Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 31


Keesokan harinya Jefford lebih memilih menemani kakaknya di rumah sakit sedangkan orangtuanya berada di rumah yang sudah dibeli oleh Jack.



" Dad, kapan kita ke rumah sakit mom ingin menemani Avi menjalani terapi" kata nyonya Devira.


" Mom, disana ada Jeff hari ini biar kamu istirahat sejak kemaren kamu belum istirahat sedikit pun" kata tuan Alfred, membuat nyonya Devira kesal karena suaminya.


Rumah sakit


Terlihat Jefford berada di ruang rawat Avi ia sedang membaca berkas yang diberikan oleh Jack.


Avi bangun dan melihat adiknya sibuk dengan berkas ia berusaha untuk duduk.


" Kakak jika membutuhkan sesuatu bisa memanggilku" kata Jefford, membantunya duduk.


" Kakak tak ingin menanggumu" kata Avi, Jefford tersenyum.


" Demi kakak aku rela menunggalkan apa pun tak kecuali" kata Jefford.


" Nanti kalau kamu menemukan seseorang, orang itu pasti kamu utamakan" kata Avi, senyum.


" Itu tak mungkin" seru Jefford, dengan cuek memotong buah untuk Avi.


Jack datang ke rumah sakit setelah dari perusahaan ia ingin memberikan berkas yang harus di periksa dan di tanda tangani oleh Jefford.


Tok tok tok


Setelah terdengar suara Jefford Jack masuk. " Selamat siang nona, tuan ini berkasnya" kata Jack.


" Siang Jack" kata Avi.


" Apa hanya ini saja? " Jefford.


" Ya Jef. Jef" Panggil Jack. Jefford menutup berkas yang telah di tanda tangani olehnya kemudian menatap ke arah Jack.


" Pihak mereka belum memberi jawaban" kata Jack, Jefford memencingkan matanya.


" Jef, maksudnya?" Avi. Jefford menjelaskan pada Avi mengenai niatnya mengajak perusahaan Frederic Group kerja sama.


" Itu dulu kak sekarang dipegang oleh putrinya, Jack cobalah terus menghubungi mereka" kata Jefford, Jack menanggukan kepalanya.


Dokter Ridwan terus membujuk Queny untuk membantunya dalam pengobatan Avi Hugo.


" Dokter Queny tolonglah pengertiannya hanya anda yang bisa, yang lainnya menolak" kata dokter Ridwan, setelah kepergian Queny kemaren dokter Ridwan berusaha mengajak dokter bedah lainnya untuk kerja sama, tapi saat mendengar nama keluarga Hugo mereka mundur seketika.


Melihat dokter Ridwan begitunya membuat Queny tak tega akhirnya dia bersedia dan dokter Ridwan merasa lega kemudian mereka mulai merencanakan pengobatan terhadap Avi Hugo.


Mereka bersama suster menuju ruang rawat Avi.


" Selamat siang" kata dokter Ridwan, masuk bersama Queny, Queny senyum dan menyapa orang di dalam.


" Dok" kata Avi.


" Nona Avi kenalkan ini dokter Queny yang akan membantu saya dalam perawatan anda, dia akan memeriksa efek setelah operasi" kata dokter Ridwan.


" Siang nona, kenalkan saya Queny " kata Queny, bersalaman bersama Avi.


Jefford dan Jack lebih memilih duduk memperhatikan mereka.


" Nona, dari catatan rekam medis anda baru saja menjalani operasi dan mengalami pusing? " Queny.


" Ya dok kakak saya mengalami operasi karena kecelakaan, memangnya kenapa dok? " Jefford, mendekati kakaknya.


" Apakah nona sudah menjalani CT Scan setelah operasi untuk mengetahui operasiya tak ada efek? "Queny.


Jefford menggelengkan kepalanya memang mereka belum melakukan CT Scan pada Avi setelah Avi operasi, karena setelah Avi sadar setelah koma selama lima tahun ia memaksa pergi ke Indonesia.


Queny tersenyum.


" Beberapa hari lagi kita akan CT Scan nona harus mematau kesehatan anda, dok apa bisa terapi terhadap nona setelah CT Scan saya takut akan mempersulit nona nantinya" kata Queny.


" Saya mengerti dok, suster tolong atur jadwalnya " kata dokter Ridwan, suster menanggukan kepalanya.


Queny dan dokter Ridwan pamit kembali ke ruangan masing-masing masih ada pasien menunggu.