Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 44


Beberapa menit lalu melihat kepergian Doni Jeffrod meminta anak buahnya untuk mengikutinya.


" Jack, apakah sudah mendapat kabar dari mereka? " Jeffrod.


" Dia di rumahnya" kata Jack, baru saja mendapat kabar.


Jeffrod memikirkan kejadian baru saja terjadi apakah dia harus memberitahu kakaknya atau tidak, jika kakaknya tidak tahu perusahaan peninggalan Zein akan diambil orang.


Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman keluarga Hugo Jeffrod masuk ke kamar untuk istirahat sedangkan Jack sudah pamit menuju apartemen.


Keesokan harinya nyonya Devira, tuan Alfred dan Avi menunggu Jeffrod di ruang makan.


" Bibi tolong bangunkan Jeff" panggil nyonya Devira.


" Baik nyonya" kata bibi. Bibi naik ke lantai dua.


Tok tok tok


" Tuan muda bangun sudah di tunggu oleh nyonya di meja makan " kata bibi.


" Ya bibi katakan pada mommy aku bersih dulu" kata Jeffrod, dari balik pintu.


" Baik tuan muda" Bibi turun dan menyampaikan pada lainnya.


Nyonya Devira tersenyum melihat putranya sudah turun dan duduk di samping kakaknya, mereka menikmati makanan yang telah sedia.


" Aku ingin bicara sesuatu " kata Jeffrod, mereka baru saja selesai makan.


" Jeff " panggil Avi ia berharap ini soal kedua anaknya.


" Kak nanti kita bicara " kata Jeffrod, memegang tangan Avi. Avi tersenyum.


" Kita bicara di ruang tengah" kata tuan Alfred.


Tak lama bibi datang dan memberitahu kalau Jack datang dan menunggu di ruang tamu, mereka menatap Jeffrod dengan heran.


Disinilah mereka di ruang tengah menunggu Jeffrod untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan, nyonya Devira meminta bibi menyiapkan minuman.


" Katakanlah apa yang kau ingin bicarakan daddy tahu ini masalah penting" kata tuan Alfred.


Jeffrod menghela nafasnya. " Kau telah menemukan mereka, Jeff" kata Avi, sangat semangat.


" Apakah itu benar Jeff, kalian menemukan mereka. Dad" kata nyonya Devira, senang.


Akhirnya mereka diam menunggu Jeffrod bicara.


" Apa yang kakak ingin tahu itu benar karena kami sudah menemukan pertunjuk " kata Jeffrod.


Perkataan Jeffrod membuat lainnya bahagia. " Jeff ayo bawa kak ke tempat mereka, kak tak sabar memeluk dan mencium mereka. Mereka pasti sudah besar mungkin sekolah" Avi, terharu nyonya Devira mengelus rambut putrinya dan tuan Alfred juga merasa bahagia.


" Kak kami hanya menemukan tempat kerja orang yang membawa keponankanku" kata Jeffrod.


" Dimana Jeff daddy akan meminta orang untuk mencarinya" kata tuan Alfred.


" Nggak dad ini bukan saatnya karena aku takut jika mereka tahu keberadaan Andrean dan Fina mereka akan mencelakainya karena usaha mereka gagal lima tahun lalu" kata Jeffrod.


" Apa maksudnya" kata Avi, dengan suara gemetaran.


Akhirnya Jeffrod menceritakan semuanya yang ia ketahui saat pesta Steve Emanuel.


Brak


" Sial beraninya dia mengkhianati menantuku " geram tuan Alfred, setelah mengetahui Doni seorang pengkhianat ia memukul meja.


Avi menangis histeris dalam pelukan nyonya Devira, Jeffrod menggengam tangannya dengan kuat.


" Nak tenangkan dirimu" kata nyonya Devira.


" Mom, dia telah membuatku kehilangan suamiku dan anak-anakku terancam" tangisan Avi membuat keluarganya semakin menginhinkan kematian bagi orang yang membuatnya menderita.


" Jeff, Jack tangkap orang itu hidup atau mati" kata tuan Alfred, dengan tatapan tajam.


" Baik om" kata Jack, yang sejak tadi mendengarkan.


" Dad sebelum menangkap orang itu kakak harus menunjukan diri terhadapnya" kata Jeffrod.


" Jeff, apa yang kamu katakan kakakmu baru saja sehat mommy takkan mengizinkannya, dad" kata nyonya Devira, menggelengkan kepalanya terhadap suaminya.


" Mom kita tak punya pilihan lain karena Doni akan menjual perusahaan kak Zen" kata Jeffrod.


" Nggk aku takkan membiarkannya perusahaan itu milik putraku, Jeff kakak siap" kata Avi, menghapus air matanya meyakinkan Jeff.


Tuan Alfred menenangkan istrinya dan membiarkan putrinya merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya.