Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 41


Queny memeriksa keadaan Avi dengan teliti agar tidak ada ketinggal.


Ketika Queny fokus memeriksa Avi pintu terbuka oleh Jack, Jeffrod dan Jack sudah sampai di rumah sakit segera ke ruang rawat Avi.


" Alhamdulillah, keadaan nona sudah sehat dan tak ada yang perlu di khawatirkan" kata Queny.


" Alhamdulillah " seru lainnya. Ketika Queny membalikan tubuhnya terkejut melihat Jeffrod dan Jack sudah ada di ruangan dan ia hanya sambut dengan senyuman.


" Kalau begitu kami pamit dulu, tuan, nyonya, nona" kata Queny, dengan sopan.


" Dok" Panggil tuan Alfred.


" Ya tuan apakah ada yang bisa saya bantu? " Queny.


" Jika kamu tak sibuk apakah boleh menemani kami sebentar sampai di parkiran " kata tuan Alfred, berharap Queny setuju.


Nyonya Devira, Avi senyum berbeda dengan Jeffrod menatapnya dengan dingin, Queny tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Suster tolong letakan di atas mejaku jika ada yang mencariku katakan aku keluar sebentar" kata Queny.


" Baik dok, kalau begitu saya permisi dulu" kata suster. Queny dan lainnya keluar dari ruang rawat Avi menuju parkiran.


" Dok, apakah sudah menikah? " Avi, Queny tersenyum.


" Kak, dia sudah memiliki anak" kata Jeffrod, Queny memandangnya dengan heran.


" Apa" teriak lainnya selain Jack.


" Tunggu kenapa kamu bisa tahu, Jeff? " Avi, menatap tajam ke arah adiknya.


Jeffrod menghela nafasnya. " Aku tak sengaja melihatnya beberapa bulan lalu ada dua anak memanggilnya mama" kata Jeffrod, Jack senyum ia mulai tahu pertanyaan yang di tanyakan oleh Avi ternyata mereka menyukai dokter Queny.


" Apakah benar dok? " Nyonya Devira, ada rasa kecewa di hatinya ia berharap dokter ini berjodoh dengan sang putra.


Mereka pamit pada Queny dan tidak lupa mengucapkan terima kasih, hanya membutuhkan waktu lima belas menit merekasudah sampai di kediaman keluarga Hugo.


Mereka di sambut oleh para pelayan dan nyonya Devira mengantar putrinya di kamar yang telah dia siapkan.


" Dad, aku ingin bicara sesuatu " kata Jeffrod, menghentikan langkah kaki tuan Alfred ketika menuju kamarnya.


" Sebaiknya kita bicara di ruang kerjamu" kata tuan Alfred. Setelah sampai di ruang kerja Jeffrod mulai membicarakan soal yang dibicarakan di perusahaan bersama Jack.


" Apa" teriak tuan Alfred, beruntung Jack sudah mengunci pintu dan ruangan ada kedap suara hingga diluar tak mendengar apa yang mereka bicarakan.


" Kamu yakin Jeff, kalau orang itu adalah orang yang menghancurkan keluarga putriku" kata tuan Alfred, dengan emosi.


" Jeff yakin dad, namanya sama dengan yang pernah kak Avi katakan dan Jeff sudah menyelidikinya dan ternyata dia juga menjebak kak Zein dengan nama persahabatan" kata Jeffrod.


" Daddy akan ikut ke acara itu, daddy ingin melihat secara langsung orang yang telah menghancurkan kehidupan kakakmu" geram tuan Alfred.


" Beruntung dia tak pernah mengetahui keluarga ini ia hanya fokus dengan tujuannya tanpa menyelidiki keluarga dari kak Avi, kita akan menunjukan kalau keluarga kita tak dapat di rendahkan" kata Jeffrod, dengan dinginnya.


Sedangkan kamar Avi


Nyonya Devira masih membicarakan mengenai Queny.


" Avi. Mommy tak percaya kalau dokter Queny sudah memiliki anak apalagi suami, usianya masih muda " kata nyonya Devira.


" Mom, Avi tahu mommy sangat menyukainya dan Avi juga menyukainya tapi kita tak boleh menyalahkan takdir. Avi yakin Jeff akan menemukan seseorang untuknya" kata Avi, senyum dibalas oleh nyonya Devira.


Uhuk uhuk


Tiba saja Queny batuk. " Siapa yang membicarakanku" guman Queny, bersiap menuju ruang operasi.