Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 69


Jeffrod setuju dengan ide yang di utarakan oleh tuan Bexa sebenarnya ia juga ingin melakukan kerja sama yang berbeda.


" Jack hubungi orang di bagian produksi segera mengolah produksi ini" kata Jeffrod. Jack menanggukan kepalanya.


Kemudian tuan Bexa pamit karena ia harus bersiap menuju ke Belanda.


" Kalau begitu sampai jumpa lagi tuan Bexa jika produk ini dipasarkan kami akan menghubungi anda" kata Jefftod, mereka saling bersalaman.


" kita kembali ke perusahaan Jack" kata Jeffrod. Ketika mereka akan keluar dari restoran tanpa sengaja mata Jack melihat Andrean dan Fina bersama Wefina.


" Dimana wanita itu dan siapa wanita yang bersama kedua keponankanku? " Jeffrod.


" Tuan bukankah itu nona Wefina sekretaris CEO perusahaan Frederic Group, mungkin dia dan dokte Quenny berteman" kata Jack.


Jeffrod memutuskan duduk tak jauh dari mereka ia ingin mendengarkan pembicaraan mereka.


" Aunty sejak kapan bersahabat dengan mama? " Andrean.


" Kenapa kamu ingin tahu sayang? " Wefina, heran Andrean bertanya soal itu.


" Aunty teman kak Andrean suka sekali menanggunya" kata Fina.


" Siapa yang menanggumu Andrean bilang ke aunty tunggu apakah seorang gadis atau"kata Wefina, tersenyum jahil.


" Cewek aunty mereka sering menangguku " kata Andrean, kesal karena teman perempuannya suka menanggunya.


" Hahaha, ternyata keponankan aunty ini ada yang suka apakah ada yang kamu suka? " Wefina, senyum.


" Nggk, Andrean suka perempuan seperti mama" kata Andrean, Wefina tersenyum.


" Aunty gimana caranya kita mendapat sahabat yang baik seperti aunty dan mama" kata Fina.


" Kita harus melihat ketulusannya sayang dan mau berteman dengan kita saat suka dan duka, suatu saat nanti kalian pasti mendapatkan sahabat yang sejati. Sekarang ayo kita ke tempat mama" ajak Wefina.


" Tenang sayang makanan untuk mama tinggal kita ambil di resepsionis" kata Wefina.


Saat mereka tiba di kasir Andrean minta izin. " Aunty Andrean mau ke toilet" kata Andrea.


" Mau aunty menemani" kata Wefina.


" Nggk aunty Andrean bisa sendiri aunty dan Fina tunggu di sini" kata Andrean. Wefina menanggukan kepalanya dan memintanya berhati.


Melihat Andrean ke toilet sendirian Jeffrod tak ingin menyiakan kesempatan untuk bertemu dengannya, dia meminta Jack mengawasi Fina dan Wefina.


Saat Andrean keluar dari toilet ia terkejut melihat Jeffrod tersenyum padanya.


" Om" kata Andrean, dengan lirihnya walau ia masih kecil saat itu tapi ia mengingat jelas sosok di depannya.


" Sayang, kamu mengingat om. Om minta maaf baru sekarang menemukan kalian kakek, oma dan mami pasti senang melihat kalian" kata Jeffrod, terharu.


" Mami" kata Andrean, dengan tercekat ia hampir melupakan sosok ibu kandungnya karena kasih sayang Quenny sangat besar pada mereka berdua.


" Ya sayang mau kan bertemu dengan mami" kata Jeffrod.


" Andrean mau tapi tak mau meninggalkan mama, Andrean sayang mama" air matanya keluar Andrean takut jika mereka akan dipisahkan dengan Quenny dan itu yang tak diinginkannya.


" Om Andrean pergi dulu Fina dan aunty menunggu lama" kata Andrean, meninggalkan Jeffrod yang terus memanggilnya.


Tanpa mereka sadari ada Wefina yang mendengarnya ia khawatir pada Andrean makanya ia dan Fina menyusul saat itu ia mendengar perkataan mereka. Dia tak menyangka kalau kedua anak yang dirawat oleh sahabatnya sejak lima tahun lalu adalah keponankan dari Jeffrod Hugo.


Tapi apakah ia bisa memberitahu pada Quenny masalah ini Wefina tak sanggup melihat kesedihan Quenny nantinya.


" Tuan Jeffrod bisa kita bicara sebentar " kata Wefina.Jeffrod menatapnya ada Andrean dan Fina disana sedangkan Jack sudah berada di samping Jeffrod.


" Maaf tuan mereka menyusul ke toilet dan saya tak bisa mencegahnya " kata Jack, saat melihat Wefina menyusul Andrean Jack sedang mendapat panggilan dari sekretaris.