
Selama tiga hari Jack terus mengikuti Quenny belum juga menemukan hasil karena kesibukan Queny sebagai dokter, apa lagi banyak pasien berdatangan seakan memberikan Jack lebih bersabar dalam penyelidikan.
Melihat kesibukan Queny tak membuat Jack menyerah tapi ia kagum dengan tanggung jawab seorang Queny. pernah suatu hari Queny yang ingin pulang terpaksa membatalkannya dikarenakan terjadi kecelakaan beruntun antara mobil dengan bus.
Malam itu dengan santainya Queny kembali ke ruangannya dan meletakan tasnya kemudian menuju ruang operasi melakukan operasi besar, untung ia menghubungi Wefina untuk menemani kedua anaknya.
Kembali pada Jack mengikuti Quenny mobilnya berada di belakang mobil Queny, Queny baru saja melaksanakan tugasnya dan berniat pulang.
Jack dapat melihat sebuah rumah yang mewah yang dikelilingi banyak bunga.
" Ternyata dia orang kaya" kata Jack, matanya terus tertuju pada Queny yang turun dari mobil.
Tiba saja dia di kejutkan dengan suara lembut menyebut kata bunda Jack segera menatapnya dapat terlihat gadis kecil berlarian mendekati Queny dan memeluknya.
" Andrean" kata Jack, dia semakin terkejut melihat Andrean bersama seorang wanita mendekati Queny dan memeluknya.
" Jadi Andrean berada bersama dengannya jangan-jangan gadis kecil itu Fina" kata Jack, masih dengan terkejutnya.
Quenny senyum dan membalas pelukan kedua anaknya.
" Bunda kok sudah tiga hari tak pulang Fina kan kangen" kata Fina.
" Putri bunda kan sudah tahu ada pasien yang harus bunda rawat apalagi ada aunty Wefina yang menemani kalian" kata Queny, menggendong putrinya dan mencium pipinya.
" Padahal keponankan aunty yang cantik ini merasa senang karena tiga hari terakhir terus bermain" kata Wefina, menggoda Fina.
Fina merasa malu benar selama tiga hari ia suka menanggu Wefina sampai Wefina terpaksa mengabulkan keinginannya. Andrean berada di samping Queny tanpa sengaja matanya menatap mobil Jack berhenti di depan rumahnya.
" Bunda ayo masuk" Andrean, memegang tangan Queny satunya dan menariknya masuk ke dalam.
" Bunda merasa lelah aunty apalagi Andrean ingin menemani bunda " kata Andrean.
Sedangkan diluar Jack terpaku melihat Andrean yang mengetahui keberadaannya ia tak menduga Andrean melihat mobilnya.
" Saya tak menduga tuan muda Andrean menyadari keberadaanku atau ia tak sengaja melihat ke arah sini" kata Jack, walau diketahui oleh Andrean beruntung Jack sempat memotret mereka.
" Sebaiknya kita beritahu Jeffrod pasti mereka merasa senang" kata Jack, meninggalkan rumah Queny menuju kediaman keluarga Hugo.
Dalam rumah Queny.
Queny masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri melihat adiknya asyik bermain boneka bersama Wefina Andrean menitip ke arah luar untuk mengetahui apakah mobil itu masih ada atau tidak.
" Andrean, apa yang kamu lihat sayang? " Queny, keluar dari kamar dan melihat putranya mengintip jendela.
" Ya bunda sejak tadi kak Andrean terus melihat keluar" kata Fina.
" Sayang" Queny mengkhawatirkan putranya.
" Tidak ada apa bunda Andrean hanya melihat sekitar rumah mungkin ada orang jahat" kata Andrean, mendekati Queny dan duduk di samping.
Mendengar perkataan kakaknya Fina berdiri dan memegang pinggangnya.
" Jika ada orang jahatin bunda Fina akan melawannya" kata Fina, mengangkat tangannya ke atas.
Queny dan Wefina senyum dan sekali mereka saling melirik heran dengan tingkah laku Andrean. Mengingat mobil di depan rumahnya membuat Andrean khawatir dengan sosok wanita di sampingnya yang ia anggap sebagai ibu dia hanya berharap itu baik saja.