
Jack bersama anak buahnya terus menelusuri jejak Avi membawa anak-anaknya.
" Bos itu ada CCTV di sana" kata salah satu anak buahnya menunjuk salah satu toko.
" Ayo kita ke sana semoga kejadiannya terekam" kata jack, merasa bersyukur karena mereka menemukan pertunjuk ia berharap rekaman ini bisa membantunya.
Jack menuju toko yang cukup besar ia melihat sekitarnya emang benar disana ada CCTV, ia menemui pemilik toko dan meminta izin untuk melihat rekaman CCTV beberapa hari yang lalu.
" Memang benar mas saya sempat mendengar patroli menemukan seorang wanita terluka di dekat jembatan sebelah sana" tunjuk pemilik toko menunjuk arah jembatan.
Jack tersenyum dan mengajaknya untuk melihat rekaman CCTV pemilik toko mengajaknya ke ruang keamanan dimana rekaman CCTV di pantau, Jack segera memutar rekaman CCTV matanya terus menatap ke layar.
" Kak Avi" guman Jack. Ia dapat melihat Avi melewati toko dan berhenti di jembatan. Jack segera menfoto copy dan mengucap terima kasih pada pemilik toko karena ia harus memberikan ini pada Jefford.
Di rumah sakit
Hari sudah semakin siang nyonya Avi belum juga sadar membuat keluarganya khawatir.
" Doni, sebaiknya pulang keluargamu pasti menunggumu. Kami mengucapkan terima kasih atas semuanya" kata Jefford.
" Sama - sama tuan muda ini sudah menjadi tugas saya, kalau begitu saya pamit karena esok saya harus ke perusahaan " kata Doni. Jefford dan lainnya menanggukan kepalanya.
" Dad, perusahaan menantu kita gimana? " nyonya Devira.
" Mom jangan khawatir nanti Jef bicarakan pada Doni, kita harus mencari orang yang dapat percaya untuk mengurusnya. Takutnya ada pihak yang mengambil keuntungan dari masalah ini" kata Jef, Tuan Alfred menepuk punggung putranya karena ia percaya.
Perusahaan Felix
Kabar yang mengakibatkan kematian Zen Felix belum tersebar karena Jefford telah mengurusnya hingga perusahaan masih berjalan seperti biasanya.
Terlihat sosok asing masuk ke ruang CEO seperti mencari sesuatu.
" Sial dimana dia menyimpannya" kata orang asing, ia marah besar yang di carinya tak ada.
Mereka tidak tahu kalau nyonya Avi berhasil membawa berkas yang penting perusahaan dan aset lainnya ketika ia kabur bersama anak-anaknya. Dia menyembunyikannya dalam tas milik putranya.
Jack bersama anak buahnya kembali ke rumah sakit, ia meminta mereka untuk berjaga di rumah sakit tepatnya sekitar ruangan Avi Hugo.
" Dad, itu Jack sepertinyadia menemukan sesuatu" kata Jefford, melihat Jack datang.
Tuan Alfred meminta mereka masuk ke kamar yang sebelumnya untuk ruang rawat nyonya Devira, Jefford meminta anak buahnya untuk menjaga mommynya.
Tidak lupa Jack membawa laptop yang sebelumnya di simpan dalam mobilnya.
" Sebaiknya om dan kamu Jef melihat ini" kata Jack, membuka flasdishk dan dipasang di laptop.
Mereka menyaksikan Avi membawa anak-anaknya sampai tiba di jembatan.
"Jef, kenapa Avi meletakan mereka di jembatan " kata tuan Alfted.
" Kakak pasti merasa kalau mereka di kejar" kata Jefford, mata terus menatap ke arah layar begitu pula keduanya.
" Kakak untuk apa meletakkan mereka disana" guman Jefford, dapat didengar oleh lainnya.
" Ada mobil berhenti " kata Jack, melihat ada mobil berhenti di depan anak-anak dan membawa mereka.
" Siapa orang itu beraninya dia membawa kedua keponankanku" geram Jefford.
" Jef, lihat kakakmu tersenyum melihat orang itu membawa mereka" kata tuan Alfred, melihat putrinya tersenyum.
" Tapi dad siapa irang itu" kata Jefford, mengkhawatirkan kedua keponankannya.
" Nanti kita fikirkan yang penting mereka selamat entah siapa dia pasti orang baik, Daddy yakin mereka aman bersamanya " kata tuan Alfred, terus melihat rekaman CCTV sampai nyonya Avi di bawa ke rumah sakit.
Mereka kembali ke ruang ICU dimana nyonya Avi dirawat.