Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 65


Keesokan harinya seperti biasanya Queny menyiapkan keperluan kedua anaknya ke sekolah.


" Sayang ayo bangun" Queny mencium pipi putrinya.


" Bunda Fina masih ngantuk" kata Fina, membalikan tubuhnya dan kembali tidur.


Queny tersenyum. " Sayang, lihat kak Andrean sudah rapi nanti putri cantik bunda di tinggal " kata Queny.


Fina membuka matanya dan cemberut tapi ia merentangkan tangannya minta gendong dengan senang hati Queny menggendongnya dan minta gendong.


" Andrean tunggu di meja makan ya bunda memandikan adik dulu" kata Queny, pada Andrean yang sudah rapi.


" Baik bunda, dasar manja" ledek Andrean pada Fina.


" Bunda" rengek Fina. Tak ingin membuang waktu lagi Quenny membawa putrinya ke kamar mandi.


Fina memegang tangan Queny mereka turun tangga dan menuju meja makan dimana Andrean menunggu.


" Bunda Fina ingin ayam goreng dan kentang" kata Fina, Quenny mengambil makanan untuk anaknya dan dirinya.


" Andrean, Fina pakai tasnya bunda akan mengantarkan kalian ke sekolah" kata Queny. Andrean dan Fina nurut memakai tas.


Quenny mengendarai mobil menuju sekolah selama dalam mobil Fina terus bicara ada saja yang ia katakan sedangkan Andrean asyik dengan membaca buku.


Hanya membutuhkan waktu lima belas menit mereka sudah sampai.


" Kalian belajar dengan rajin nanti bunda jemput" kata Quenny.


" Ok bunda kami akan menjadi anak yang rajin" seru Fina, tersenyum.


" Bunda hati-hati di jalan " kata Andrean.Quenny senyum mendengar perhatian putranya.


"Sekarang kalian masuklah " kata Quenny. Andrean dan Fina mencium tangan dan pipi Quenny.


Setelah memastikan anaknya masuk baru Quenny pergi ke perusahaannya tadi pagi Rega menghubungi agar ke perusahaan pagi ini karena ada pertemuan penting.


Tanpa sepengatahuan Queenny ada mobil yang berhenti tak jauh dari sekolah.


" Tuan muda" panggil Jack.


" Yang aku fikirkan bagaimana reaksi Andrean dan Fina waktu itu mereka masih terlalu kecil mengalami hal itu, apa mereka masih mengingat kak Avi sebagai ibu kandung mereka" Jeffrod memikirkan kakaknya jika kedua anaknya melupakannya.


" Kurasa Andrean masih mengingat nona Avi waktu itu ia sudah mengenal nona Avi sebagai ibunya" kata Jack.


" Semoga saja" kata Jeffrod. Mereka meninggalkan sekolah dan menuju perusahaan.


Perusahaan Frederic Group.


Kedarangan Quenny disambut oleh Rega dan Wefina mereka membawanya ke ruang rapat.


" Katakan masalahnya" kata Quenny, melihat keduanya kesal.


" Klien dari PT Venom ingin mengajakmu makan malam bersama aku sudah katakan kalau kamu tak bisa. Dia mengancam akan memutuskan kerja sama ini" kata Bibi wefina.


" Ayo kita temuinya " kata Quenny.


" Nona" kata Rega, khawatir padanya.


" Kak tenang saja aku ada senjata pasti dia tak berani melakukan apa pun" kata Quenny, senyum. Rega dan Wefina saling memandang.


Di ruang rapat.


Terlihat dua orang pria berwajah bule yang satu terlihat dingin, tampan jika wanita yang melihatnya pasti bersorak kegirangan dan satu lagi tak kalah dinginnya.


" Dimana wanita itu beraninya membuat seorang Maxim Columbus menunggu" kata Maxim, emosi sudah satu jam ia menunggu.


Sebelum orang kepercayaannya menenangkannya pintu terbuka masuklah Quenny, Wefina dan Rega ke dalam.


Maxim Columbus yang awalnya marah besar tapi melihat kecantikan Quenny membuatnya terpesona.


" Dasar laki-laki brengsrek" guman Wefina, yang hanya di dengar oleh Quenny dan Rega.


" Maaf telah membuat seorang Maxim Columbus menunggu lama di kantor saya, kenalkan saya Quenny Friska Frederic pemilik sekaligus CEO perusahaan ini" kata Quenny, senyum ramah.


" Saya tak mengira CEO Frederic Group sangat cantik berbeda dari majalah, saya tak merasa rugi jika harus menunggu lebih lama lagi" kata Maxim, merayu Quenny.


Quenny hanya menanggapi dengan senyuman Rega mempersilahkannya untuk duduk.