Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 40


Tiga bulan kemudian


Sudah tiga bulan Avi Hugo menjalani pengobatan di rumah sakit saat ini keadaanya sudah membaik dan sakit kepala dan kakinya sudah membaik.


Queny dan dokter Ridwan saling bekerja sama dalam penhobatan Avi Hugo.


" Sayang, mom dan daddy senang melihat kesembuhanmu dan sekarang kamu tidak seribg lagi sakit kepala" kata nyonya Devira, mermegang tangan putrinya.


Nyonya Devira tahu masih ada kesedihan di mata putrinya.


" Sayang, mommy yakin kita bisa menemukan mereka berdoalah " kata nyonya Devira, mengelus tangan putrinya.


" Ya mom Avi percaya Jeff akan menemukan mereka secepatnya, Avi hanya berharap orang yang membawa mereka saat itu merawat mereka penuh dengan kasih sayang" kata Avi, menatap nyonya Devira dengan kesedihan. Nyonya Devira tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Perusahaan Hugo Group


Kerja sama perusahaan Hugo Group dengan Frederic yang berjalan selama tiga bulan ini brrjalan dengan sukses dan meraih keuntungan yang besar, banyak masyarakat menyukai produk yang mereka luncurkan ketika pembukaan dan perusahaan Hugo Group yang sebelumnya bermasalah sekarang berhasil teratasi.


Selama kerja sama ini Jeffrod belum bertemu dengan Queny karena Wefina dan Rega yang menemuinya, Jeffrod penasaran dengan sosok CEO dari perusahaan Frederic Group yang menjalin kerja sama dengannya.


Tok tok tok


" Masuk"


Mendengar suara Jeffrod, Jack masuk bersama Wilona.


" Maaf tuan ini ada undangan dari PT Emanuel Group" kata Wilona.


Deg


Jeffrod terkejut mendengar nama perusahaan itu.


" Perusahaan Emanuel Group? " Jeffrod.


" Ya tuan muda" kata Wilona.


" Acara apa? " Jack, Wilona menatap Jack.


" Acara ulang tahun pernikahan tuan Steve dengan istrinya ke tiga puluh tahun" kata Wilona.


Wilona bergigit ngeri melihat senyuman yang ditunjukan oleh Jeffrod jika orang lain akan merasa kagum berbeda dengan Wilona mengerti dengan senyuman itu.


" Wilona kapan acaranya?" Jeffrod.


" Minggu depan tuan" seru Wilona.


" Jack siapkan semuanya kita akan datang ke acara itu" kata Jeffrod, senyum smirk.


" Tuan muda yakin untuk menghadirinya" kata Jack, tak menyangka Jeffrod akan menghadiri acara ini.


Jack menanggukan kepalanya sebenarnya mereka telah menduga kalau Doni kepercayaan dari Zen Felix bekerja sama dengan Steve Emanuel dalam kejadian lima tahun silam.


Wilona pamit kembali ke mejanya.


Tring


Terdengar suara HP. " Assalamualaikum, mom" seru Jeffrod, menghubunginya adalah nyonya Devira.


" Waalaikumsalam nak, kamu tidak ke rumah sakit hari ini kakakmu sudah diperbolehkan pulang, Daddy sudah datang sejak tadi" kata nyonya Devira.


Jeffrod menepuk keningnya ia hampir melupakan kepulangan kakaknya hari ini.


" Ya mom Jeffriod segera ke sana" Jeff, memberi kode pada Jack agar pergi


" Nak kamu masih di kantor" kata nyonya Devira, agak kesal pada putranya.


" Mom Jeff sudah dalam mobil" kata Jeffrod, berlarian diikuti oleh Jack. Sebelum pergi Jack menyempatkan beritahu pada Wilona agar mengurus perusahaan.


" Baiklah jangan lama" tekan nyonya Devira, Jeffrod tersenyum melihat HP sudah mati ia tahu mommynya marah.


Jeffrod segera minta Jack agar mempercepat jalan menuju ke rumah sakit.


Rumah sakit.


Tuan Alfred dan Avi hanya menggelengkan kepalanya melihat nyonya Devira kesal pada Jeffrod.


" Dasar anak ini jika urusan perusahaan melupakan segalanya" Nyonya Devira, kesal.


" Mom tenanglah dia pasti datang" kata tuan Alfred, menenangkan istrinya.


Tok tok tok


" Selamat siang" kata Queny, masuk bersama suster.


" Dokter, kau datang menemui putriku" nyonya Devira, semangat melihat kedatangan Queny.


Selama tiga bulan ini nyonya Devira sangat dekat pada Queny ketika merawat putrinya apalagi sifat Queny.


" Ya nyonya kami ingin memeriksa nona Avi sebelum pulang" kata Queny.


" Silahkan dok" seru nyonya Devira.


" Nona gimana kabarnya hari ini" kata Queny.


" Baik dok, Dok setelah ini apa kita bisa bertemu lagi" kata Avi, merasa nyaman ketika bersama Queny. Queny tersenyum.