Oh My Teacher

Oh My Teacher
Pengantin bucin tingkat dewa.


"Pak Ivan mana sih? kok lama banget ke toiletnya..." Vin-vin menatap jam tangannya dan bolak balik menatap ke arah toilet pria, berharap Pak Ivan muncul secepatnya.


Sejenak Vin-vin menatap sepasang pengantin yang tengah sibuk bersalaman dengan para tamu undangan yang mengular panjang menunggu giliran.


Vin-vin sempat berdecak kagum saat melihat pengantin wanita yang tampil sangat cantik malam ini.


"Teman Pak Ivan cantik banget, jangan-jangan dulu mereka ada hubungan spesial! iya, pasti ada!" ucap Vin-vin lirih. Dia berasumsi sendiri dan kesal sendiri dengan pikirannya itu.


"Maaf lama," tiba-tiba Pak Ivan sudah muncul di belakang Vin-vin, suara lembutnya sukses mebuyarkan lamunan Vin-vin.


"Kok lama banget sih! kenapa? cuma mau ketemu temen SMA aja harus dandan lama dulu di toilet!" Vin-vin bicara dengan ketus.


Ivan memicingkan matanya sambil menatap Vin-vin, "kenapa lagi? barusan ceria banget, di tinggal sebentar langsung senewen," Ivan mencubit hidung mungil Vin-vin dengan gemas.


"Habisnya... temen Pak Ivan itu cantik banget. Aku jadi penasaran, jangan-jangan sewaktu SMA dulu kalian pernah ada hubungan spesial..." Vin-vin menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya.


"Nggak adakok. Saya dan Da-da dulu benar-benar hanya sebatas teman. Kami bertiga bersahabat dekat. da-da, Dion dan Saya." Pak Ivan bercerita sambil menatap teman masa SMA nya penuh arti sambil tersenyum.


"Ya nggak usah pakai senyum-senyum juga kali!" kesal vin-vin sambil mendekati meja saji yang terdapat jejeran gelas berisi jus. Kemudian dia mengambil satu dan meminumnya sampai habis dalam sekali teguk.


Ivan terkekeh melihat tingkah muridnya, Ivan tahu pasti jika saat ini Vin-vin sedang merasa cemburu.


Ya, Ivan mengakui jika malam ini Amanda memang terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna nude.


Ivan kembali manatap anak muridnya yang juga tampil tak kalah cantik malam ini. Senyum langsung mengembang begitu melihat Vin-vin sedang menggembung-gembungkan pipinya tanda dia sedang merajuk.


Benar-benar menggemaskan.


"Kita makan dulu saja, pasangan pengantin itu masih sibuk," ucap Ivan karena melihat masih banyak tamu undangan yang antri untuk bersalaman dengan raja dan ratu sehari di singgahsana nya.


Vin-vin mengaangguk tanda setuju, dia juga sebenarnya merasa lapar karena dari siang tadi dia terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk acara ini sampai-sampai tak ingat untuk makan sama sekali.


Ivan memperlakukan vin-vin dengan sangt baik. Dia bahkan melayani Vin-vin dengan mengambilkan makanan dan minuman untuknya, membuat Vin-vin melambung karena bahagia. Dan tentu saja membuat Vin-vin lupa akan rasa cemburunya.


"Ini benar-benar resepsi pernikahan impian!" ucap Vin-vin sambil menikmati suasana pesta, "aku juga ingin resepsi seperti ini nanti Pak," sambungnya sambil menatap guru pujaannya yang sedang menikmati minumannya tepat di sampingnya.


Mendengar ucapan Vin-vin barusan, Ivan yang sedang meminum jus jeruk langsung tersedak. Minumannya bahkan hampir muncrat keluar dari mulutnya.


"Pelan-pelan dong minumnya Pak," ucap Vin-vin sambil menepuk-nepuk punggung Gurunya.


Ivan mengambil sapu tangan yang ada di saku bagian dalam jas nya lalu membersihkan mulutnya dari cairan jus yang mungkin saja berantakan.


"Gara-gara siapa saya sampai tersedak!" gerutu Ivan.


"Kenapa Pak Ivan sampai tersedak? memangnya aku ngajakin Pak Ivan meikah? aku kan cuma ngomong kepengen resepsi pernikahan yang seperti ini, emangnya nggak boleh punya harapan?"


Ivan terperangah, betul juga apa yang di ucapkan Vin-vin. kenapa Ivan yang jadi ke ge-er an sendiri?


"Eh, ada sesi dansa juga!" Vin-vin melonjak senang.


"Yuk kita turun dan ikut joget," usul Vin-vin dengan penuh semangat.


Ivan yang terlanjur senewen karena merasa di kerjai anak muridnya itu enggan menjawab. Ivan sendiri pun tak tahu kenapa dia menjadi begitu kesal.


Saat tak sengaja pandangannya tertuju pada pengantin wanita yang sedang berdiri sendirian, Ivan langsung bangkit dari duduknya.


"Ayo kita ke sana," ucap Ivan sambil berlalu meninggalkan Vin-vin.


