
Seketika ruangan menjadi tegang atas kata Fina sedangkan Andrean sudah kembali ke tempat duduk.
" Sayang tak boleh kata seperti itu mereka temannya mama" kata Wefina. Senyum meminta Fina minta maaf.
" Maaf" seru Fina.Quenny meminta Wefina membawa anak- anak keluar untuk bermain.Kebetulan dalam restoran ada wahana permainan.
" Ma, Andrean ingin disini" Andrean, mengkhawatirkan Quenny.
" Sayang mama baik saja ayo ajak adik main" kata Quenny, mencium keningnya.Avi dan lainnya hanya melihat rasa sayang mereka.
Andrean akhirnya nurut Wefina melihat sahabatnya yang tersenyum.
Setelah kepergian Andrean dan lainnya suasana menjadi semakin tegang.
" Dok kami mengucapkan terima kasih karena anda bersedia menerima dan merawat mereka dengan baik" kata nyonya Devira.
" Anda nggk perlu mengucapkan terima kasih sejak aku menemukan mereka di jembatan waktu itu mereka sudah ku anggap sebagai anakku kehadiran mereka adalah anugerah dalam hidupku" kata Quenny, senyum manis.
" Malam itu aku yakin mereka akan aman bersama anda dok ,sekarang inilah buktinya" kata Avi, tersenyum.
" Jadi anda?" Quenny, terkejut.Avi menanggukan kepalanya.
" Malam itu aku terpaksa meninggalkan mereka di sana karena aku tak mau mereka menangkap Andrean dan Fina" Avi menceritakan kejadian gimana ia terpaksa meninggalkan anaknya di sana.
" Pantas aku sempat melihat banyak mobil melewati tempat itu untung saat itu mereka sudah ada bersamaku dalam mobil" kata Quenny.
Jeffrod tak mengeluarkan kata satu pun ia hanya memperhatikan Quenny bicara dengan keluarganya, dia dapat melihat ada ketegaran di matanya bahkan ada kesedihan besar di sana, tak hanya Jeffrod mentadarinya tapi tuan Alfred dan Jack juga merasakannya.
" Gadis yang kuat" kata hati tuan Alfred.
" Anda dapat melihat mereka tiap hari ,dok" kata Avi, sadar kalau kasih sayang Quenny terhadap kedua anaknya sangat besar.
" Tidak nona setelah ini ku harap kami tak perlu bertemu lagi ,aku takkan sanggup" kata Quenny, dengan lirihnya.
Mereka menemui Wefina di ruang sebelah mereka dapat melihat Fina sudah tidur di pangkuan Wefina sedangkan Andrean menangis dalam pelukannya.
Andrean langsung berlarian dan menangis dalam pelukan Quenny.
" Mama ,ikut bersama kami kan" kata Andrean, melihat mamanya dengan air mata berjatuhan di wajah dinginnya.
Quenny tersenyum dan berjongkok agar sama tinggi dengan putranya.
" Sayang mama minta maaf ,mama nggak bisa ikut bersama kalian .Mereka adalah keluargamu dan nona Avi adalah ibu kandung kalian " kata Quenny.
" Nona Wefina" bisik mbak Ila.Menangis Wefina senyum dan menanggukkan kepalanya mereka kembali melihat ke arah Quenny.
"Sayang mama takkan melupakan kalian, kalian adalah hidup mama .Kalian akan selalu ada di hati mama tapi nona Avi yang berhak atas kalian jadi ikutlah bersamanya.Andrean jagalah Fina " kata Quenny.
" Mama, Andrean sayang mama " kata Andrean memeluknya .
Quenny tersenyum melepas pelukannya menghapus tangisan putranya dan mengajaknya ke tempat Avi.Andrean memandangnya dengan sedih.
Quenny tersenyum menanggukan kepalanya Avi merentangkan tangannya dan di sambut oleh Andrean.
" Wefina" kata Quenny.Dengan berat hati Wefina yang menggendong Fina menyerahkannya pada Jack.
" Mbak berikan barang mereka atau mbak juga bisa ikut mereka" kata Quenny.
" Maaf nyonya bolehkah mbak Ila ikut dia yang selama ini membantu saya merawat mereka. Dia juga mengetahui kebiasaan mereka" kata Quenny.
" Nona" kata mbak ila.Tak sangka Quenny memintanya ikut bersama Andrean dan Fina.
Avi melihat ke arah keluarganya tuan dan nyonya Hugo menanggukkan benar yang dikatakan Quenny mereka memerlukan mbak Ila nantinya.