
Jeffrod yang mendengarnya tak sabar untuk menemui wanitanya dan anaknya.
" Tuan muda ini saya telah memotret nona Queny " kata jack, menyerahkan foto yang ia ambil dari Queny bekerja di rumah sakit sampai pulang.
" Anak-anak ini? "Jeffrod, menatap Jack.Mendengar perkataan putranya membuat nyonya Devira tak sabar ia rebut foto yang ada di tangan Jeffrod.
" Dad, bukankah ini dokter Queny. Dokter yang merawat Avi? " nyonya Devira, melihat ada beberapa foto Queny di tangannya.
" Jack bukannya aku minta kau mencari tahu wanita yang merawat kedua keponankanku dan kenapa ada foto wanita itu" kata Jeffrod.
" Tunggu Jeff" tanpa sengaja tuan Alfred melihat foto Andrean dan Fina memeluk Queny.
" Jack?" Tuan Alfred, memperlihatkan foto Andrean dan Fina memeluk Queny.
Semua mata menatap ke arah Jack meminta penjelasan.
" Tuan, nyonya saya kira kedua anak yang kita duga sebagai anak-anak nona Avi dan tuan Zen di rawat oleh dokter Queny" kata Jack.
" Apa" teriak Tuan dan Nyonya Hugo. Sedangkan Jeffrod hanya melihat foto itu dengan tatapan sulit tapi ada senyum tipis tanpa ada yang melihatnya.
" Kita harus membuktikan kalau mereka memang anaknya Avi dan cucu kita, gadis ini sudah lima tahun merawat lihat mereka begitu saling menyayangi" kata tuan Alfred.
Perusahaan Felix Group.
Avi Hugo bersama sekretarisnya baru saja bertemu dengan klien mereka akan menjalin kerja sama.
" Hana, jangan lupa apa yang kita diskusikan tadi" kata Avi.
" Baik nona " kata Hana. Kembali ke ruangannya.
" Hana, aku pulang dulu jika ada tamu karakan kembali esok" kata Avi, Hana menanggukan kepalanya.
Di antar oleh supir Avi pulang ke kediaman keluarganya ketika sampai ia melihat Jack bicara dengan keluarga.
Brak
Avi yang sudah menangis mendengarnya hingga ia jatuh pingsan.
" Nona Avi" teriak bibi, yang sejak tadi bersamanya. Nyonya Devira dan lainnya mendengarnya segera mendekat.
" Avi. Jeff cepatlah angkat kakakmu ke kamarnya" kata nyonya Devira, sedih melihat keadaan putrinya.
" Jack telepon dokter" kata Tuan Alfred.
Jack segera menghubungi dokter keluarga.Semua orang sudah berada di kamar Avi.
" Sayang, ada apa denganmu? " Nyonya Devira, mengusap rambut putrinya.
" Jeff, apa kakakmu mendengar yang kita bicarakan tadi" kata tuan Alfred, Jeffrod menghela napasnya inilah yang ia takut jika kakak tahu.
Taklama kepala pelayan datang memberitahu kalau dokter sudah datang.
Tanpa sepengatahuan lainnya Avi mendengar semuanya.
" Jadi anak-anakku ada bersama dr Quen" Avi, yang telah membuka matanya.
" Sayang biar dokter memeriksamu dulu" kata tuan Alfred, meminta dokter memeriksa putrinya.
Dokter memeriksa keadaan Avi." nyonya keadaan nona Avi baik saja ia hanya kelelaham dan banyak fikiran dan ini vitamin untuk nona" kata dokter, menyerahkan obat pada nona Avi.
Jack mengantar dokter keluar. " Dad, mom Jeff tolong jelaskan padaku apa benar kedua anakku ada bersama dokter Quen. Waktu itu aku memang melihat mereka di bawa oleh seorang wanita tapi tak kusangka dia adalah dokter Queny, dad mom aku ingin menemui mereka " kata Avi, yang tak sabar bertemu dengan anaknya.
" Kak sabarlah kita harus memastikan semuanya jika itu benar mereka anak kakak kita harus memikirkan perasaan dokter itu, selama lima tahun ini dia merawat mereka" kata Jeffrod.
Mereka yang mendengar perkataan Jeffrod tak menyangka akan berkata seperti itu.