
Doni, Steve Emanuel dan lainnya sudah duduk di tempat yang telah di sediakan, Doni tersenyum melihat para tamu yang datang untuk membeli perusahaan Felix Group.
" Setelah ini aku akan menjadi kaya raya dan keluarga itu takkan tahu karena sudah lama tak menampakan diri" Doni berkata dalam hati menduga keluarga Hugo takkan mengetahuinya.
Doni meminta MC memulai acaranya.
" Kamu yakin keluarga dari wanita itu takkan tahu" bisik Steve.
" Aku sudah memeriksanya tak ada keluarga dari wanita itu sekarang kamu tenang saja dan nikmati acaranya" kata Doni.
" Ternyata dia juga membawa putrinya" kata Jeffrod, melihat putri Steve duduk di samping Steve.
Jack juga dapat melihatnya wanita dengan berpenampilan **** tapi itu membuatnya jijik, Silvia memang ingin mengikuti ayahnya ia berharap bertemu dengan Jeffrod.
" Jeff bukannya itu tuan Rega orang kepercayaan dari CEO perusahaan Frederic Group" bisik Jack, melihat Rega duduk tak jauh dari mereka.
" Mungkin ia juga di undang katakan pada Wilona jangan biarkan perusahaan lain yang mendapatkannya aku tak peduli dengan uang yang harus di keluarkan" kata Jeffrod, Jack menanggukan kepalanya segera mengirim pesan pada Wilona.
Wilona yang mendapat pesan dari Jack ia segera membalasnya.
" Tenang saja tuan aku takkan kalah" kata Wilona penuh keyakinan. Jack hanya senyum kecil.
MC mulai membuka acara.
" Selamat siang tuan, nyonya dan tamu lainnya hari ini adalah hari spesial karena tuan Doni akan menjual perusahaannya, harga awal dimulai dengan harga 500 juta rupiah" seru MC.
Tiba - tiba terdengar suara bisik siapa yang tak mengenal perusahaan Felix.
" Bukannya itu perusahaan tuan Zen kenapa pak Doni menjualnya .bukannya istrinya masih ada" bisik tamu A
" Kabarnya istri tuan Zen koma sejak kejadian itu" bisik tamu B.
Avi tersenyum ternyata masih ada yang mengenal suaminya begitu pula Jeffrod dan Jack.
" Doni, jika kamu tak bisa membuat suasana tenang rencanamu di pastikan gagal" bisik Steve.
Doni takkan membiarkan rencananya untuk mendapatkan uang yang banyak gagal, Doni berdiri menatap para tamu satu persatu.
" Permisi tuan, nyonya dan para tamu perusahaan ini sebelumnya memang menjadi milik tuan Zen tapi sebelumnya kejadian itu tuan Zen menyerahkan perusahaannya padaku" kata Doni, pura - pura sedih.
Mendengar perkataan Doni para tamu diam berbeda dengan beberapa orang menatapnya berbeda.
" Saya menawar 750 juta "
" 150 juta"
" 200 juta
" 500 juta"
" 1milyar"
" 120 milyar"
" Apakah masih penawaran lagi" seru MC. Doni tersenyum dalam waktu tak lama lagi ia akan mendapat uang yang banyak.
Sudah sepuluh menit tak ada penawaran lagi Doni sudah tersenyum.
" Baiklah tak ada lagi penawaran maka perusahaan ini di berikan pada" perkataan MC dihentikan oleh seseorang.
" 200 milyar" perkataan Wilona membuat suasana tegang.
" Siapa yang berani mengeluarkan uang sebanyak itu untuk perusahaan yang akan brangkrut.
Sebelum detik terakhir Jeffrod memberi pesan pada Wilona agar membeli perusahaan Felix seharga 200 milyar.
Doni bahagia perusahaan yang ingin ia jual tak menyangka akan di beli harga yang besar.
" Selamat Doni" kata Steve Emanuel.
" Om selamat " seru Silvia.
Avi Hugo menangis bahagia perusahaan suaminya kembali ke tangannya, Wilona mengelus punggungnya.
" Jack bawa kakak pergi dan minta Wilona untuk mengurus sisanya" kata Jeffrod, Jack menanggukan kepalanya.
" Wilona urus semuanya jika sudah berikan pada tuan di kediamannya, kak Jeffrod sudah menunggu di mobil" kata Jack, mengajak Avi pergi. Avi tak henti mengucap terima kasih.
Tanpa mereka sadari Rega mengawasi mereka setelah Rega pergi ia juga ikut meninggalkan ruangan, Wilona mengurus kepindahan kepemilikan dari nama Doni menjadi namanya sebelum di kembalikan pada Avi.