
Keesokan harinya Perusahaan Felix di hebohkan dengan berita kalau perusahaan tempat mereka mencari nafkah telah di jual, para karyawan sangat khawatir dengan pekerjaan mereka apakah pemilik baru tak seperti Doni.
Selama beberapa tahun ini Doni memimpin perusahaan dengan kesukanya saja banyak karyawan mengeluh tapi apalah daya mereka masih membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kehidupan mereka dan keluarga, Doni juga sering menunggak pembayaran gaji jika mereka mengeluh mereka akan di pecat secara tak hormat hingga sulit mendapat pekerjaan.
Ruang kerja Doni.
" Kau bereskan semua barang ini dan masukan ke dalam kardus dan sisanya buang saja aku takkan membutuhkannya lagi"kata Doni, pada seorang OB.
Ob tersebut menanggukan kepalanya mematuhi perintah Doni, sedangkan di lobi perusahaan di hebohkan pada seorang yang baru saja datang.
" Nyonya Avi" kata salah satu manager disana, melihat kedatangan Avi Hugo bersama Wilona mereka di dampingi tiga anak buah Jack.
Beberapa menit sebelumnya.
Mobil membawa Avi sudah mendekati perusahannya.
" Wilona jangan jau dariku" kata Avi, tangannya merasa gemetaran.
" Nona jangan khawatir saya akan selalu berada disisimu atau nona ingin membeli minuman" kata Wilona, melihat kedai. Avi menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya ia harus kuat terutama untuk kedua anaknya yang sudah lama terpisah.
" Tidak perlu Wil kita masuk sekarang" kata Avi, ketika mobil sampai di lobi.Wilona tersenyum ia keluar kemudian membuka pintu untuk Avi.
" Nona silahkan" kata Wilona, Avi keluar dengan elegannya kaca mata yang terpasang ia lepas dan tersenyum. Ia memandang perusahaan suaminya dengan sendu ia menghirup udara dan menanggukan kepalanya.
Dengan elegan Avi memasuki perusahaan.
Tak tak tak
Terdengar suara sepatu karyawan yang sebelumnya ribut menjadi diam melihat wanita cantik berada di belakang mereka.
Manager yang mengenal Avi segera mendekat.
" Nyonya saya senang melihat anda kembali, saya minta maaf karena tak dapat menjaga perusahaan ini dari Doni" kata manager. ia sudah lama bekerja di perusahaan makanya ia mengenal Avi ketika itu sebagai istri Zen Felix.
" Kau apa yang di tanganmu? " Avi, melihat seorang ob membawa sesuatu. Ob tersebut awalnya ingin membuang barang di suruh oleh Doni.
" Ini" suaranya seperti ketakutan karena semua mata tertuju padanya.
" Tolong bawa ke sini " kata Avi, melihat OB diam Wilona meminta anak buah Jack untuk membawanya ke hadapannya Avi.
Avi terkejut melihat isi dalam kantong itu adalah barang milik suaminya, manager tersebut juga tersebut.
" Katakan siapa yang memintamu untuk membuang ini? " manager.
" Kau hanya manager biasa untuk apa kau mengetahuinya, barang tersebut tidak dibutuhkan lagi karena perusahaan ini sudah ku jual" kata Doni, tanpa melihat Avi berdiri tak jauh darinya.
" Oh nona Wilona saya minta maaf karena tak mengetahui kedatanganmu, sekarang perusahaan ini sudah resmi menjadi milikmu" kata Doni, menatap Wilona dengan senyuman.
" Sepertinya anda salah paham tuan saya bukan pemilik baru dari perusahaan yang anda jual saya hanya asistent" kata Wilona, senyum smirk.
" Jika bukan anda yang membelinya lalu siapa? " Doni.
" Doni sudah lama kita tak bertemu" kata Avi, sebelumnya ia berjongkok untuk memandang barang suaminya, kemudian dengan tegas ia berdiri menghadapi Doni di dekatnya.
" Ini tak mungkin kau" Doni, dengan suara ketakutan tak berani mengeluarkan suaranya.
" Kau apa Doni, oh ya aku lupa kau pasti berharap kalau aku masih koma atau sudah meninggal" kata Avi, menatap tajam Doni.
" Sial seharusnya aku harus memastikan dia mati" Doni berkata dalam hati, ia senyum sinis terhadap Avi sedangkan Wilona sudah waspada untuk melindungi Avi.
" Karena kau sudah tahu kalau aku terlibat kali ini aku takkan mengampunimu" geram Doni, mengambil sesuatu di jasnya.
Dor