Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 22


Sudah seminggu berlalu keadaan nyonya Avi belum ada perubahan nyonya Devira sudah mengetahui keadaan kedua cucunya ia berharap orang itu menyayangi mereka dan mereka dapat berkumpul kembali, Jefford menyuruh anak buahnya mencari keberadaan mereka tapi tak bertemu karena rekaman CCTV tidak jelas siapa yang membawa kedua keponankannya.


Tuan Alfred memutuskan membawa putrinya ke Amerika ia tak mungkin meninggalkan perusahaannya lebih lama juga ia tak tenang harus meninggalkan putrinya hanya bersama dokter, soal perusahaan Zen Jefford sudah meminta orang kepercayaannya untuk mengurusnya entah kenapa ia tak percaya pada Doni asisten suami kakaknya.


" Jack, apa semuanya sudah beres? " Jefford.


" Sudah Jef semua sudah beres untuk dokter dan suster yang ditugaskan menjaga kak Avi selama perjalanan sudah ada" kata Jack.


" Jef, gimana kedua keponankanmu kita tak mungkin meninggalkan mereka di sini" kata nyonya Devira, mencemaskan kedua cucunya.


" Mom, mereka pasti baik saja kita harus fokus pada kesehatan kak Avi. Jef sudah menyuruh orang untuk mencari mereka walau itu membutuhkan waktu yang lama Jef takkan menyerah mom kita pasti menemukan mereka dan kita bisa berkumpul bersama " kata Jefford, nyonya dan tuan Hugo menanggukan kepalanya.


Setelah menyelesaikan urusan administrasi mereka segera menuju bandara dimana jet pribadi milik keluarga Hugo telah menunggu, nyonya Devira senantiasa menunggu putrinya.


" Sayang, suapa yang membawa anak-anakmu direkaman CCTV kamu tersenyum melihat mereka di bawa orang asing, seakan kamu percaya mereka aman bersamanya" kata nyonya, Devira, memegang tangan putrinya.


Mereka mendengarnya saling menatap selain dokter dan suster.


" Apa kakak mengenalnya" guda Jefford. Mereka tak ada mengeluarkan suara hanya fikiran mereka bicara berharap itu benar.


Delapan belas jam menempuh perjalanan jet pribadi keluarga Hugo sudah mendarat bandara, mobil ambulans yang sebelumnya di hubungi oleh Jack sudah menunggu kedatangan mereka.


Nyonya Avi yang berbaring tak sadar di brankar segera di pindahkan ke dalam ambulans, Dokter dan suster yang ditugaskan menjaga pasien kembali ke Indonesia bersama jet pribadi.


Hugo hospital


Merupakan rumah sakit milik keluarga Hugo yang memiliki fasilitas terlengkap hingga banyak pasien atau keluarga ingin berobat disana.


" Suster apa semua peralatan sudah lengkap semuanya kita jangan berbuat kesalahan, kalian tahu siapa yang datang kesini" kata dokter.


Suster menanggukan kepalanya semua peralatan sudah lengkap tak lama mobil ambulans datang.


" Selamat datang tuan, nyonya" .saat mereka melihat keluarga Hugo keluar dari mobil.


" Cepat bawa brankarnya" teriak Jefford.Dokter dan suster segera membantu memindahkan Avi Hugo ke brankar dan membawanya ke ruang ICU.


Kembali ke masa sekarang.


Sudah lima tahun berlalu keadaan Avi Hugo masih dalam keadaan koma dokter dan keluarga tak menyerah sedikit pun mereka masih berharap dia akan sadar suatu saat nanti.


Jefford Hugo sudah menjabat menjadi CEO dari perusahaan Hugo Group sejak dua tahun yang lalu, pencarian terhadap kedua anak Avi Hugo masih berlanjut.


Nyonya dan tuan Hugo masih berharap akan terjadi sebuah keajaiban pada putrinya, saat ini mereka berada di ruang ICU.


Tiba saja terdengar suara alat yang terpasang di tubuh Avi Hugo, Dokter dan suster berlarian membuat orangtuanya khawatir.


" Dad, putri kita" kata nyonya Devira, menangis sudah lima tahun ini keadaan nyonya Devira lemah karena memikirkan putri dan kedua cucunya.


" Mom tenang dad menghubungi Jefford dulu" kata tuan Alfred.


Jefford yang mendapat kabar dari daddynya segera meninggalkan kantor bersama Jack.