
Cabang perusahaan Hugo Group.
Jefford dan Jack sudah sampai di perusahaan mereka sedang bertemu dengan karyawan pengembangan data dan apa yabg tengah terjadi.
" Tuan muda ada yang menobol data kita dan dia berhasil mencuri sebesar dua persen" kata salah satu ahli.
" Sial siapa yabg berani bermain denganku" geram Jefford, emosi mendengar datanya di curi walau hanya dua persen tapi tetap merugikan perusahaannya.
" Maaf tuan muda kami sudah berusaha mencari tetapi sulit mereka sangat kuat"
" Tuan muda sepertinya ini dari luar negeri " kata salah satu ahli, memberikan titik .
"Kalian mundur biar aku yang mengurusnya" seru Jefford, mereka menjauh dan membiarkan Jefford melakukan.
Bram
" Lihat televisi" kata Jefford. Mereka melihat suaran langsung ternyata daerah Blok A di tangkap oleh pihak berwajib dari data interjen disini sering digunakan untuk menjual data dengan harga murah.
" Jef, ternyata mereka pasar gelap" kata Jack, Jefford menghela nafasnya secara kasar para ahli IT merasa kagum dengan Jefford padahal mereka berusaha tapi gagal.
" Kita mengalami kerugian sangat besar Jack, kita harus mencari investor untuk menutup kerugian ini" kata Jefford, meminjit keningnya sangat merasa lega.
" Kita harus menjalin kerja sama dengan perusahaan Frederic Group, perusahaan ini nomor 1 di Indonesia dan kemaren mereka baru saja mengeluarkan produk baru dan sukses kita harus mencobanya" kata Jack, memberikan informasi pada Jefford mengenai perusahaan tersebut.
" Disini tertulis pemilik sekaligus pendiri perusahaan Frederic Group sudah meninggal" kata Jefford.
" Ya Jef tapi sekarang perusahaan di pegang oleh putrinya" kata Jack.
" Putrinya, kamu tahu siapa orangnya?" Jefford, penasaran dengan sosok CEO sekaligus pemilik perusahaan Frederic Group.
" Saya tak tahu Jef hanya tuan Rega merupakan kepercayaannya saya tahu" kata Jack, Jefford menanggukan kepalanya.
" Jack, aku ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan Frederic Group" kata Jefford.
" Baik aku akan mengurusnya" sahut, Jack. Menghubungi pihak perusahaan Frederic Group.
Jefford menghela napasnya sambil memegang berkas mengenai perusahaan Frederic Group di dapat oleh Jack.
Sekolah
Andrean dan Fina sudah pulang sekolah "supir yang di tugaskan oleh Queny untuk menjemput kedua anaknya sudah sampai.
" Nona muda, nona Quen pasti sibuk" kata mbak Ila, Fina menjadi sedih.
" Mbak coba hubung mama dulu" kata Andrean. Mbak memikirkannya melihat Fina senyum membuatnya gemes.
" Mbak coba dulu ya nona" kata mbak Ila. Mencoba menghubungi Queny.
Perusahaan Frederic Group.
Queny fokus membaca laporan keuangan bulanan dan mempersiapkan gaji karyawanya.
Tok tok tok
" Masuk"
" Queny ayo kita makan siang" kata Wefina, Queny senyum dan menanggukan kepalanya.
saat akan keluar kantor terdengar suara HP. " Assalamualaikum, mbak apakah anak - anak baik saja" kata Queny, menjadi khawatir ada sesuatu pada kedua anaknya.
" Maaf nona, nona muda ingin makan siang bersama anda " kata mbak Ila, Queny tersenyum.
" Katakan pada putriku kita akan makan siang bersama, kita bertemu di restoran A" kata Queny.
" Baik nona" kata mbak Ila, memutuskan panggilannya.
" Siapa?" Wefina, Queny senyum mengatakan kalau kedua anaknya ingin makan bersama.
" Mereka itu ayo kita berangkat ku tak ingin kedua keponankanku menunggu kita lama" kata Wefina, saat diluar mereka bertemu dengan Rega dan mengajaknya makan siang bersama di restoran A.
Restoran A.
Andrean dan Fina bahagia karena dapat makan siang bersama Queny.
" Mama Fina dan kak Andrean senang sekali" kata Fina.
" Mama juga senang ayo habiskan makanannya setelah itu pulang ya" kata Queny, mereka menanggukan kepalanya.
Setelah makan siang Queny meminta supir mengantar mereka pulang sedangkan dia dan lainnya kembali ke perusahaan.