Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 71


Dalam mobil Wefina hanya melirik ke arah Andrean yang terlihat tegang ia tahu gejolak yang ada di dalam hati dan fikiran anak kecil itu, dia merasa kasihan karena anak kecil itu harus memilih antara keluarga kandungnya atau Quenny yang memberi mereka kasih sayang yang tulus.


" Aunty kenal dengan om Jack ? " Fina. senyum.


" Memangnya kenapa sayang ,kamu tak suka? "Wefina.


Fina menggelengkan kepalanya. " Om Jack sangat baik dia menceritakan cerita yang lucu" kata Wefina senyum.


" Baguslah kalau begitu, Andrean jangan fikirkan sesuatu yang belum terjadi" kata Wefina, memberi senyuman pada Andrean. Andrean tersenyum tipis.


" Andrean hanya ingin tak berpisah dengan mama aunty" kata Andrean, lirih.


" Kita berdoa agar kalian tak berpisah" kata Wefina, Andrean hanya senyum tipis.


Sedangkan perusahaan Frederic Group Quenny berdiri di pintu masuk perusahaan dengan gelisah kedua anaknya dan Wefina belum juga datang sudah lima belas menit telat, Quenny sudah berkali menghubungi Wefina tidak diangkat itu yang membuatnya semakin gelisah.


" Nona jangan khawatir mereka bersama Wefina pasti nona kecil ingin bermain lebih lama" kata Rega. Rega menemani nona mudanya menunggu kedatangan Wefina dan kedua anaknya.


Quenny tersenyum berusaha menenangkan dirinya.


" Nona mereka datang" kata Rega, melihat mobil Wefina masuk.


" Andrean, kita sudah sampai" kata Wefina, ia memanggil Andrean agar Quenny tak menyadari kegelisahan anak ini.


Andrean menghela napasnya tersenyum melihat Quenny membuka pintu.


" Kenapa kalian lama sekali" kata Quenny, dengan khawatir.


" Mama, Andrean minta maaf telah membuatmu khawatir " kata Andrean, memeluk perutnya dan berusaha menahan tangisannya.


Quenny menatap Wefina seakan bertanya pada sahabatnya ada apa dengan dengan putra dinginnya.


Quenny mengeluskan punggung putranya. " Mereka bersenang menikmati mainannya tadi mungkin itu membuatnya minta maaf takut kamu cemas" seru Wefina. senyum.


"Ya sudah ayo kita masuk" ajak Quenny, Wefina melihat Fina memajukan bibirnya.


" Ini si cantik kenapa kesal bahkan tadi makan yang banyak" kata Wefina, mengingat Fina makanannya banyak.


" Fina Kesal mama hanya memeluk kakak Fina kan juga mau" kata Fina, Melipatkan tangannnya di perut.


" Oh ternyata keponankan aunty merajuk biar aunty yang menggendong Fina yang manis" kata Wefina, tertawa kecil sedangkan Quenny menahan tawanya.


Fina merentangkan tangannya dengan senang hati Wefina menggendongnya.


" Sayang ayo kita masuk mama masih ada pekerjaan setelahnya baru kita pulang" kata Quenny. Andrean menurut tapi tetap tak ingin melepas pelukannya dengan Quenny.


Mereka menuju ke ruangan Quenny para karyawan melihatnya hanya diam sudah biasa Quenny membawa anaknya ke kantor tapi melihat sikap Andrean membuat mereka bertanya.


" Tak biasanya tuan muda Andrean bersikap manja" bisik karyawan A.


" Tapi terlihat gemez" seru karyawan B.


Rega menatap mereka yang bergosip membuat mereka diam dan kembali ke kursi masing-masing.


" Wefina, katakan ada kejadian apa tadi hingga membuat Andrean seperti itu? " Quenny, Kedua anaknya sudah istirahat di kamar pribadinya berada di ruang kerjanya.


" Nggk ada yang spesial Quenny Sudahlah kamu jangan fikirkan, aku ke mejaku dulu" kata Wefina.


" Kamu yakin? " Quenny, Wefina senyum dan menanggukan kepalanya dan keluar dari ruangan Quenny.


Wefina duduk di kursinya ia tak percaya kalau Andrean dan Fina adalah bagian dari keluarga Edoardo, siapa yang tak mengenal keluarga itu bahkan sekarang mereka sekarang menjalin kerja sama.


" Semoga saja Quenny kuat menghadapinya" guman Wefina, melanjutkah pekerjaan yang tertunda.