Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 24


Perusahaan Frederic Group


Quenny merasa lega hasil rapat berjalan dengan lancar dan tak ada yang perlu diperbaiki.


" Quen, untung mereka tak membuat masalah dan rapat kali ini berjalan dengan lancar. Setelah ini kamu mau ke rumah sakit? " Wefina.


" Ya hari aku praktek jam dua siang, Wef bisa jemput anak-anak sebentar lagi mereka pulang" kata Quenny, melihat jam telah menunjukan jam sebelas siang.


" Ok kamu jangan khawatir mereka aman bersamaku" kata Wefina, meninggalkan perusahaan menjemput Andrean dan Fina.


" Kak tolong urus perusahaan nanti kalau ada berkas yang harus aku periksa titip saja pada Wefina" kata Quenny.


" Baik nona" kata Rega Syahreza, orang kepercayaan ayah Quenny dan sekarang menjadi kepercayaan Quen.


Rega Syahreza berusia tiga puluh tahun dia sudah menjadi kepercayaan ayah Quen sejak lima tahun dan usianya pada saat itu sudah dua puluh lima tahun. Dia belum menikah hanya fokus mengurus perusahaan sejak kematian orangtua Queny, dia sudah menanggap Queny adiknya sendiri.


Sekolah


Wefina sudah sampai di sekolah dan melihat mbak Ila sedang menungggu di tempat duduk yang disediakan untuk wali menjemput anaknya.


" Nona wefina" kata mbak Ila, melihat kedatangan Wefina.


" Mereka belum keluar mbak" kata Wefina.


" Seharusnya nona Fina sudah keluar dari sejam lalu tapi katanya ingin menunggu tuan muda Andrean di depan kelas " kata mbak Ila


" Baiklah, kita tunggu mereka disini" kata Wefina, tersenyum duduk di samping mbak Ila.


Tidak lama terdengar suara bel berbunyi anak SD berhamburan meninggalkan kelas.


" Kak" panggil Fina, melihat Andrean keluar dari kelas.


" Dek kok kamu disini ,tidak menunggu kak bersama mbak Ila diluar" kata Andrean, Fina hanya tersenyum sekolah mereka masih satu area dan memudahkan Quen untuk menjemput mereka.


Andrean senyum mengajak adiknya ke tempat mbak Ila.


" Aunty Wef" teriak Fina, berlarian dan memeluknya tapi matanya mencari sesuatu, Andrean hanya senyum.


" Apa yang dicari oleh keponankan aunty ini? " Wefina, tahu yang dicari oleh Fina.


" Fina mama kan sibuk" kata Andrean.


" Ya sayang hari ini mama ada praktek di rumah sakit, ayo kita pulang kalian pasti lelah dan lapar" ajak Wefina, Fina dan Andrean menanggukan kepalanya.


Wefina mengendarai mobilnya ke rumah Quen mereka di sambut oleh bibi dan Wefina pamit karena harus kembali ke perusahaan.


" Nona, tua silahkan ganti pakaiannya bibi telah memasak makanan kesukaan kalian" kata bibi.


Andrean menanggukan kepalanya memegang tangan adiknya menuju kamar mereka.


Rumah sakit


Queny sudah sampai di rumah sakit ia disambut oleh suster Gea yang sudah setahun ini bekerja sama dengannya.


" Dokter hari ini pasien banyak mereka telah menunggu dokter" kata suster Gea, Quenny tersenyum dan meminta suster Gea memanggil pasien.


Queny merupakan dokter idola di rumah sakit banyak pasien yang ingin dirawat olehnya karena ia rahma dan sabar menghadapi pasien yang memiliki berbagai sifat, Queny berhasil menjadi dokter bedah hanya kurun waktu lima tahun karena kepintarannya.


Sudah tiga jam Queny memeriksa pasiennya. " Suster, apakah masih ada pasien" kata Queny.


" Sudah tak ada dok tadi pasien terakhir" kata suster Gea. Quenny menanggukan kepalanya merapikan pakaiannya dan pamit pulang.


Amerika.


Hugo Hospital


Nyonya Devira dan tuan Alfred berada di rumah sakit menemani putrinya yang masih di ruang ICU.


Sudah lima tahun Avi koma walau keadaannya stabil tapi seakan ia enggan untuk membuka matanya.


Dalam bawah sadar Avi bayangan kejadian lima tahun yang lalu terlintas dalam ingatannya ia melihat Zen suaminya dibunuh tepat di matanya dan ia berusaha menyelamatan kedua anaknya.


Dia melihat seorang gadis muda berhijab membawa anaknya dan ia tertangkap oleh penjahat.


Tiba - tiba


Tinnnnn .