
" Ya mereka anakku" .
Perkataan Queny membuat suasana menegang gimana dokter yang masih muda memiliki anak apalagi ada dua dan mereka sudah besar, termasuk Jeffrod yang ikut mendengarnya.
" Jadi ia sudah menikah dan memiliki anak" guman Jeffrod, ia berusaha untuk melihat anak yang berada pelukan Queny tapi terhalang jadi ia tidak dapat melihatnya. Jeffrod melanjutkan ke kantin takutnya orangtuanya sudah menunggu lama.
" Dokter, mereka ini anakmu? " dokter Vela, berdiri di belakang Queny. Queny tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Queny pamit dan membawa keluarganya ke ruangannya, setelah kepergiannya dokter, suster yang kebetulan melihatnya saling membicarakannya.
" Takvmenyangka kalau dokter Queny sudah memiliki anak pantas saja dia sangat sulit di dekati " keluh dokter muda.
" Bukannya dia masih muda tak menyangka sudah memiliki anak yang sebesar itu" kata temannya.
" Apa dokter Queny menikah muda ya" kata suster, bersama temannya, sedangkan orang yang mereka bicarakan sudah sampai di ruangannya.
" Suster tolong pesan ke kantin makanan " kata Queny, mengingat sudah waktunya makan siang.
Suster yang terus melihat Andrean dan Fina bermanja pada Queny terkejut mendengarnya.
" Baik dok" seru suster, segera ke kantin sedangkan Queny hanya tersenyum.
" Nah sekarang katakan pada bunda katanya ada kejutan untuk bunda dari putri cantik ini" Queny, mengelus rambut putrinya.
Dengan semangatnya Fina menceritakan kegiatannya di sekolah dan keinginannya bernyanyi untuk Queny.
" Bunda tak sabar mendengarnya" kata Queny, sebelum Fina nyanyi suster datang membawa makanan.
" Terima kasih sus" ucap Queny, Andrean menatapnya dengan dingin sedangkan Fina tersenyum manis.
Suster pamit karena ia juga ingin ke kantin. " Sebelum putri bunda nyanyi sebaiknya makan dulu, kalian pasti belum makan. Mbak ayo" kata Queny.
" Terima kasih nona" seru mbak Ila, mereka menikmati makanan yang di bawa oleh suster.
Setelah makan mereka mendengar nyanyian Fina yang di persembahkannya untuk Queny.
Ku buka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandang semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikir kupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayat ku
Reff:
Kata mereka diriku slalu ditimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Back to Reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku.
Prok prok prok
Quenny dan lainnya bertepuk tangan setelah mendengar nyanyian Fina.
" Terima kasih sayang atas lagunya, lagunya indah sekali. Mama tak menyangka kalau putri mama ini suaranya indah" kata Queny, terharu mendengar lagu yang diberikan Fina untuknya.
" Mama suka lagunya" seru Fina, senyum.
" Mama bukan suka tapi sangat suka" kata Quenny.
" Terima kasih mama" kata Fina, memeluk Queny.
Queny merentangkan tangannya dan Andrean juga masuk dalam pelukannya, mbak Ila tersenyum haru melihat mereka di depannya penuh kasih dan sayang.
" Sekarang ayo kita pulang" kata Queny, memang jadwal prakteknya sudah selesai.
" Memangnya mama sudah selesai kerjanya? " Andrean, Queny tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Queny beserta kedua anaknya juga mbak Ila keluar dari ruangannya dan semua mata tertuju padanya, semua orang merasa kagum melihat sikap dingin Andrean dan Fina yang selalu senyum.
" Lihat anak dokter Queny tampan dan cantik " puji salah satu suster.
" Apalagi yang cowok walau masih kecil tapi sangat tampan".
Mereka terus jalan sampai ke parkiran beruntung Queny berangkat bersama Wefina jadi mereka bisa pulang bersama supir.