Melihat gurunya pergi, Vin-vin pun bergegas menyusul dan berjalan di sisinya.


"Ivan...?" pekik sang pengantin wanita, dia tampak sangat terkejut melihat kehadiran Ivan.


Dan yang paling mengejutkan lagi, bahkan membuat Vin-vin sedikit syok adalah si pengantin wanita yang sangat cantik itu langsung memeluk Ivan, guru pujaan Vin-vin yang biasanya sangat dingin.


Vin-vin menepuk-nepuk dadanya dengan pelan, mencoba menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdentum-dentum dengan keras dan tak terkontrol karena kejadian di depan matanya ini.


Vin-vin makin yakin jika semasa SMA dulu, mereka berdua pasti punya hubungan spesial.


Setelah mengobrol sejenak, akhirnya keberadaan Vin-vin di-notice oleh sang pengantin wanita.


"Oh ini Vincia," Pak Ivan dengan cepat menjawab, padahal Vin-vin sudah mau membuka mulutnya untuk menjawab.


"Pacar baru?"


"Calon pacar."


Vin-vin tampak terkejut, bukannya tadi dia sudah wanti-wanti agar Pak Ivan mengenalkan dia sebagai pacar? kok calon sih?! 'sabar Vin, sebulan lagi,' gerutu Vin-vin dalam hati.


"Hai Vincia, gue Amanda. Sahabatnya Ivan," sapa Amanda sambil tersenyum. Ternyata selain cantik dia juga sangat ramah.


"Panggil Vin-vin aja Ka."


"Ka? emang umur Lo berapa Vin?"


"Tujuh belas Ka."


'Sebulan lagi' lanjutnya dalam hati.


Mendengar itu, Amanda langung terkejut. Dia bahkan mengejek Pak Ivan doyan daun muda. Lelaki tua yang doyan daun muda. Pak Ivan tampak kesal dengan ejekan itu dan membuat vin-vin tersenyum geli.


Saat sedang asyik ngobrol, tiba-tiba pengantin pria muncul. Vin-vin menatap pria blasteran dengan setelan jas warna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu mnghiasi lehernya.


Dari wajahnya, dia tampak tak senang dengan keberadaan Ivan di dekat pengantin wanitanya. sepertinya dia merasa cemburu. Siapa sih yang tak cemburu jika di dekati guru tampan pujaan Vin-vin ini?


"Hai, gue Ivan..."


"Iya udah tahu!" jawab si pengantin pria yang bernama Richard cuek, dia bahkan tak membalas uluran tangan Ivan.


"Kok kamu gitu si Chad?" Amanda terlihat tak nyaman karena suaminya menunjukkan rasa cemburunya tanpa di tutupi.


Melihat situasi yang mulai tak kondusif karena kecemburuan si pengantin pria, Ivan pun memutuskan untuk berpamitan.


Vin-vin melirik jam tangannya, 'baru jam delapan,' batinnya. Mereka bisa jalan-jalan berdua dulu dong sampai jam sembilan.


Seketika hati Vin-vin berbunga-bunga karena bahagia.


"Loh kok sudah mau pergi sih Van?" ucap seorang pria berambut ikal yang tiba-tiba muncul.


Vin-vin ingat kalau lelaki ini adalah teman Pak Ivan yang bernama Dion, mereka tak sengaja bertemu di cafe milik Papah Kevin.


"Banyak amat temen cowok kamu, masih ada lagi nggak abis ini?!" ucap si pengantin pria, dia terlihat sangat tak senang dengan keberadaan Pak Ivan dan temannya.


"Busyet! galak amat lakik Lo!" pekik Dion spontan membuat Pak Ivan dengan sengaja memukul punggungnya. Lalu bergegas mengajak Vin-vin dan Dion untuk pergi sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi.


"Gila si manda, punya lakik bucin amat yak?!" Dion masih sibuk nge-gibah suami teman SMA nya yang menurutnya terlalu lebay.


"Iya, gue juga heran, masa cowok dekil macam Lo aja dia cemburuin," Ivan menjawab Dion sambil nyengir.


"Sial Lo!" Dion kesal dengan ucapan Ivan," Lo tuh ya, gue tungguin di parkiran lama banget ternyata malah sudah masuk duluan! sama..." Dion melirik Vin-vin dengan mata berkilat penuh kekaguman.


"Hati-hati mata Lo bisa copot!" Ivan menarik Vin-vin agar berdiri di sisinya, menjauhi Dion.


"Lo kan yang di cafe chef Kevin itu kan? kok kalian bisa barengan sih?"


"Iya Om, soalnya bulan depan kita bakal resmi jadi pacar," ucap Vin-vin sambil nyengir.


Dion hanya membola dan mulutnya menganga..


.


.


#Buat yang penasaran sama kisah si pengantin pria super bucin yang ada di bab ini, yuk capcus baca novel author Vanda Anastasia Adam yang judulnya 'Touch me slowly'.


Dijamin hot jeletot lah kisah Amanda dan Richard 🤭🤭🤭