawa seluruh teman sekelas Vin-vin.
"Pak Ivan ih.." Vin-vin pura-pura cemberut dan memanyunkan bibir mungilnya.
Bukannya terlihat jelek, Vin-vin justru terlihat menggemaskan seperti boneka, membuat Ivan malah serba salah dan akhirnya dia berusaha mengalihkan pandangannya dengan memperhatikan muridnya yang lain.
"Ayo membentuk kelompok, masing-masing empat orang untuk latihan Service."
"Iya Pak..."
Semua murid pun menurut dan langsung membentuk kelompoknya masing-masing dan mulai berlatih.
Pak Ivan pun mulai berkeliling memperhatikan setiap kelompok. Ada beberapa murid yang langsung bisa bermain tapi ada beberapa yang pukulannya sangat lemah, tampak sekali tak pernah bermain voli.
"Aahh... aduuhh.. sakit..." pekik salah seorang murid perempuan sambil menunjukkan pergelangan tangannya yang memerah karena dia gunakan untuk memukul bola voli.
Ivan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak muridnya yang super lebay. Dia tahu pasti itu hanya cara mereka untuk menarik perhatiannya.
Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Ivan sampai di kelompok Vin-vin. Vin-vin tampak sangat serius bermain dan itu membuat Ivan tanpa sengaja tersenyum puas.
Tapi ini hanya perasaannya, atau memang Vin-vin terlihat sedikit pucat?
Pak Ivan berjalan mendekati Vin-vin dan saat dia melihat noda di celana Vin-vin, buru-buru dia melepas jaket trainingnya dan mengikatkannya di pinggang Vin-vin.
"Ada apa Pak?" Vin-vin tersentak, dia kaget dengan sikap gurunya itu.
"Mending kamu ke UKS aja!" bisik Pak Ivan.
"Kenapa?"
"Kamu nggak sadar kamu lagi mens? celana olah raga kamu sudah bernoda," lanjut Ivan masih dengan berbisik.
Mata Vin-vin membola, dia langsung meraba bagian belakangnya yang sudah tertutup training Pak Ivan.
"Pak Ivan jangan bercanda deh! jangan bohong!" bisik Vin-Vin masih tak percaya.
"Terserah, yang penting sekarang buruan ke UKS! ganti celana mu!" Pak Ivan menarik Vin-vin dan mendorong bahu Vin-vin agar dia keluar dari lapangan Voli.
Masih dengan perasaan canggung, Vin-vin menurut. Dia pun berlari kecil ke toilet untuk memeriksa benarkah apa yang di katakan oleh Pak Ivan, dan Vin-vin terkejut karena memang celana olah raganya sudah bernoda.
"Aaahhh!!! memalukan!!!" teriak Vin-vin kesal.
Dengan segera Vin-vin kembali ke kelasnya untuk mengambil persediaan pembalut dan ****** ***** yang selalu dia bawa, dan tak lupa rok sekolahnya. Dia harus buru-buru mengganti pakaiannya yang bernoda.
Setelah selesai, Vin-vin memilih duduk di kantin dari pada kembali ke lapangan Voli. Dia sungguh merasa malu dan tak berani bertemu dengan Pak Ivan. Tapi, jaket ini harus di kembalikan kan? batin Vin-vin sambil menatap training hitam di tangannya.
"Aahhh.. harus di cuci dulu dong!!! memalukan!!!!" pekik Vin-vin sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
...----------------...
Hai gaes... terimakasih ya buat kalian yang setia mengikuti karya-karya aku yang gaje ini.
Semoga kalian terhibur..
Mohon tinggalkan jejak kalian ya, dengan like, koment dan vote nya biar othor semangat buat up setiap hari.. ðŸ¤
i loph u gaes... 😘😘