Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 52


Berita kematian Doni belum terdengar ke telinga Steve Emanuel, ia memang belum tahu atau Jeffrod berhasil menutupi kematian dari Doni. Saat ini Steve bersama keluarga kecilnya pergi liburan ke Eropa dia menduga akan hidup tenang selama tapi kesenangan tersebut takkan berlangsung lama.


Perusahaan Hugo Group.


Avi melakukan perombakan besar- besaran pada perusahaannya membuat karyawan merasa gelisah jika perbuatannya merugikan perusahaan akan di ketahui termasuk para petinggi lainnya.


" Semua ini gara - gara si Doni dia yang membuat kita yang kena getahnya " kata salah satu direktur, ia bekerja sama dalam pemalsuan data.


" Kita tak menyangka nyonya Avi kembali dan memperembut semuanya" keluh seorang karyawan.


" Sekarang apa yang harus kita lakukan, setelah ini kita takkan diampuni dia akan menemukan semuanya" manager keuangan.


Mereka berempat saling mengalahkan dan menyesal karena setuju untuk menghabisi Doni dan memperembut perusahaannya.


Avi dan Wilona berada di ruang rapat karena ruangannya sedang di renovasi sesuai dengan kemauan Avi.


Mereka memeriksa laporan sejak enam tahun lalu Avi sengaja memeriksa berkas sejak tahun itu dia curiga yang terjadi pada suaminya sudah lama di rencanakan.


" Nona sebaiknya anda melihatnya sendiri" kata Wilona, memeriksa data karyawan yang bekerja di perusahaan suaminya.


" Sial mereka sengaja mengganti karyawan yang setia pada suamiku dengan orangnya sejak enam tahun lalu, makanya ia mudah melakukan kelicikan ini" kata Avi, merasa geram melihat data yang ia baca.


" Wilona tandai mereka kita akan memencat mereka" kata Avi, Wilona menanggukan kepalanya.


Avi tak percaya dengan apa yang baca orang yang sangat di percaya oleh suaminya tega mengkhianatinya Hany demi kekuasaan dan uang.


" Sial mereka telah mengganti semua karyawan disini makanya tak ada yang mengenalku kecuali" Avi, mengingat manager yang mengenalnya.


" Wilona panggil pak Hari kesini" kata Avi.


" Baik nona" kata Wilona.Keluar mencari keberadaan pak Hari.


Pak Hari duduk memikirkan kejadian yang terjadi pada Doni tadi pagi.


" Akhirnya orang yang berhak memiliki perusahaan ini kembali" pak Hari, senyum tipis. Dia hanya memiliki tiga karyawan bekerja dengannya.


Wilona hanya menggelengkan kepalanya melihat ruangan yang ada di hadapannya.


" Semoga saja orang ini dapat di percaya jika tidak aku tak menduga apa yang akan dilakukan oleh nona" kata Wilona.


" Pak Hari" panggil Wilona, empat orang yang berada di dalam terkejut melihat wanita yang datang bersama Avi Hugo.


" Nona, apakah ada yang bisa saya bantu? " Pak Hari, ada rasa cemas yang ia rasakan.


" Anda di panggil nona ke ruang rapat" kata Wilona, pak Hari menanggukan kepalanya. Dia mengikuti Wilona ke ruang rapat di mana Avi berada.


" Nona saya sudah membawa pak Hari" kata Wilona, Avi tersenyum melihat pak Hari sudah di hadapannya kemudian diminta duduk. Dengan perasaan gugup Pak Hari duduk.


" Nona ingin mengatakan apa? " Pak Hari, Avi tersenyum melipatkan tangannya diletakan di dadanya dan menatap pak Hari dengan intens.


" Pak pasti tahu apa yang tetjadi pada perusahaan enam tahun terakhir kali" kata Avi.


Pak Hari tersenyum akhirnya ia dapat mengatakannya pada Avi setelah lama ia sembunyikan.


" Nona saya pernah melihat Doni memberi obat tidur pada minuman tuan Zen dan ketika tuan sudah tertidur ia dengan sengaja mengambil sidik jari di tempelkan pada kertas " kata Pak Hari, ia teringat jelas ketika itu ia akan meminta tanda tangan.


" Doni mengetahui ketika itu saya melihatnya nona dan ia sengaja mengancam saya akan melukai anak saya yang masih kecil saat itu dan dia juga memindahkan saya " kata pak Hari, Avi menatap Wilona yang menanggukan kepalanya dan menceritakan ruangan kerja pak Hari.


Pak Hari juga memberitahu Avi kalau karyawan yang dulu bekerja dengan suaminya di pecat dengan alasan yang tak jelas.