Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 74


Deg


Jantung Quenny berdetak dengan cepat ia tak menduga mendengar hal ini ia tetap mendengarkan pembicaraan Jeffrod dengan Jack.


" Tuan gimana dengan nona Quenny? " Jack.


" Aku tak tahu Jack yang penting adalah perasaan kak Avi sudah terpisah dengan anaknya lima tahun" kata Jeffrod.


Quenny senyum sedih mendengarnya benar yang dikatakan Jeffrod dia bukan siapa bagi mereka dia hanya seorang gadis merawat mereka sementara.


Quenny lebih memilih untuk pergi ke ruang perawatan sebelum Jeffrod dan Jack menyadari kehadirannya.


Jeffrod dan Jack menemui klien yang sedang di rawat mereka saling berbicara bisnis.


Pembicaraan Jeffrod dengan Jack terus mengusik hati Quenny ia sangat berat melepaskan kedua anak yang lima tahun ini dalam asuhannya, tapi dia tak boleh egois ibu kandungnya menanti kedatangan mereka, sehingga pekerjaannya tidak fokus.


" Dok sepertinya anda kurang sehat" kata suster berdiri di dekatnya.


Quenny menghela napasnya dia memang membutuhkan istirahat fikirannya tak tenang.


" Suster minta dokter Via menggantikanku" kata Quenny. Suster menanggukan kepalanya memanggil dokter Via sedangkan Quenny istirahat di ruangannya.


" Suster gimana keadaannya? " dokter Via, menghampiri pasien yang seharusnya di periksa oleh Quenny.


" Keadaannya sudah stabil dok, dokter Quenny sudah memerintahkan pasien di pindahkan ke ruang rawat.


" Benar keadaannya sudah stabil memangnya dokter Quenny kemana tak seperti biasanya ia seperti ini" kata dokter Via.


" Sepertinya dokter Quenny kurang sehat tadi wajahnya pucat" kata suster, dokter Via menanggukan kepalanya.


Wefina seperti biasa menjemput Andrean dan Fina ke sekolah ia senyum melihat mereka menghampiri mobilnya.


"Tante minta maaf karena kalian harus menunggu lama" kata Wefina, melihat Andrean dan Fina sudah duduk di belakang.


" Tidak apa tante kami menunggu di ruang guru dan di beri kue oleh guru kak Andrean" Fina. senyum.


" Keponankan cantik tante ini sudah mengucapkan terima kasih? " Wefina, menjalankan mobil menuju rumah Quenny.


" Sudah dok tante" kata Fina. Mobil berhenti tepat di rumah Quenny.


Andrean dan Fina keluar dari kamar menemuinya di dapur.


" Tante masak apa? " Fina.


" Sepertinya kita harus ke supermarket karena ada bahan yang tak ada" kata Wefina, menatap mereka dengan senyuman Fina bahagia sedangkan Andrean hanya diam.


" Tante sudah bilang ke mama? " Andrean, ketika Wefina mengajak mereka ke mobil.


Wefina memandang Andrean dengan cemberut akhirnya ia menghubungi Quenny, setelah mendapat izin mereka segera ke supermarket tak jauh dari rumah.


Wefina mengambil ikan, daging dan ayam tidak lupa dia ambil beberapa rempah dan bahan lainnya.


" Kalian tak ingin membeli sesuatu? " Wefina, Andrean dan Fina menanggukan kepalanya. Wefina menemani mereka yang ingin dibeli setelahnya mereka bayar ke kasir.


" Tante kita buat puding ya? " Fina, mengambil beberapa bungkus puding ia sukai.


" Boleh nanti kita buat, Andrean tak ingin " kata Wefina.


" cokelat panas " kata Andrean. Wefina senyum segera menyiapkannya. Mereka menikmati makan siang tidak lupa untuk meniggalkan untuk Quenny.


Mereka menunggu kepulangan Adeeba dengan menyaksikan acara di televisi.


Satu jam kemudian Quenny pulang ia masuk ke dalam sambil senyum melihat kedua anaknya tidur di karpet depan televisi.


" Kamu sudah pulang Quenny"kata Wefina. dengan pelan.


Quenny mendekat dan membisikan sesuatu pada Wefina.


" Kamu masuklah aku akan menunggu di ruang kerja Quenny.


Tiga puluh menit kemudian Quenny masuk. " Kamu ingin bicara apa? " Wefina, tahu ini pembicaraan penting.


" Aku ingin kamu menghubungi tuan Jeffrod minta mereka datang ke sini " kata Quenny.


" Quenn" seru Wefina. Quenny menanggukkan kepalanya.


" Kamu tahu tentang semuanya apakah dari Andrean" kata Wefina. Quenny menceritakan semuanya termasuk kejadian rumah sakit tadi.