Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 29


Setelah kepergian Queny dan dokter Ridwan membuat orangtua Jefford marah pada putranya, mereka tidak menyangka kalau putra akan bicara seperti itu.


" Jeff mom nggk nyangka kamu bicara seperti tadi" kata nyonya Devira.


" Tapi mom Jeff hanya ingin terbaik untuk kak Avi lihat dia masih muda " kata Jeff


" Kalau masih muda emangnya kenapa?. Menurutmu usia muda itu tak boleh berkualitas kamu dengar sendiri dokter Ridwan yang memintanya dia pasti dokter yang tidak perlu diragukan" kata nyonya Devira, kesal pada putranya.


Tuan Alfred dan lainnya hanya membiarkan nyonya Devira bicara pada Jefford.


Perusahaan Frederic Group.


Quenny sudah sampai di perusahaan dan di sambut oleh Wefina, Regina dan karyawan.


" Kita beruntung memiliki CEO seperti nona Queny ia sangat baik pada karyawan" bisik karyawan A.


" Ya kemaren saya minta gaji di percepat untuk biaya sekolah putriku dan nona memberinya lebih"


" Queny, senang melihatmu sudah datang" kata Wefina.


" Memangnya kenapa?. "Kak Rega apakah ada sesuatu? " Queny.


" Siapa lagi Bos dari PT Buana Group ia sangat menjengkelkan ia terus menangakanmu padahal kami sudah beritahu kamu sibuk, dia tetap menunggu sekarang ia di ruang rapat" kata Wefina.


" Baiklah ayo kita lihat apa maunya" kata Queny. Queny sangat tidak menyukai sifat bos dari PT Buana Group ia merasa tak nyaman saat bertemu.


Ruang rapat


Terlihat seorang pria berusia tiga puluh tahun duduk dengan wibawa bersama sekretarisnya sepertinya ia sedang menunggu seorang.


Dia senyum melihat Queny datang. " Selamat siang tuan Buana maaf telah membuat anda menunggu lama" kata Queny, dengan rahma dibalas senyuman oleh tuan Buana.


" Dia sangat menjengkelkan" guman Wefina, Rega yang berdiri di sampingnya hanya senyum ia tahu orang dihadapannya menyukai nonanya.


" Saya tak menyangka tuan Buana berada disini bukannya kerja sama kita telah selesai minggu yang lalu" kata Queny.


Tuan Buana senyum ia tahu maksud Queny mengusirnya secara halus tapi ia tak menyerah untuk mendapatkan Queny.


Queny menghela napasnya orang dihadapannya ini tak mau menyerah.


" Maaf tuan Buana saya tak bisa karena kedua anak saya menunggu untuk makan malam bersama" kata Queny, dengan senyuman.


Tapi perkataan Queny membuat tuan Buana kecewa.


" Anda sudah menikah dan memiliki anak? " tuan Buana, terlihat raut wajahnya kecewa Queny membalasnya dengan senyuman.


" Saya pamit dulu karena esok harus kembali ke Surabaya" kata tuan Buana, dibalas anggukan oleh Queny.


" Uh akhirnya orang itu pergi juga" kata Wefina, merasa lega.


" Nona" panggil Rega.


" Tenang kak Quen baik saja" kata Wefina, Queny menanggukan kepalanya.


Diluar tuan Buana mencoba menahan rasa malunya.


" Ayo cepat pergi dari sini dan kamu pesankan tiket aku ingin pergi malam ini" kata tuan Buana.


" Baik tuan" ucap sekretaris, memesan tiket menuju Surabaya untuk malam ini.


Queny kembali ke ruangannya diikuti oleh Wefina dan Rega, Rega masuk ke ruangannya.


" Queny gimana operasimu? " Wefina.


" Operasinya berhasil dan kami terus mengawasinya" kata Queny, menghela nafasnya.


" Queny" panggil Wefina. Akhirnya dia menceritakan kejadian di rumah sakit.


" Sial siapa yang berani meragukanmu apa dia tak tahu kamu satu-satunya mahasiswa kedokteran bedah menyelesaikan kuliah hanya kurun waktu lima tahun orang lain mungkin lebih " kata Wefina, kesal.


" Wef tapi dia tak tahu kembalilah ke ruanganmu kita harus menyelesaikan pekerjaan hari ini, ingat aku harus ada di rumah waktu makan malam " kata Queny, Wefina senyum dan pamit kembali ke ruangannya.