Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 33


Beberapa waktu sebelumnya Queny dalam perjalanan pulang saat ia menikmati mengendarai mobilnya tiba-tiba saja ia merem mobilnya hingga kepalanya terbentur stir mobil hingga mengalami sakit bagian keningnya.


" Ya Allah" ucap Queny, melihat di depannya ada orang demo.


Orang berdemo karena klub kesayangannya mengalami kekalahan. Queny melupakan hari ini ada pertandingan Futsal antara Klub Mahesa dengan klub Darma.


" Ya Allah, tolonglah hamba. Astaghfirrurrah" Quenny, terkejut melihat seorang yang sudah berdiri di depan mobilnya sambil menunjuk ke arahnya sambil membawa tongkat kayu.


" Hei keluar dari mobil" orang itu berteriak memintanya keluar sambil memukul mobilnya.


Queny mencoba berdoa sambil menahan rasa takutnya. Tak lama terdengar sirine mobil polisi yang lewat.


Para risuh berusaha kabur Queny merasa lega melihat polisi datang dan orang sebelumnya sudah pergi.


Tok tok tok


Salah satu polisi mengetuk kaca mobil Queny yang ketakutan membuka pintu dan mencoba untuk tersenyum.


" Anda tidak apa nona? " salah satu polisi, Queny menanggukan kepalanya.


" Pak ada yang terluka" teriak temannya. Queny juga melihatnya ada beberapa orang yang terluka.


" Pak biar saya hubungi ambulans, saya dokter" kata Queny, pak polisi mengucapkan terima karena Queny mau membantu mereka.


Queny menghubungi ambulans sebelum itu ia melakukan pertolongan pertama.


Rumah sakit


Rumah sakit dihebohkan dengan korban rusuh para dokter dan suster turut membantu untuk melakukan perawatan.


" Dokter Queny, astaghfirrurrah anda terluka" kata suster, melihat luka di pelipisnya.


Queny tersenyum. " Saya tidak apa suster hanya luka suster pasien ini telah saya beri pertolongan pertama tolong kamu lanjutkan dan panggil dokter Ria" kata Queny, ia sangat merasa lelah karena ia banyak memberikan pertolongan pertama pada korban.


Ruang rawat Avi.


Jefford dan Jack menemani Avi malam ini saat mereka memejamkan mata terdengar suara ribut di luar.


" Jack coba lihat apa yang terjadi di luar" kata Jefford, merasa lega karena kakaknya tak terganggu.


Benar ketika Jeff keluar banyak pasien yang berdatangan. dan matanya tertuju pada Queny yang duduk di kursi terlihat sangat lelah, dia mendekatinya Jefford dapat melihat ada luka di kepalanya.


" Dokter" panggil Jefford. Queny yang mengistirahatan tubuhnya sebentar membuka matanya.


" Malam tuan" kata Queny.


" Ada apa dok?. Sepertinya anda terluka" kata Jeff, menunjuk keningnya. Queny senyum dan menceritakan apa yang terjadi.


" Ternyata masih ada perbuatan seperti itu" kata Jeff, Queny hanya senyum.


Tak lama suster datang membawa kotak P3K dan merawat luka Queny. Melihat Queny sudah ditangani Jeff pamit kembali ke ruang rawat Avi.


Queny mengucapkan terima kasih pada suster yang membantunya setelah merasa badannya kuat ia memutuskan pulang kedua anaknya pasti khawatir mengingat jam telah menunjukan jam sembilan malam.


Rumah Queny.


Kedua anak Queny terus memanggil mamanya Wefina, bibi dan mbak Ila susah payah membujuk mereka tapi sia-sia.


" Mama mama mama"


" Mama pulang ma"


" Assalamualaikum " Queny membuka pintu, melihat mamanya sudah pulang Andrean dan Fina langsung memeluknya.


" Mama darimana saja kenapa baru pulang" kata Andrean. dengan sendunya.


" Maaf mama sayang" kata Queny. Tiba saja Fina menangis membuat lainnya cemas.


" Hiks hiks hiks kepala mama luka" Fina menangis, Andrean ikut menangis.


" Queny, apa yang terjadi. Kamu mengalami kecelakaan? " Wefina, Queny senyum dan meminta mereka duduk.


Queny menceritakan semuanya. " Dasar anak remaja hanya karena klubnya kalah berani berbuat risuh" kata Wefina, kesal.


" Mama nggk apa? " Andrean, takut wanita kesayangannya terluka Queny meyakinkan mereka kalau ia baik saja.


Wefina mengajak mereka istirahat dan ia juga tidur di sana mengingat hari sudah malam.