Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 47


Queny memutuskan takkan mengikuti acara lelang tersebut ia yakin keluarga dari pihak ibu kandung anaknya akan datang tapi ia minta Rega untuk menyelidiki apakah keluarga itu datang atau tidak.


Queny mengantar kedua anaknya sekolah. " Ingat nanti tunggu mama ya sayang nanti kita akan pergi ke mall" kata Queny, mencium kening kedua anaknya.


" Asyik kita ke mall Fina akan membeli boneka yang banyak" kata Fina, semangat.


" Kalau Andrean mau apa sayang? " Queny, mengelus kepala putranya.


Tiba saja Andrean memeluknya Queny tersenyum dan membalas pelukannya.


" Andrean sayang mama" seru Andrean.


Deg


Queny berusaha tersenyum walau ia tahu mereka mungkin takkan bertemu lagi jika keluarga asli mereka akan membawa mereka dari sisinya.


" Ya sayang mama juga menyayangi kalian" Queny memeluk kedua anaknya.


" Sekarang masuklah nanti terlambat" kata Queny, menghapus air matanya dan tersenyum. Kedua anaknya mencium pipinya.


Andrean dan Fina melambai tangannya. " Mama akan selalu menyayangi kalian" kata Queny.


Queny menghubungi Rega. " Kak dimana sekarang?" Queny.


" Saya sudah tempat acara nona" kata Rega.


" Baiklah jika kak sudah mendapat petunjuk segera beritahuku" kata Queny. menutup panggilannya.


" Semoga anda kuat nona" guman Rega, melihat sekitarnya banyak pengusaha yang berdatangan untuk membeli perusahaan Felix


Beberapa menit sebelumnya.


Wilona sudah berada di kediaman keluarga Hugo.


" Selamat pagi tuan nyonya besar " kata Wilona, memberi hormat pada orang tua Jeffrod.


" Kapan kamu datang, Wilona?" tuan Alfred.


" Kemaren siang tuan" kata Wilona. Tuan Alfred memanggil bibi untuk memberitahu Jeffrod kalau Wilona sudah datang.


Jeffrod dan Jack sebelumnya berada di ruang kerja Jeffrod segera menemui Wilona setelah diberitahu oleh bibi.


Nyonya Devira turun tangga bersama Avi melihat perubahan Avi membuat lainnya takjub.


" Nak dengan penampilan seperti ini daddy yakin takkan ada yang mengenalmu bahkan daddy takkan percaya ini kamu, nak" kata tuan Alfred, mencium kening putrinya Avi tersenyum.


" Kak sudah siap, kakak tenang saja ada Wilona yang menemani" kata Jeffrod.


" Wilona mohon bantuannya" kata Avi.


" Baik nona" seru Wilona.


" Jack apakah semuanya sudah beres? " Jeffrod.


" Aman Jeff aku sudah meminta mereka mengawal kak Avi secara sembunyi" kata Jack, sebelumnya menghubungi anak buahnya mengawal Avi secara bersembunyi.


Mereka pamit pada orangtua Jeffrod ." Jeff jaga kakakmu" kata nyonya Devira, mengkhawatirkan putrinya.


" Mom tenang saja kami akan menjaga kak Avi lagi pula sudah saatnya kak Avi menunjukan dirinya bahwa ia sehat agar mereka ketakutan" kata Jeffrod.


" Mom Avi baik saja jika ini sudah selesai Avi akan menghubungi mommy" kata Avi, berusaha menenangkan mommynya.


Avi dan Wilona menggunakan mobil Wilona di supir oleh salah satu anak buah Jack sedangkan Jeffrod dan Jack berada di belakangnya.


Tak lama mereka sudah sampai di lokasi disana sudah banyak pengusaha yang datang.


" Nona tenanglah" kata Wilona, ia tahu kakak bosnya merasa tegang, Avi tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Salah satu sudut Jeffrod dan Jack menatap ke arah Avi.


" Jack dimana orang itu? " Jeffrod, bertanya mengenai Doni.


" Sepertinya belum datang Jeff" kata Jack


Deg


Avi terkejut melihat beberapa orang yang baru masuk ternyata ada Doni dan Steve Emsnuel di antaranya, Avi mencoba menahan amarahnya ia tak boleh emosi saat jika tidak rencana mereka akan gagal.


Begitu pula dengan Jeffrod, Jack dan Rega menatap ke arah beberapa orang masuk.