Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 27


Rumah Queny


Bibi dan mbak Ila sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk Quen, Andrean dan Fina. Mbak ila juga menyiapkan bekal untuk tuan dan nona mudanya.


Dalam kamar Queny sedang bersiap untuk ke rumah sakit karena ia ada operasi pagi ini dan urusan kantor ia serahkan pada Wefina dan Rega.


Tok tok tok


" Mama, mama" seru Andrean dan Fina, mengetuk pintu kamarnya.


" Ya sayang" kata Queny, membuka pintu terlihat kedua anaknya sudah rapi.


" Uh kalian sudah rapi ayo kita turun bibi pasti sudah menunggu kita" kata Queny.


" Ayo mama" Andrean, dan Fina memegang tangan Queny turun tangga menuju ruang makan.


" Mama akan mengantar kalian ke sekolah" kata Queny, menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya.


" Asyik pergi ke sekolah sama mama" kata Fina, bahagia karena Queny bisa mengantarkannya ke sekolah.


" Mama nggk sibuk hari ini kami bisa kok pergi sama mbak Ila dan supir" Andrean, tak ingin menanggu kesibukan wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu.


" Kakak" keluh Fina.


Queny tersenyum. " Nggk sayang mama tak sibuk kok, ayo habiskan susunya" kata Queny. Keduanya menuruti perintah Queny meminum susu.


Setelah berpamitan pada bibi mereka menuju ke sekolah Queny sudah meminta supir nanti menjemput mereka, tak lama mereka sampai di sekolah.


" Mama kami masuk dulu" Andrean dan Fina mencium tangan Quen. Quen mencium kening anaknya.


" Kalian belajar yang rajin ya setelah pulang langsung pulang" kata Queny, mereka menanggukan kepalanya dan masuk ke sekolah dan Tk.


" Mbak jaga mereka sebentar lagi supir datang" kata Queny.


" Ya nona" seru Mbak Ila. Queny melajukan mobil menuju rumah sakit.


Jefford dan lainnya menemani Avi yang mendapatkan perawatan dan dokter tulang sedang memeriksa kaki Avi yang sudah lama tidak di gerakan.


" Saya sudah memeriksa rekam medis nona Avi yang baru saja sadar dari koma sejak bertahun-tahun" kata dokter tulang, bicara pada orangtua Avi dan lainnya.


" Ya dok putri kami baru saja sadar dari koma emangnya kenapa, dok? " tuan Alfred, khawatir dengan keadaan putrinya.


" Saya akan meminta dokter lain untuk membantu saya untuk memeriksa keadaan nona Avi, saya takut ada luka lainnya " kata dokter.


" Kami akan menuruti kata anda, yang penting kesembuhan putri kami" kata tuan Alfred.


Dokter menanggukan kepalanya. " Suster, apakah dokter Queny sudah datang? " dokter.


" Seharusnya sudah datang dok yang saya dengar dokter Queny hari ini ada operasi" kata suster.


" Nanti panggil beliau ke ruang saya" kata dokter. Suster menanggukan kepalanya.


Dokter dan suster pamit kembali ke ruangannya dan tidak lupa mengatakan kalau nanti ada dokter Queny untuk memeriksa luka kepala Avi.


" Jack minta pelayan membersihkan kamar di apartemenku" kata Jefford.


" Baik Jef" kata Jack.


" Jef" panggil nyonya Devira.


" Mom untuk sementara tinggal di apartemenku nanti ku beli rumah dan aku tak berani menempati rumah kak Zen takut kak Avi" Jefford, tak melanjutkan bicaranya. Tuan Alfred menepuk punggung putranya.


" Nak, kamu tidak ke perusahaan katanya ada masalah? " Nyonya Devira.


" Besok Jef ke perusahaan, Jef mau lihat dokter yang merawat kak Avi takutnya hanya dokter yang tak berpengalaman" kata Jef, nyonya dan tuan Hugo hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap putranya sedangkan Jack menghubungi pembantu yang biasanya mengurus apartemen Jefford untuk membersihkan kamar.


Ruang operasi


Queny sedang mengoperasi pasiennya yang sudah lama menderita tumor di kepalanya. Walau masih muda Queny termasuk dokter bedah yang diperhitungkan dan banyak dokter memujinya dalam menangani pasiennya maka banyak pasien yang berobat padanya.