Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 28


Queny bahagia operasinya berjalan lancar dan pasien selamat hanya tinggal pemulihan.


" Terima kasih atas bantuan kalian hari ini silahkan lanjutkan sisanya" kata Quenny.


" Sama-sama dok seharusnya kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dokter kita berhasil menyelamatkan pasien, padahal kondisi sangat kritis anda sebagai anugerah bagi rumah sakit ini" kata rekan lainnya.


Quenny hanya tersenyum mendengarnya dan pamit kembali ke ruangannya ia harus bersiap ke kantor siang nanti, ia tak ingin meninggalkan perusahaan terlalu lama bagaimana ini adalah peninggalan ayahnya makanya Quenny sangat bekerja keras dalam menjalani perusahaanya.


Saat Quen keluar ia melihat suster yang biasanya bersama dokter Ridwan atau dokter tulang.


" Dok, maaf jika saya menanggu anda" kata suster.


" Nggk apa suster memangnya ada keperluan apa? " Queny, senyum sambil melepas pakaian ketika digunakan waktu operasi.


" Dok Ridwan meminta anda ke ruangannya" kata suster. Queny segera ke ruang dokter Ridwan setelah meketakan stelannya.


Ruang dokter tulang tepatnya ruang dokter Ridwan yang mana menunggu kedatangan Queny sambil membaca rekaman medis milik nona Avi Hugo.


Kret


Pintu terbuka suster masuk bersama dokter Queny.


" Dok, dokter Queny sudah datang" kata suster. Dokter Ridwan tersenyum mempersilahkannya untuk duduk.


" Dok, maaf jika saya menanggu. Saya tahu anda sangat sibuk tapi tolong bantu saya merawat pasien ini" kata dokter Ridwan, menyerahkan rekam medis milik Avi Hugo.


Queny membacanya dengan teliti dan terkejut melihatnya.


" Jadi dia pasien mengalami koma sudah lima tahun dan baru saja sadar, tapi disini dilihat ia dirawat di Amerika bukannya fasilitas disana lebih baik" kata Queny.


" Kita harus memataunya lebih serius bagian kepalanya disini ia sering merasa pusing takutnya ada infeksi setelah operasi" kata Queny, dokter Ridwan menanggukan kepalanya sedangkan ia fokus pada terapi kaki nona Avi Hugo.


" Kapan dokter bisa menemui pasien? " Dokter Ridwan.


Queny menghela nafasnya sebenarnya dia harus ke perusahaan setelah ini tapi ia tak mungkin menolak dokter Ridwan salah satu senior di rumah sakit.


" Saya memiliki waktu lima belas menit dok" kata Queny. Dokter tersenyum Queny menyediakan waktu.


Dokter Ridwan mengajaknya ke ruang VVIP 3 dimana Avi Hugo di rawat.


Tok tok tok


Jack membuka pintu terlihat dokter Ridwan masuk bersama dokter muda yang tak ia kenal, orangtua Jefford dan lainnya melihat ke arah Queny. Queny menyambutnya dengan senyuman lain dengan Jefford menatap tajam ke arah Queny.


" Tuan,nyonya ini dokter Queny yang membantu saya dalam pengobatan nona Avi" kata dokter Ridwan.


" Assalamualaikum, saya dokter Queny yang membantu dokter Ridwab dalam menangani nona Avi" kata Queny, senyum rahmah orangtua Avi tersenyum berbeda dengan Jefford.


" Anda yakin merawat kakak saya, saya tak ingin dokter sembarangan yang merawat kakak saya " kata Jefford, dengan dinginnya semua mata tertuju padanya berbeda dengan Queny yang tersenyum.


" Jika anda meragukan saya nggk apa, dokter Ridwan silahkan cari dokter bedah lain membantu anda, baiklah saya permisi dulu saya masih ada urusan lain" kata Queny, keluar dari ruang rawat Avi.


" Dok Queny tunggu, maaf tuan Jefford walau dokter Queny masih muda tapi kemampuannya tak di ragukan ia termasuk terbaik di sini. Baiklah saya akan mencari dokter yang lain" kata dokter Ridwan, merasa kecewa.


" Jeff, apa yang kamu lakukan?. Dok kami minta maaf tolong bujuk dokter itu untuk merawat putri kami" kata tuan Alfred, marah pada putranya.


Jeffrod menghela nafasnya dokter Ridwan pamit kembali ke ruangannya.