Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 53


Avi hanya bisa menghela napasnya secara kasar setelah mendengar perkataan pak Hari. " Sepertinya aku harus memencat mereka semua dan mencari karyawan baru " kata hati Avi.


" Wilona pecat semua orang termasuk mereka yang terlibat" kata Avi, Wilona menanggukan kepalanya.


" Nona, mohon jangan pecat saya" kata pak Hari, memohon agar Avi tak memencatnya.


" Saya takkan pecat bapak jika mau bekerja dengan propesional tanpa ada niat yang lain" kata Avi.


" Saya janji nona, anda takkan kecewa padaku" kata Pak Hari, merasa lega. Avi memintanya kembali ke ruangannya.


" Wilona, kamu bisa menyelidiki pak Hari sejak dia mulai bekerja ,saya kira kita dapat percayainya dan mencari posisi yang pas untuk ilmunya" kata Avi.


" Satu lagi segera umumkan pemecatan agar esok kita dapat mencari karyawan baru minta pihak HRD yang dapat di percaya mengaturnya" kata Avi.


" Baik nona" seru Wilona. Meninggalkan ruang Avi dan segera mematuhi perintahnya.


Berita pemencatan besar-besaran telah sampai di telinga Jeffrod, Jeffrod tersenyum mendengar dari anak buahnya memberitahunya.


" Jeff apa pemencatan yang dilakukan oleh kak Avi takkan berakibat buruk pada perusahaan apalagi harus mencari karyawan baru apa itu tidak pengaruh para investor" kata Jack.


Jeffrod memikirkan perkataan Jack. " Apa kita bisa meminta sebagian karyawan kita untuk bekerja di sana" kata Jeffrod.


" Itu tak mungkin Jeff" kata Jack, menggelengkan kepalanya mendebgarnya.


" Terus apa yang harus ku lakukan untuk membantu kak Avi" kata Jeffrod.


" Jeffrod, kamu harus percaya padanya aku yakin kak Avi bisa menghadapinya. Terus bagaimana dengan informasi yang kita dapatkan tentang orang yang merawat mereka? " Jack, membicarakan kedua anak Avi Hugo.


" Minta orang menyamar di sana bekerja atau pasien sekaligus aku yakin di sana kita mendapat petunjuk di sana" kata Jeffrod.


Jeffrod segera memerintahkan anak buahnya ada yang bekerja sebagai OB, satpam dan pasien.


Kabar pemencatan dilakukan oleh Avi membuat karyawan perusahaan Felix Group ketakutan.


" Tapi dia istri tuan Zen" kata manager keuangan, pasrah menerimanya.


" Tapi dia baru saja tiba sedangkan kita sudah bertahun - tahun bekerja disini ingat kita tahu semua mengenai perusahaan, ayo kita temuinya dia takkan berani setelah ini" kata direktur, meyakinkan temannya.


Mereka menuju ke ruang rapat dimana Avi dan Wilona berada, mereka dihalangi oleh bodygoard saat mereka ingin masuk.


" Anda tidak dapat masuk, tuan" kata bodygoard, menahan direktur yang ingin membuka pintu.


" Siapa kalian yang berani menghalangi kami masuk, aku adalah direktur disini dan aku ingin menemuinya" kata Direktur, berkeras ingin masuk.


" Kami tak mengenal kalian tugas kami adalah menghalangi siapa pun yang ingin menanggu atasan kami" kata bodygoard.


" Sekarang kita harus gimana? " karyawan.


Direktur dan lainnya tak terima hal ini hingga terjadi keributan, keributan sampai terdengar ke telinga Avi.


" Wilona izinkan mereka masuk, mari kita lihat apa yang mereka inginkan" kata Avi. Wilona menanggukan kepalanya dan membuka pintu.


" Kalian masuklah nona menunggu" kata Wilona, dengan percaya diri mereka berempat masuk dan melihat Avi dan satu orang lagi memegang laptop yang terlihat serius.


" Aku tak menyangka kalian baru datang setelah informasi pemencatan" kata Avi, duduk santai memainkan pena.


" Anda tak bisa memencat kami, kami sudah bertahun - tahun bekerja disini sejak suami anda" kata manager keuangan. dengan nada keras.


" Saya harap anda memelankan suara" kata Wilona.


" Wilona, kita perdengar dulu apa yang ingin mereka katakan" kata Avi. Mereka terus mengatakan Avi tak berhak memencat mereka.


" Nona jika masih berkeras memencat kami ingat semua informasi mengenai perusahaan ini kami mengetahuinya" kata direktur, senyum sinis.


Brug